Selasa, 16 Juni 2015

Pemerintah Berencana Kurangi Subsidi Listrik Untuk Rakyat Miskin

meteran listrikGerakan pengurangan subsidi oleh pemerintah berlanjut. Kali ini listrik yang dinikmati oleh warga miskin yang terkena imbasnya. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengusulkan pencabutan subsidi listrik untuk dua golongan rumah tangga yakni golongan 450 voltampere (VA) dan 900 VA dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016. "Subsidinya ditarik secara bertahap. Jadi direncanakan 450 VA-900 VA. Tapi masih tetap ada subsidi. Secara bersamaan nanti pemerintah mulai mengganti dengan kartu langsung. Tapi subsidi itu masih ada. Kan tidak bisa langsung ditarik. Nggak mungkin dong," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (16 Juni 2015). Harga keekonomian yang tinggi menjadi alasan pengurangan subsidi secara bertahap untuk dua golongan itu. "Sekarang harganya 450 VA-900 VA harga keekonomian Rp 1.500. Tidak mungkin langsung ditarik. Itu nanti akan diusulkan dikurangi secara bertahap. Nanti kita ngomong dulu sama DPR. Kita sudah mengusulkan kenaikan mengecil bertahap," lanjutnya. Namun keputusan ini masih perlu dibicarakan dengan mitra pemerintah, yaitu DPR. "Nanti kita ngomong dulu sama DPR. Besok kita ke sana. Kita sudah mengusulkan kenaikan tapi bertahap," ucapnya. Penurangan tarif subsidi listrik ini dilakukan bertahap tiap tiga bulan sekali. "Itu nanti bisa per tiga bulan. Tergantung kemampuan masyarakat. Kan nggak bisa kan masyarakat langsung dicabut sekaligus. Kemudian disubsidi ditarik bertahap. Untuk masyarakat yang tidak mampu sekali, maka akan diberikan kartu," pungkasnya.

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1cZOdfo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar