Rabu, 24 Juni 2015

Gambar Naga Terselip di Logo HUT Jakarta, Ada Motif Apa?

Logo Hut Jakarta 488Ada yang unik dalam logo Hari Ulang Tahun DKI Jakarta ke 488. Lambang naga merah menyelip di antara detail-detail gambar di logo tersebut. Tapi cukup jelas terlihat. Logo HUT DKI ke-488 terdiri atas beberapa komponen di antaraya kobaran api emas, gedung abstrak bertingkat, roda dan lingkaran, daun dan pohon, ondel-ondel, gunung wayang, semar, dan naga. Ketua Panitia Pencanangan HUT ke-488 Kota Jakarta, Andi Baso menerangkan bahwa tema perayaan HUT Jakarta tahun ini adalah Jakarta Modern, Kreatif dan Berbudaya. "Sedangkan makna warna yang berada di dalam logo, biru menggambarkan profesionalisme dan kepercayaan yang jernih, merah merupakan yang warna kuat melambangkan energi dan motivasi yang relevan dengan tema HUT tahun ini, kuning melambangkan kesolidatan, emas merupakan keanggunan dan elegan, hijau melambangkan ketenangan," jelasnya. Gambar naga ini pun mendapat tanggapan dari Sekretaris Nasional (Seknas) Serikat Boemi Poetera, Ir. H. Abdullah Rasyid, ME. “Mesti segera disikapi, karena menyangkut sejarah dan falsafah bangsa kita,” ujarnya di Jakarta, Selasa (23 Juni 2015) seperti dikutip lensaindonesia.com. Rasyid pun menuduh bahwa gambar kepala naga memang diposisikan sedemikian rupa hingga memuncaki logo tersebut yang seakan menggantikan posisi burung Garuda. “Ini bukan kebetulan! Kepala Naga memang dipersiapkan untuk mengubur semangat, bahkan falsafah yang diwariskan pendiri bangsa kita,” ungkap Rasyid. Lambang naga yang terselip di logo HUT Jakarta ini pun mendapat sentilan dari netizen. Akun twitter @SuleTegepe menulis, "Jika ingin mnggambarkan pluralitas kota Jakarta, semua ikon suku bangsa di Jakarta hrs diakomodir..jgn pilih kasih!" Ia pun bercerita, sebagai kota bandar, tidak ada budaya Jakarta yang asli. Hanya saja, selama ratusan tahun, berbagai etnis yang hidup di kota Jakarta tak satupun yang merasa paling menonjol. Seraya menyebutkan banyak etnis yang punya keturunan di Jakarta seperti Melayu, Batak, Bugis, Asmat, Ambon, dan juga ada Arab, India, Belanda, Portugis, selain itu juga China. Menurut @SuleTegepe juga, Keputusan Gubernur DKI Jakarta No 1976 tahun 1989 menetapkan bahwa ikon Jakarta terdiri dari elang bondo dan salak condet. Bukan Gunungan, Semar, apalagi Naga. Berdasarkan pemantauan kru KabarUmat, selama beberapa tahun belakangan memang logo HUT Jakarta tak ada lambang Garuda. Tetapi tidak ada juga lambang Naga yang tak pernah dikenal sebagai ciri khas kota Jakarta.

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1LtiaDr

Tidak ada komentar:

Posting Komentar