Selasa, 23 Juni 2015

Serapan Anggaran 2015 Rendah, Ahok Salahkan Anak Buah

AhokMenteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyindir rendahnya angka serapan anggaran DKI tahun 2015. Sudah setengah tahun berjalan, serapan anggaran baru 10 persen. Sindiran ini disampaikan Tjahjo Kumolo dalam Sidang Paripurna Istimewa yang digelar oleh DPRD DKI Jakarta di DPRD DKI Jakarta di hadapan  dihadapan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ketua DPRD, para Wakil Ketua, seluruh anggota dewan dan tamu undangan yang hadir di Gedung DPRD. Merespon sindiran itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama hanya tersenyum. Dengan ringan ia pun "mengarahkan jari telunjuk" kepada anak buahnya yang ia nilai tidak bekerja dengan maksimal. "Nanti kita banyak stafkan pegawai yang nggak beres," elak Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (22 Juni 2015). Ia sendiri menargetkan penyerapan anggaran hingga 90 persen untuk tahun ini. Ahok menuding Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lambat dalam melaksanakan tugas pembelian lahan. Menurutnya ada oknum pejabat DKI yang sengaja berperan seperti calo dengan mempersulit pembelian tanah untuk meminta suap. Ia akan menyelidiki dan mencopot pejabat DKI yang nakal itu. "Logikanya, kalau kamu punya uang, orang mau jual tanah, sertifikat resmi, pasti gampang bayarnya. Tapi kenapa Pemda tidak gampang? Karena (pejabat) ini minta komisi. Kami ada Rp6 triliun buat beli tanah. Kenapa swasta beli tanah begitu mudah, kita enggak? Makanya saya mau pindahin duit ke BUMD, cuma jelek di portofolio," ujar Ahok. Ahok mengambil ancang-ancak akan mencopot40 ribu PNS DKI. "Buat apa ada 72 ribu kalau beli tanah saja nggak bisa? Kan lucu. Kita pangkas 40 ribu PNS juga gak masalah, gak akan ganggu pelayanan," pungkasnya.

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1Fy6Iyn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar