Senin, 21 September 2015

Anak Saya Sama Nenek Mandiri, Tapi Sama Orangtuanya Kok Gak Ya?

Ilustrasi. [fightbait.com]Khanza, putri kecilku (2th 4 bln) kalo ditinggal di rumah sama eyangnya nurut dan mandiri banget kata eyangnya, tapi kalo sama abi dan uminya di rumah jadi super manja, malah kayak separation anxiety disorder sama saya... pokoknya ke mana-mana ngikut terus. Tanggapan: Ya wajarlah jika kondisinya begitu. Ayah ibu dua-duanya kerja, terus anak ditinggal. Saat bertemu ayah ibu, jika kita jadi anak, apa yang ingin kita lakukan? Sedapat mungkin menarik perhatian, kasih sayang, keinginan, cinta, pelukan, permainan, dari orangtua. Dia kan kangen sama ayah bundanya. Maka usul saya, ya salurkan kangennya dengan memberikan perhatian penuh saat kita bersama dia, apalagi jika kita orangtua bekerja. Kedua, setelah perhatian diberikan penuh, saat hendak berpisah dengan dia konsisten. Kalau mau pergi ya pergi. Tak usah pake acara nyogok, merayu, ngumpet dll. Cukup ngomong sama anak dengan lembut “ayah ibu harus berangkat ya nak. Insya Allah kita sore ketemu lagi!” Insya Allah setelah ratusan kali, anak akan faham bahwa itu kondisi yang harus dilewati dia dan dia akan baik-baik saja. Asal konsisten lho ya. Yang merusak adalah ketika orangtua hendak berpisah dengan anak, tidak konsisten. Sudah di mobil, di motor, gara-gara anak nangis, balik lagi.

Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari Direktur Auladi Parenting School www.auladi.net



Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1FqsevB

Takhbib, Menanggapi Cinta dari Wanita Bersuami dalam Pandangan Islam

Ilustrasi. [walloza.com]Berawal dari komunikasi sederhana, dilanjut dengan saling curhat, hingga tertanam cinta karena syahwat. Lebih parah lagi, ketika kejadian itu dialami oleh mereka yang telah berkeluarga. Karena interaksi lawan jenis yang tidak halal, Allah cabut rasa cintanya terhadap keluarganya, digantikan dengan kehadiran orang baru dalam hatinya. Disadari maupun tidak, sejatinya itu merupakan hukuman bagi orang yang telah bisa menikmati segala yang haram, Allah hilangkan dari dirinya untuk bisa menikmati sesuatu yang halal. Dosa Takhbib Diantara dosa besar yang mungkin jarang diketahui oleh kaum muslimin adalah dosa takhbib. Menjadi penyebab perceraian dan kerusakan rumah tangga. Karena kehadirannya, membuat seorang wanita menjadi benci suaminya dan meminta untuk berpisah dari suaminya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak hadits, memberikan ancaman keras untuk pelanggaran semacam ini. Diantaranya, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ خَبَّبَ امرَأَةً عَلَى زَوجِهَا

"Bukan bagian dariku seseorang yang melakukan takhbib terhadap seorang wanita, sehingga dia melawan suaminya." (HR. Abu Daud 2175 dan dishahihkan al-Albani) Juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ أَفْسَدَ امْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا فَلَيْسَ مِنَّا

”Siapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya maka dia bukan bagian dariku.” (HR. Ahmad 9157 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth). Dalam penjelasannya tentang bahaya cinta buta, Ibnul Qoyim menjelaskan tentang dosa takhbib,

وقد لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم من فعل ذلك ، وتبرأ منه ، وهو من أكبر الكبائر ، وإذا كان النبي صلى الله عليه وسلم قد نهى أن يخطب الرجل على خطبة أخيه وأن يستام على سومه : فكيف بمن يسعى بالتفريق بينه وبين امرأته وأمته حتى يتصل بهما

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat orang yang melakukan takhbib, dan beliau berlepas diri dari pelakunya. Takhbib termasuk salah satu dosa besar. Karena ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang untuk meminang wanita yang telah dilamar oleh lelaki lain, dan melarang seseorang menawar barang yang sedang ditawar orang lain, maka bagaimana lagi dengan orang yang berusaha memisahkan antara seorang suami dengan istrinya atau budaknya, sehingga dia bisa menjalin hubungan dengannya. (al-Jawab al-Kafi, hlm. 154). Bahkan, karena besarnya dosa takhbib, Syaikhul Islam melarang menjadi makmum di belakang imam yang melakukan takhbib, sehingga bisa menikahi wanita tersebut. (Majmu’ Fatawa, 23/363). Makna Takhbib Dalam Syarah Sunan Abu Daud Adzim Abadi (w. 1329 H) menjelaskan, takhbib secara bahasa artinya menipu dan merusak. Dengan menyebut-nyebut kejelekan suami di hadapan istrinya atau kebaikan lelaki lain di depan wanita itu. (Aunul Ma’bud, 6/159). Di bagian lain, beliau juga menyebutkan,

مَنْ خَبَّب زوجة امرئ أي خدعها وأفسدها أو حسن إليها الطلاق ليتزوجها أو يزوجها لغيره أو غير ذلك

"'Siapa yang melakukan takhbib terhadap istri seseorang' maknanya adalah siapa yang menipu wanita itu, merusak keluarganya atau memotivasinya agar cerai dengan suaminya, agar dia bisa menikah dengannya atau menikah dengan lelaki lain atau cara yang lainnya." (Aunul Ma’bud, 14/52). Ad-Dzahabi mendefinisikan takhbib,

إفساد قلب المرأة على زوجها

”Merusak hati wanita terhadap suaminya.” (al-Kabair, hal. 209). Dalam Fatwa Islam, usaha memisahkan wanita dari suaminya, tidak hanya dalam bentuk memotivasi si wanita untuk menuntut cerai dari suaminya. Yang juga termasuk takhbib adalah ketika seseorang memberikan perhatian, empati, menjadi teman curhat terhadap wanita yang sedang ada masalah dengan keluarganya.

وإفساد الزوجة على زوجها ليس فقط بأن تطلب منها الطلاق ، بل إن محاولة ملامسة العواطف والمشاعر ، والتسبب في تعليقها بك أعظم إفساد ، وأشنع مسعى يمكن أن يسعى به بين الناس .

”Merusak hubungan istri dengan suaminya, tidak hanya dalam bentuk memotivasi dia untuk menggugat cerai. Bahkan semata upaya memberikan empati, belas kasihan, berbagi rasa, dan segala sebab yang membuat si wanita menjadi jatuh cinta kepadamu, merupakan bentuk merusak (keluarga) yang serius, dan usaha paling licik yang mungkin bisa dilakukan seseorang.” (Fatwa Islam, no. 84849) Memahami hal ini, berhati-hatilah dalam bergaul dengan lawan jenis siapapun dia. Bisa jadi pada awalnya seseorang memiliki niat baik, niat saling menolong, niat merasa kasihan, perlu ada teman untuk berbagi rasa. "Kan gak ada masalah kalo cuma jadi teman curhat, yang penting gak ada perasaan apa-apa. Kita kan niatnya baik, saling mengingatkan dan menasihati." "Saya merasa dekat dengan Allah semenjak kenal dia, kita saling mengingatkan untuk tahajud, untuk puasa sunnah." "Saya menjadi rajin ibadah karena nasehatnya, hatiku merasa nyaman dan tentram bersamanya, semoga dia menjadi pasanganku di surga…" Dan seabreg khayalan kasmaran lainnya. Ibnul Jauzi menukil nasihat dari Al-Hasan bin Sholeh yang mengatakan,

إن الشيطان ليفتح للعبد تسعة وتسعين بابا من الخير يريد به بابا من الشر

“Sesungguhnya setan membuka 99 pintu kebaikan, untuk menjerumuskan orang ke dalam satu pintu keburukan.” (Talbis Iblis, hlm. 51). Waspada bagi para lelaki, jangan sampai menerima curhat wanita tentang keluarganya. Bisa jadi ini langkah pembuka Iblis untuk semakin menjerumuskan anda. Semoga Allah menyelamatkan kita dari bahaya besar lingkungan yang kurang memperhatikan adab pergaulan. Allahu a’lam.

Ust. Satria Hadi Lubis



Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1V6Jehz

Dilarang Beli Air Pakai Dana Desa

air bersihBOYOLALI, Jowonews.com – Keinginan Pemerintah Desa Jemowo, Kecamatan Musuk untuk menyisihkan anggaran dana desa untuk membeli air bersih, kandas. Pemkab Boyolali tidak mengizinkan penggunaan dana desa untuk membeli air bersih. Meski air itu untuk membantu masyarakat yang kini kesulitan air bersih. 

Larangan itu sesuai dengan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi No 5 Tahun 2015 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa. Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Setda Boyolali, Arief Wardianta, menjelaskan jika dana desa ingin dimanfaatkan untuk mengatasi bencana kekeringan di desa, program kegiatan harus sesuai ketentuan dalam Permendes. 

Misalnya, contoh Arief, untuk membangun jaringan pipa, embung, jaringan irigasi tersier, maupun membeli bak penampungan air. “Itu boleh, tetapi kalau hanya untuk beli air bersih, akan saya suruh kembalikan. Dulu juga pernah terjadi di daerah Boyolali Utara, saya suruh kembalikan,” ungkap Arief kepada wartawan Senin (21/9). 

Pihaknya mengaku belum pernah menerima konsultasi apapun dari Desa Jemowo di Kecamatan Musuk berkait penggunaan dana desa untuk membeli air bersih. Dia berharap pemerintah desa tidak sembarangan memanfaatkan dana desa. Mengingat saat ini dana desa tengah menjadi sorotan karena dinilai rawan penyimpangan.

Pembelian air bersih menggunakan dana desa rawan menjadi catatan. Bahkan, ketika Pemdes menggunakan alokasi dana desa (ADD) atau dana tak tersangka dalam APBDes-ya, juga harus ada keputusan dari bupati tentang pernyataan kondisi bencana. “Kalau tidak ada pernyataan kondisi bencana dari bupati, dana tak tersangka yang dialokasikan APBDes juga tidak bisa dipakai sembarangan,” jelasnya. 

Menurut Arief, dari 261 desa di Boyolali, usulan penggunaan dana desa mayoritas untuk pembangunan infrastruktur. Namun ada juga yang dipakai untuk program pemberdayaan seperti pembangunan polindes, pendidikan anak usia dini (PAUD), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kios desa, maupun usaha simpan pinjam.

Sementara itu Kades Jemowo, Untung Widodo, menerima masukan dari Pemkab Boyolali tersebut. Untung mengatakan, penggunaan dana desa untuk membeli air bersih sebenarnya masih merupakan rencana dan dilaksanakan tahun 2016.

“Tapi kalau tidak diperbolehkan ya tidak masalah. Nanti kami buat prioritas pembangunan yang lain yang bisa mengatasi masalah kekeringan di desa kami,” tandas Untung. (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1Yvc2jg

Harga Kambing Kurban Lebih Murah dari Tahun Kemarin

Ilustrasi ternak kambingJEPARA, Jowonews.com – Ditengah kelesuan ekonomi seperti ini, masyarakat yang ingin melaksanakan kurban sedikit tertolong dengan turunnya harga hewan kurban utamanya kambing. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, terjadi penurunan sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu tiap ekornya.

Alikan, salah satu penjual kambing kurban di Jalan HOS Cokroaminoto Jepara mengungkapkan, berlimpahnya kambing usia potong di Jepara menjadi penyebab penurunan harga ini. Untuk kambing jenis etawa ukuran besar misalnya, pada momen kurban tahun lalu, harganya mencapai Rp 4 juta, saat ini turun menjadi Rp 3,7 juta.

“Rata-rata harga kambing yang dijual pedagang memang mengalami penurunan, dan relatif sama antar pedagang. Khususnya pedagang yang mengambil langsung dari peternak. Berbeda jika pedagangnya mengmabl dari pedagang lain, bisa jadi harganya lebih mahal,” ujar Alikan, Senin (21/9).

Alikan menambahkan, kambing yang dijualnya diambil sendiri dari desa-desa yang ada di Kecamatan Welahan seperti Brantak Sekarjati. Saat ini, di sentra-sentra peternak kambing memang tersedia cukup banyak kambing yang sudah layak untuk menjadi hewan kurban, sehingga berpengaruh terhadap harga di pasaran.

“Sejauh ini mayoritas yang membeli justru keluarga yang salah satu anggotanya tengah menunaikan ibadah haji. Mereka membelinya untuk disumbangkan di masjid atau di mushala,” imbuhnya.

Hal yang sama dikemukanan Kondir, pedagang kambing musiman di kawasan Stadion Kamal Junaidi turut Kelurahan Demaan. Mayoritas pembeli selama tiga hari ia membuka dagangan didominasi oleh pengusaha mebel, atau pemiliki gudang mebel. Mereka membeli untuk disembelih di masjid atau mushola di desa masing-masing, maupun di gudang masing-masing. (JN01)

 



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1Yvc3Um

Jengkel Polusi, Warga Segel Pabrik Ban

Demo warga Pati tolak Pabrik Semen

KENDAL, Jowonews.com – Kesal lantaran dampak polusi dari sebuah pabrik pengolah ban mencemari lingkungan perkampungan, puluhan warga dari Desa Meteseh, Kecamatan Boja dan Desa Merbuh, Kecamatan Singorojo,Kendal beramai-ramai menyegel pabrik ban milik PT Citra Mas Mandiri (CMM), Senin (21/9).

Penyegelan terjadi setelah tidak ada satupun pihak pabrik yang menemui warga. Warga kesal, sebab sudah di peringatkan bertahun tahun tidak ada tindak lanjut dari PT Citra Mas Mandiri (CMM). Sehingga mereka kemudian ramai-ramai menyegel dan menuntut pabrik tersebut untuk tutup total.

Ahmad Khoirudin (45) salah seorang warga setempat mengatakan jika perusahaan yang berdiri sejak tahun 2008 lalu itu, dinilai sangat mencemari lingkungan sekitar, mulai dari tanah, air hingga udara.

“Tindakan penyegelan dilakukan, setelah tidak ada satupun pihak pabrik yang menemui warga. Padahal telah berulang kali menggedor pintu gerbang pabrik. Karena tak kunjung ditemui, akhirnya warga beramai-ramai menyegel pabrik tersebut,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, sudah bertahun-tahun warga sekitar resah dan tidak nyaman. Terlebih, sudah sebulan ini dirinya terpaksa membawa keluargnya mengungsi ke rumah neneknya yang ada di Desa Merbuh, karena rumahnya tercemari limbah PT CMM.

 “Setiap hari lantai rumah kami penuh timbal berwarna hitam, udara kotor sehingga membuat tidak nyaman tinggal di rumah. Kami berharap PT CMM segera ditutup karena sudah tujuh tahun warga disini menderita, namun tidak pernah ada konpensasi dari perusahaan tersebut,” ungkapnya.

 Lanjutnya, yang lebih anehnya lagi dari pihak Pemkab Kendal seperti tutup mata dan membiarkan warganya menderita dengan keberadaan perusahaan tersebut, tanpa memberikan sebuah solusi yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.

 Sementara itu, Kadus Jonjang, Desa Merbuh, Rubiyanto, mengatakan, selama beroperasinya pabrik, memang udara sekitar menjadi tidak sehat karena bercampur dengan asap bekas bakaran ban yang bercambur timbal, sehingga membahayakan kesehatan. Selain itu, sumur-sumur warga yang digunakan untuk mandi dan memasak, juga tercemar berminyak, berwarna hitam serta berbau.

 “Akibatnya, banyak warga yang sering terserang demam berdarah dan cikungunya, Ispa, dan sakit-sakitan,” tuturnya.

 Rubiyanto mengatakan,  sejak 28 Januari 2014 silam, PT CMM sudah mendapatkan teguran dari Badan Lingkungan Hidup Pemkab Kendal. Selain itu, berdasarkan keputusan Gubernur Jateng nomor 660.1/BLHI/1236 tentang pengenaan sanksi administratif.

 PT CMM telah melanggar peraturan perundangan di bidang lingkungan hidup dan pengelolaan lingkungan.

 Terpisah, saat sejumlah wartawan media cetak maupun elektronik hendak meminta konfirmasi terhadap pihak pabrik, tidak ada satupun perwakilan dari pabrik yang mau memberikan keterangan terkait hal itu. (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1Yvc3U6

Pembangunan Jembatan Surobayan Berpotensi Molor

Kendaraan tengah menaiki tanjakan Jembatan Walitelon yang kerap memakan korban kecelakaan.

Kendaraan tengah menaiki tanjakan Jembatan Walitelon yang kerap memakan korban kecelakaan.

KAJEN, Jowonews.com – Jembatan Surobayan yang menghubungkan dua Kecamatan, yakni Kecamatan Kedungwuni dan Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, sudahdibangun sejak bulan Juni 2015 lalu. Namun melihat perkembangannya sampai sekarang, pembangunannya berpotensi tidak selesai pada waktu yang direncanakan sebelumnya.  Saat ini, jika diprosentasi baru seketar 40 persen.

Pembangunan jembatan senilai Rp 26 M itu ditarget selesai pada bulan Desember 2015, namun hingga bulan keempat (Septmeber.red) ini baru memasuki tahap pemasangan besi di atas blok pondasi beton, yang akan digunakan tiang penyangga.

Wakil Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan, Munir, saat melakukan kunjungan kerja Senin (21/9), mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyampaikan kepada pihak kontraktor, agar proyek pembangunan Jembatan Surobayan, Kedungwuni, dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai dengan jadwal kerja yang telah tercantum dalam kontrak.

“Kami ke sini ingin tahu perkembangannya, serta kepastian dari pihak kontraktor yaitu PT Tirta Bumi Kencana, mengenai kekhawatiran banyak pihak tersebut. Tanggal 10 Desember 2015 mendatang, adalah batas akhir penyelesaian jembatan Surobayan  tersebut,” kata Munir.

Menurutnya fungsi jembatan Surobayan bagi warga Kabupaten Pekalongan sangatlah penting.  Selain menjadi jalur ekonomi, jembatan itu merupakan akses utama bagi masyarakat Wonopringgo, Kedungwuni, Buaran, Karangdadap dan kecamatan lainnya, untuk menuju ke Ibukota Pemerintahan Daerah Kabupaten Pekalongan, yakni di Kota Kajen. “Kami mendesak kepada penggarap proyek agar dapat menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu,” ungkap Munir.

Menurutnya,  setelah  Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan melakukan kunjungan kerja lokasi jembatan, dan ke perusahaan penyedia material beton yang digunakan untuk membangun Jembatan Surobayan, agar masyarakat tidak perlu terlalu khawatir, akan pekerjaan proyek pembangunan jembatan Surobayan tersebut.

“Pihak proyek memastikan bisa menyelesaikan pekerjaan sebagaimana jadwal. Tentu kami ingin mereka bisa mengerjakannya tepat waktu,” tandas Munir.

Sementara itu, salah seorang pekerja dari kontraktor PT Tirta Bumi Kencana, Iwan, menegaskan bahwa pekerjaan proyek pembangunan jembatan Surobayan, telah dilakukan sesuai tahapan dan jadwal yang telah ditetapkan. Setiap saat diawasi dengan ketat, baik oleh pihak perusahaan maupun tim pengawas.

“Semua pengerjaan dilakukan sesuai tahapan dan terjadwal, sehingga akan selesai sesuai dengan kontrak,” tegas Iwan, yang ditemui saat mengawasi penuruan beton, di lokasi. (JN01)

 



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1it2tjG

KPU Janji Benahi Alat Peraga

pilkadaMAGELANG, Jowonews.com—KPU Kota Magelang berjanji  segera membenahi penataan alat peraga  kampanye (APK) sebelum  Idul Adha. Untuk diketahui, saat ini soal APK masih terjadi karut-marut. Utamanya, pada penempatan APK. Ketua KPU Kota Magelang, Basmar Perianto Amron menuturkan, banyak kendala teknis yang dihadapi di lapangan.

 “Kita  (KPU Kota Magelang, red) sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Terutama, dengan Desk Pilkada Pemkot Magelang yang diketuai Sekda Sugiharto maupun pihak ketiga yang menjadi mitra kami dalam pemasangan APK. Intinya, semua persoalan akan kita selesaikan. Targetnya, Rabu (23/9) harus sudah tuntas,” kata Basmar, Senin (21/9).

 Menurut Basmar,  pemasangan APK pasangan calon wali kota dan wakil wali kota kerap berada di titik-titik terlarang. Seperti penggunaan tiang telepon, tiang listrik, dan pohon.  Hal itu terjadi karena pihak ketiga kurang paham aturan. Juga detail teknis lainnya.

 “Persoalannya tidak hanya pihak ketiga yang sebagian tidak mengerti aturan. Tapi juga karena pihak ketiga itu tidak membawa bambu dan alat lain. Akhirnya, satu sisi pasang pakai tiang pancang, sisi lain menggunakan tiang telepon atau tiang listrik.” Menyikapi hal itu, lanjut Basmar, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Panwaslu maupun pihak pasangan calon.

 Terkait hal itu, lanjut Basmar, pihaknya tak berkeberatan jika  DPRD Kota Magelang bakal memanggil ia dan jajarannya. Basmar  berpendapat, hal itu justru positif untuk dijadikan evaluasi ke depan.

Terpisah, tim sukses pasangan calon Joko Prasetyo-Priyo Waspodo (Segoro Joyo), Samsuri, mengaku  masih menemukan adanya spanduk yang hilang. Jika  minggu lalu  di daerah Bayeman,  kini di Kelurahan Panjang dan Jalan Pierre Tandean. Ia juga komplain,  spanduk paslon nomor urut 3, kerap tertutup spanduk calon lain.

 “Kenapa spanduk kami yang selalu jadi korban. Selain kerap hilang, spanduk kami (Segoro Joyo, red) banyak tertutup dengan spanduk lain.” Terkait hal itu, ia meminta KPU, Panwaslu, maupun aparat hukum lainnya, untuk bertindak.

Menyikapi  keluhan tersebut, Basmar mengaku sudah berkoordinasi dengan Panwaslu, aparat hukum, maupun Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T). “Kita telah laporkan persoalan hilang tersebut ke aparat terkait. Soal spanduk yang tertutup spanduk lain, kita sudah berkoordinasi dengan BP2T agar tidak memasang spanduk lain, di tempat reklame yang kita gunakan untuk sosialisasi pilwalkot.”

Direktur Lembaga Demokrasi Peduli Pemilu (LDPP) Kota Magelang Slamet Rochim menjelaskan, berdasarkan pantauan pihaknya, banyak pemasangan  APK tidak seizin pemilik tempat.

“Kalau itu  yang terjadi, KPU melanggar UU Pemilu RI Nomor 8 Tahun 2015 Pasal 66 ayat 6, di situ disebutkan bahwa  pemasangan alat peraga kampanye yang menjadi milik perseorangan atau badan swasta harus seizin pemilik tempat tersebut,” ujar Slamet. (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1PjXgp9

Mualaf Gadungan Disidang, Mudah-Mudahan Tidak Mengulang Perbuatannya Kembali

serambiMINANG.com – Imam Masjid Cilandak Muhamad Saharudin dan Imam Masjid Jami Yarsi Uun Munir bersaksi dalam sidang mualaf gadungan dengan terdakwa Apulia Sitompul di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Para Imam Masjid ini berpesan supaya Apulia tobat. “Semoga kamu tobat yah, yang baik-baik saja,” ujar imam Saharudin dalam sidang kesaksian di PN Jakpus, Jl ...

Posting Mualaf Gadungan Disidang, Mudah-Mudahan Tidak Mengulang Perbuatannya Kembali ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1NOqMWO

Gayus Akan Diisolasi Jika Terbukti Keluyuran

ILustrasi Korupsi

ILustrasi Korupsi

Jakarta, Jowonews.com– Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang saat ini menjadi narapidana di lembaga pemasyarakatan Sukamiskin Bandung Gayus Tambunan akan diisolasi bila terbukti melanggar aturan karena bepergian di luar izin.

“Kalau memang terbukti kita isolasi. Itu namanya menyalahgunakan kepercayaan yang kita berikan,” kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan I Wayan Dusak di Jakarta, Senin.

Pada hari ini beredar foto Gayus Tambunan di media sosial Facebook dalam akun Baskoro Endrawan. Dalam foto tersebut, tampak Gayus duduk di restoran dan berpose dengan dua orang perempuan yang wajahnya sengaja dikaburkan. Gayus tampak memakai kaos biru, celana jeans dan topi biru. Satu telepon genggam juga terlihat di atas meja di hadapannya.

“Tadi kita sudah tanya Pak Menteri, usul isolasi saja, yang terkait pelanggaran aturan itu dikenakan sanksi sesuai aturan. Misalnya enggak boleh register F, kalau register F itu berarti tahun depan tak boleh dapat remisi. Tapi kita belum tahu sejauh mana pelanggarannya,” tambah Dusak

Menurut Dusak, ia juga sudah mengirim tim untuk memeriksa petugas yang mengawal Gayus

“Kita tadi kirim tim. Pasti kita kenakan sanksi siapapun yang bersalah. Kalau anak buah kami, kami yang menghukumnya. Enggak ada toleransi,” tegas Dusak.

Menurut Dusak, foto Gayus tersebut diambil pada 9 September 2015 untuk menghadapi sidang di Pengadilan Agama.

“Dia keluar 9 September. Ada gugatan cerai dari isterinya di Pengadilan Agama Jakarta Utara. Apakah kalau keluar sidang bisa singgah ke restoran? Nah itu yang sedang kita selidiki. Dia keluar di situ atau di restoran atau di mana, bisa saja di pengadilan kan ada restoran,” ungkap Dusak.

Namun Dusak mengakui bahwa Gayus memang tidak boleh singgah ke restoran.

“Yang enggak boleh dong mestinya. Di luar itu pasti ada yang salah,” tambah Dusak.

Menurut Kepala Sub Direktorat Komunikasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Akbar Hadi mekanisme pengeluaran sudah sesuai prosedur.

“Mekanisme pengeluaran sudah sesuai prosedur yaitu melalui sidang TPP dan pengawalan dari pihak lapas dan kepolisian. Bila ternyata selama pengawalan ternyata ada kelalaian petugas tentu akan ditindak tegas,” ungkap Akbar.

Saat ini Tim Kemenkumham Jawa Barat sedang bekerja melalukan pemeriksaan terhadap petugas pengawasan.

Gayus Tambunan harus saat ini harus menjalani total 30 tahun penjara setelah Mahkamah Agung menolak PK yang ia ajukan.

Rincian hukuman yang harus dijalani Gayus adalah dalam kasus pajak PT Surya Alam Tunggal Sidoarjo ia dihukum 12 tahun penjara karena menyuap penyidik, hakim dan merekayasa laporan pajak.

Selanjutnya Gayus dihukum dalam kasus penggelapan pajak PT Megah Citra Raya dan divonis 8 tahun penjara Ia pun mendapatkan vonis 2 tahun penjara dalam kasus pemalsuan paspor yang digunakan untuk jalan-jalan ke luar negeri.

Gayus masih menjalani hukumkan 8 tahun penjara dalam kasus pencucian uang dan penyuapan penjaga tahanan. (JN16/ant)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1j2yLTl

Ganjar Akan ‘Plesir’ ke Belanda

Ganjar saat di KSI BanjarnegaraSEMARANG, Jowonews.com – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama pejabat dilingkungan pemprov akan ‘plesir’ ke Suriname dan Belanda.

‘Plesir’ yang dikemas dalam kunjungan kerja (KK) akan dilakukan dalam waktu 11 hari. Direncanakan Gubernur dengan para pejabat pemprov akan berangkat dari Semarang pada tanggal 28 September-

Rombongan dijadwalkan baru balik ke Semarang pada tanggal 8 Oktober 2015. Sehingga praktis pergi pulang (PP) akan ditempuh 11 hari.

Sampai sekarang belum jelas berapa jumlah rombongan yang akan berangkat plesir yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo langsung. Sebab, ketika beberapa pejabat dikonfirmasi, terkesan menutup-nutupi dan tidak mau terbuka.

Kepala Biro Humas Pemprov Jateng Sinung Nugroho misalnya, saat dikonfirmasi membenarkan adanya rencana Gubernur dan pejabat pemprov ke Suriname dan Belanda. Namun, Sinung tidak mau memberi penjelasan. Dengan alasan baru masuk hari ini, Senin (21/9,red).

“Saya kurang tahu mas. Coba tanya Kepala Biro Otda, karena yang ikut Otda,”elaknya sambil meninggalkan wartawan yang minta konfirmasinya, Senin (21/9).

Meski Sinung tak mau memberi informasi gamblang, jumlah rombongan diperkirakan lebih dari sepuluh orang. Karena melibatkan beberapa pejabat dari berbagai Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD). Diantaranya Biro Otda, Dinas Pariwisata dan beberapa dinas lainnya.

Bahkan kalangan anggota dewan juga ada yang diajak, supaya tidak protes. Seperti Komisi E DPRD Jateng.

Ketua Komisi E DPRD Jateng Yoyok Sukawi saat dikonfirmasi membantah kalau komisinya ikut rombongan Gubernur ke Suriname dan Belanda. “Ndak mas, komisi E tidak ikut rombongan ke Suriname dan Belanda,”tukasnya.

Hal yang sama juga disampaikan anggota komisi E Muh Zein Adv. “Tidak, kita tidak ikut. Biar dipuas-puaskan saya (eksekutif,red). (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1Kuahcw

Kejati ‘Lepas’ Agoes Kroto

SEMARANG, Jowonews.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng ‘melepas’ mantan Kpala Biro Keuangan Agoes Soeranto. Agus Kroto, begitu Agoes Soeranto biasa dipanggil, Senin (21/9) tidak jadi ditahan dan diperbolehkan pulang ke rumahnya, usai diperiksa.

Informasi yang berkembang, Agus Kroto yang sudah lama ditetapkan jadi tersangka tersebut, tidak jadi ditahan karena adanya intervensi orang kuat di Jateng. Sehingga, Senin (21/9) pun akhirnya dilepas kembali.

Kasi Penyidikan Kejati Jateng Imang Job saat dikonfirmasi membenarkan kalau Agus Kroto tidak ditahan. “Hari ini memang kita periksa. Tapi tidak dilakukan penahanan,”ungkapnya.

Imang beralasan, Agus Kroto belum ditahan karena pemeriksaan belum selesai. Rencananya pemeriksaan masih akan dilanjutkan pekan depan, tepatnya setelah Idul Adha.

“Saya merasa tidak ada tekanan dari siapapun,”tukasnya.

Menurutnya, saat dirinya diwawancarai sekitar pukul 16.00, Agus Kroto sudah pulang dari Kejati Jateng.

Divisi Monitoring Kinerja Aparat Penegak Hukum Komite Penyelidikan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng Eko Haryanto sangat menyesalkan dengan tidak ditahannya Agus Kroto.

“Saya mendapat informasi, aparat penegak hukum mendapat tekanan dari pihak-pihak tertentu. Ada orang kuat di Jateng yang melakukan intervensi,”katanya.

Menurutnya, Kejati dinilai banci karena takut menegakkan hukum. Di Jateng hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas. “Kita akan koordinasi dengan berbagai elemen. Kita akan turun ke jalan mendesak Kejati supaya segera menahan Agus Kroto,”tukasnya.(JN01)

Kejati Jateng. (Foto : kejaksaan)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1Fawboy

Kejati ‘Lepas’ Agoes Kroto

SEMARANG,Jowonews.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng ‘melepas’ mantan Kpala Biro Keuangan Agoes Soeranto. Agus Kroto, begitu Agoes Soeranto biasa dipanggil, Senin (21/9) tidak jadi ditahan dan diperbolehkan pulang ke rumahnya, usai diperiksa.

Informasi yang berkembang, Agus Kroto yang sudah lama ditetapkan jadi tersangka tersebut, tidak jadi ditahan karena adanya intervensi orang kuat di Jateng. Sehingga, Senin (21/9) pun akhirnya dilepas kembali.

Kasi Penyidikan Kejati Jateng Imang Job saat dikonfirmasi membenarkan kalau Agus Kroto tidak ditahan. “Hari ini memang kita periksa. Tapi tidak dilakukan penahanan,”ungkapnya.

Imang beralasan, Agus Kroto belum ditahan karena pemeriksaan belum selesai. Rencananya pemeriksaan masih akan dilanjutkan pekan depan, tepatnya setelah Idul Adha.

“Saya merasa tidak ada tekanan dari siapapun,”tukasnya.

Menurutnya, saat dirinya diwawancarai sekitar pukul 16.00, Agus Kroto sudah pulang dari Kejati Jateng.

Divisi Monitoring Kinerja Aparat Penegak Hukum Komite Penyelidikan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng Eko Haryanto sangat menyesalkan dengan tidak ditahannya Agus Kroto.

“Saya mendapat informasi, aparat penegak hukum mendapat tekanan dari pihak-pihak tertentu. Ada orang kuat di Jateng yang melakukan intervensi,”katanya.

Menurutnya, Kejati dinilai banci karena takut menegakkan hukum. Di Jateng hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas. “Kita akan koordinasi dengan berbagai elemen. Kita akan turun ke jalan mendesak Kejati supaya segera menahan Agus Kroto,”tukasnya.JN01



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1FpbZPA

Agus Kroto Datangi Kejati

SEMARANG, Jowonews.com- Tersangka kasus dugaan dana bantuan sosial (bansos) provinsi 2011, Agoes Soeranto alias Agoes Kroto mendatangi penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati). Tersangka yang kini masih menjabat sebagai Kepala biro administrasi pembangunan daerah (Bangda) pemprov Jateng akan menjalani pemeriksaan terkait raibnya dana bansos sebesar Rp. 2 miliar itu.

“Iya hari ini dia (Agoes Kroto) dipanggil,” kata Kepala Seksi Penyidikan Tipidsus Kejati Jawa Tengah Imang Job Marsudi saat dikonfirmasi, Senin (21/9).

 

Namun, ia enggan menjelaskan terkait waktu pemeriksaan tersangka dimulai pukul dan sampai berapa. Akan tetapi, ia hanya menjelaskan kalau tersangka datang sendiri ke Kejati. Artinya, tersangka tidak dijemput paksa oleh Kejati lantaran dua panggilan yang dilakukan oleh pihak Kejati tidak dipenuhi. “Dia datang sendiri mas,” jelasnya.

 

Hingga berita ini dibuat, beredar informasi kalau tersangka gagal ditahan lantaran Kepala Kejati Jateng, Hartadi dan Aspidsus Joni Manurung tengah berada di Wonogiri. Hal tersebut berdampak pada proses penandatangan status penahanan oleh tersangka. JN15



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1QsO3LI

Gubernur dan Pejabat Pemprov akan ‘Plesir’ ke Belanda

SEMARANG,Jowonews.com – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama pejabat dilingkungan pemprov akan ‘plesir’ ke Suriname dan Belanda. ‘Plesir’ yang dikemas dalam kunjungan kerja (KK) akan dilakukan dalam waktu 11 hari. Direncanakan Gubernur dengan para pejabat pemprov akan berangkat dari Semarang pada tanggal 28 September. Rombongan dijadwalkan baru balik ke Semarang pada tanggal 8 Oktober 2015. Sehingga praktis pergi pulang (PP) akan ditempuh 11 hari.

Sampai sekarang belum jelas berapa

Ganjar Pernah Beri AMplop Wartawan. (Foto : IST)

Ganjar Pranowo

jumlah rombongan yang akan berangkat plesir yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo langsung. Sebab, ketika beberapa pejabat dikonfirmasi, terkesan menutup-nutupi dan tidak mau terbuka.

Kepala Biro Humas Pemprov Jateng Sinung Nugroho misalnya, saat dikonfirmasi membenarkan adanya rencana Gubernur dan pejabat pemprov ke Suriname dan Belanda. Namun, Sinung tidak mau memberi penjelasan. Dengan alasan baru masuk hari ini, Senin (21/9,red). “Saya kurang tahu mas. Coba tanya Kepala Biro Otda, karena yang ikut Otda,”elaknya sambil meninggalkan wartawan yang minta konfirmasinya, Senin (21/9).

Meski Sinung tak mau memberi informasi gamblang, jumlah rombongan diperkirakan lebih dari sepuluh orang. Karena melibatkan beberapa pejabat dari berbagai Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD). Diantaranya Biro Otda, Dinas Pariwisata dan beberapa dinas lainnya. Bahkan kalangan anggota dewan juga ada yang diajak, supaya tidak protes. Seperti Komisi E DPRD Jateng.

Ketua Komisi E DPRD Jateng Yoyok Sukawi saat dikonfirmasi membantah kalau komisinya ikut rombongan Gubernur ke Suriname dan Belanda. “Ndak mas, komisi E tidak ikut rombongan ke Suriname dan Belanda,”tukasnya. Hal yang sama juga disampaikan anggota komisi E Muh Zein Adv. “Tidak, kita tidak ikut. Biar dipuas-puaskan saja (eksekutif,red),” katanya.JN01



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1KFYJ9F

Minggu, 20 September 2015

Solidaritas Warga Samarinda untuk Penghentian Dibaginya Masjid Al-Aqsha oleh Zionis Israel

KNRP Samarinda

Aksi Solidaritas untuk Palestina yang dilakukan serentak dibeberapa kota di Indonesia, juga dilakukan di Kota Samarinda, Ahad (20/09) pagi oleh Komunitas Alquds Voulenteer Samarinda dan KNRP Kalimantan Timur bersama relawan lainnya, yang bertempat di GOR Sempaja Samarinda, Kalimantan Timur.

Telah diketahui bersama kabar dari Palestina atau Masjid Al-Aqsha membuat mata menjadi perih dan sedih karena pembagian waktu Masjid Al-Aqsha (At Taqsiim Az Zamaaniy), oleh pemerintah zionis Israel. Demikian disampaikan Ketua KNRP Kalimantan Timur Ali Hamdi membuka orasi.

Dirinya melanjutkan, membagi waktu tertentu untuk ibadah Yahudi dan di waktu yg lain untuk ibadah kaum Muslimin. Pemerintah zionis Israel telah menerapkan kebijakan ini dengan melarang kaum Muslimin baik yang laki-laki dan perempuan memasuki Masjid Al-Aqsha di waktu pagi dan mengkhususkannya untuk ibadah orang-orang Yahudi saja,” terang Ali.

Berikutnya, masih menurut Ali, terkait dengan pembagian tempat (At Taqsiim Al Makaaniy). Mengkhususkan sebagian area Masjid Al-Aqsha untuk membangun sinagog Yahudi, sebagai tahap awal mendirikan Salomon Temple palsu. “Pekerjaan proyek ini telah dimulai akhir-akhir ini oleh pemerintah zionis Israel dengan merampas sebagian wilayah pemakaman Ar-Rahmah yang berdempetan dengan Masjid Al-Aqsha, sebagai tahap awal untuk membuka gerbang yang menyambungkan ke area timur Al-Aqsha, yang disana akan dibangun sinagog,” tegasnya.

Sementara itu, hal senada disampaikan Sekretaris KNRP Kalimantan Timur Taufik Hidayat, dirinya mengatakan, Masjid Al-Aqsha adalah hak kaum Muslimin saja. Tidak ada yg berhak selain umat Islam. Masalah Al-Aqsha adalah Aqidah, umat Islam terikat secara ideologis, yang banyak ditegaskan dalam Al-Quran, Al-Hadits, serta fakta-fakta sejarah,” kata pria yang juga Anggota MUI Kalimantan Timur.

Aksi ini juga bertujuan untuk menyadarkan kaum Muslimin terhadap rencana busuk penjajah Israel yang ingin membagi-bagi Masjid Al-Aqsha. Selain itu juga untuk mengajak mereka menghentikan eksekusi yang sudah berjalan ini serta turut ambil bagian dalam menjaga muqaddasatul muslimin (tempat yang disucikan kaum muslimin).

“Kami mengajak semua warga Samarinda dan Kalimantan Timur pada umumnya untuk turut berpartisipasi dalam aksi solidaritas ini, dan tentunya menggugurkan tanggung jawab kita dihadapan Allah yang pasti akan menanyakan kepada kita semua kelak, Madza faaltum lil-Aqsho? (Apa yang sudah kalian perbuat untuk Masjid Al-Aqsha?), dan aksi ini salah satu jawabannya,” tegas Taufik.

Aksi kali ini memiliki beberapa acara, diantaranya orasi beberapa tokoh di  Kota Samarinda, teatrikal oleh anak-anak sekolah, seribu tanda tangan serta galang dana peduli Palestina dan Al-Aqsha. Masyarakat Samarinda sendiri sangat antusias mengikuti aksi ini, bahkan ada yang ikut menyumbang diantaranya uang dan cincin pernikahan salah satunya.

Alhamdulillah dari aksi ini terkumpul donasi sebesar Rp 15.140.500,- dan cincin kawin 23 karat seberat 2,210 gram,” tutup Taufik. 



Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1MBQRIk

Koperasi Syariah Sipitung Adakan Penyuluhan Koperasi.

Bambang Budiyanto,SAP (Kasie Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKMK Kab Bekasi) sedang memberikan penyuluhannyaKoperasi Syariah Sipitung (Silaturahim Pemuda Pemudi Cibitung) mengadakan penyuluhan dan pelatihan koperasi disekertariat sementara perumahan Permata Regensi Wanasari Kecamatan Cibitung, minggu (20/9). Penyuluhan dan pelatihan ini juga sebagai prasyarat untuk pembentukan badan hukum. Seperti dijelaskan dalam sambutan  pembuka acara.  Muhammad Isnaeni, ketua koperasi syariah Sipitung mengatakan target yang diamanahkan pada  RAK 1 (Rapat Anggota Khusus) adalah pembentukan badan hukum koperasi yang direncanakan setelah dua tahun berjalan. "Karena dipemda Kabupaten Bekasi ada program bantuan/bimbingan untuk koperasi membuat badan hukum gratis, maka kesempatan ini kita kejar," ungkap Isnaeni. Isnaeni juga berharap amanat RAK 1 itu bisa teralisasi dalam waktu singkat. Dalam penyuluhan itu juga menghadirkan narasumber, Bambang Budiyanto,SAP kepala seksi kelembagaan dari dinas Koperasi dan UKMK Kabupaten Bekasi dan Windardi,SE sebagai penyuluh koperasi. (Holil)

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1MBvYx6

Syamsul Falah : Budaya Bekasi Tidak Bisa Dipisahkan Dari Islam

Syamsul Falah (Berpeci putih) dalam pengajian rutin KumbesiAda yang istimewa pada pengajian rutin bulanan Kumbesi (Kumpulan Betawi Bekasi) kali ini,  karena hadirnya Syamsul Falah yang juga ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi, Minggu (20/09) di Kp.Siluman Rt 04/05,Ds. Mangunjaya,  kecamatan Tambun Selatan. Dihadapan para peserta pengajian Syamsul Falah mengatakan bahwa budaya bekasi tidak bisa dipisahkan dengan tradisi dan Budaya Islam. Walaupun secara kultural Kebudayaan bekasi bersentuhan dengan budaya Hindu dan Budha. "Saya berharap dengan Perkumpulan ini, mari kita bangun kesadaran besama, bukan hanya aspek jati diri tetapi lingkungan kita," harap Syamsul. Kehadiran Syamsul Falah juga diapresiasi oleh Supriyanto Sekjen Kumbesi. "Belum ada pimpinan Bekasi yang peduli dengan Budaya. Kita juga berdo'a semoga kedepan kita punya pemimpin yang peduli pada kebudayaan," Ungkap Sriyanto. Pada kesempatan itu Sriyanto juga menjelaskan tentang Kumbesi. "Kumbesi, sebagaimana visinya berjuang melalui budaya, maka organisasi ini harus berbeda dengan organisasi berbasis etnis lainnya. Jangan sampai cuma buat gagah-gagahan," jelasnya. Seperti diketahui Kumbesi adalah perkumpulan masyarakat Bekasi yang peduli terhadap pelestarian budaya betawi yang kian tergerus perkembangan zaman. (Holil)

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1WcNedE

Setelah di Bali, LGBT Unjuk Gigi di Balaikota DKI

Komunitas LGBT Jakarta kibarkan bendera pelangi dalam acara peringatan Hari Perdamaian Internasional di Balai Kota DKI, Minggu (20/9/2015). Foto : KompasBelum lama ini, serangkaian foto pernikahan sepasang pria yang diduga digelar di sebuah lokasi di Bali menghebohkan media sosial. Bahkan Gubernur Bali, Made Mangku Paskita merasa terusik wilayahya dijadikan tempat untuk pernikahan sejenis itu. "Ndak boleh itu, dimana itu. Menurut agama Hindu sangat dilarang itu. Makannya pingin tahu dimana persisnya lalu kita tegur. Kita sampaikan ke Majelis Desa Pakraman atau Majelis Desa Madya. Saya kira itu benar-benar satu aib lagi," tegas Made Mangku, seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Selasa (15/9/2015). Di Indonesia pernikahan sejenis melanggar Pasal 1 Ayat 1 Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Dalam undang-undang itu disebutkan perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami-istri. Namun kini komunitas LGBT (Lesbian,Gay,Biseksual, dan Transjender) malah lebih berani menunjukkan eksistensinya di ibukota Jakarta. Seperti berita yang dilansir Kompas, Komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transjender) Jakarta ikut meramaikan Hari Perdamaian Internasional yang digelar The Wahid Institute dan gerakan Indonesa #BeraniDamai, Minggu (20/9/2015). Mereka mengibarkan bendera pelangi sebagai tanda dukungan terhadap LGBT di Indonesia. "Kami komunitas LGBT. Harapan kami, perdamaian itu milik semua orang tanpa pandang agama, suku, dan orientasi seksual. Enggak ada lagi diskriminasi ke komunitas LGBT karena banyak sekali komunitas LGBT mengalami diskriminasi," ujar salah seorang pengurus komunitas LGBT Arus Pelangi dan Sanggar Waria Muda, Rian, di Balai Kota DKI, Minggu (20/9/2015). Peringatan ini diisi dengan jalan santai yang diikuti oleh raturan orang dari berbagai komunitas. Berbagai hiburan juga digelar di Balai Kota, seperti peluncuran spanduk besar #BeraniDamai, pertunjukan barongsai, atraksi tari Komunitas 5 Gunung, pembacaan "Mimpi Anak Indonesia", pertunjukan musik Koto, lomba menggambar untuk anak, flash mob, dan Pentas Musik Damai Nusantara. Puncaknya, akan ditutup dengan deklarasi yang dipimpin oleh Yenny Wahid dan penyanyi Agnes Monica. (Holil)

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1F9X1wX

Wonosobo Kembangkan Wisata Berbasis Desa

Pesona telaga dieng (pesona warna Indonesia)

Pesona telaga dieng (pesona warna Indonesia)

Wonosobo, Jowonews.com – Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, berupaya menggali potensi pariwisata berbasis desa sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui pengembangan pariwisata berbasis desa, ke depan diharapkan memiliki imbas positif terhadap derajat perekonomian warga,” kata Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kabupaten Wonosobo, Agus Purnomo, di Wonosobo, Senin.

Ia mengatakan salah satu potensi yang bisa dikembangkan, antara lain tradisi baritan di Desa Simbang, Kecamatan Kalikajar hingga saat ini masih dilestarikann.

Ia menuturkan baritan (bubar ngarit selamatan) yang tujuan awal sekadar melestarikan tradisi nenek moyang untuk memuliakan ternak tersebut ke depan bisa dikemas lebih menarik sehingga layak dijadikan sebagai agenda wisata budaya.

Menurut dia dengan masuknya unsur tradisi dan budaya serta penampilan beragam jenis kesenian khas dalam tradisi baritan yang digelar para petani setiap selesai masa panen padi tersebut sangat potensial untuk menarik wisatawan.

Menurut dia baritan memenuhi persyaratan sebagai potensi wisata berbasis desa, mengingat acaranya benar-benar digagas sendiri oleh warga dan didanai secara swadaya serta menampilkan sisi-sisi unik yang dimiliki desa di kaki Gunung Sumbing itu.

Ia mengatakan wisatawan terutama dari mancanegara, sangat tertarik dengan wisata tradisi seperti baritan. “Pada tahun-tahun mendatang, kami mendorong agar baritan bisa dikemas lebih menarik lagi, seperti lebih banyak kesenian yang tampil atau sapi-sapi milik peternak dikirab keliling desa dan dihias,” katanya. (JN16/Ant)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1OJU6gj

SKPD Jangan Takut Selama Bekerja Sesuai Aturan

Sejumlah PNS dari berbagai SKPD Pemprov antre menunggu giliran rapat di komisi C, Senin (3/11)

Sejumlah PNS dari berbagai SKPD Pemprov antre menunggu giliran rapat di komisi C, Senin (3/11)

Semarang, Jowonews.com – Legislator Dewan Perwakilan Rakyat RI Juliari P Batubara mengingatkan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) jangan takut selama bekerja benar dan sesuai aturan. Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi VI DPR yang membidangi industri, perdagangan dan koperasi itu saat kegiatan reses atau serap kegiatan masyarakat di Kelurahan Srondol Wetan, Semarang.

“Kalau mereka tidak main-main, ya, tidak usah takut,” katanya di Semarang, Minggu (20/9) kemarin.

Hal itu dikatakan Juliari menanggapi minimnya penyerapan APBD Kota Semarang 2015 yang sampai Agustus baru 42 persen dari target 66 persen. Salah satu penyebab minimnya penyerapan anggaran adalah adanya kekhawatiran jajaran SKPD melakukan proyek kegiatan atau ditunjuk menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK) bakal terjerat kasus hukum.

Berdasarkan catatan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Semarang, penyerapan anggaran sampai Agustus 2015 baru Rp1.532.554.102.608 atau 42,28 persen dari pagu anggaran Rp3.624.178.827.000.

Dari sebanyak 52 SKPD di lingkup Pemerintah Kota Semarang, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral (PSDA-ESDM) Kota Semarang yang serapan anggarannya paling rendah. “Penyerapan anggaran itu kan bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Kalau terlalu lambat, orang jadi ‘nganggur’, kontraktornya ‘nganggur’, pekerjanya ‘nganggur’, uangnya juga ‘nganggur’,” katanya.

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah I itu menyayangkan jika minimnya penyerapan APBD karena adanya kekhawatiran SKPD dalam melaksanakan kegiatan akan tersangkut kasus hukum. “Kalau mereka (SKPD, red.) khawatir, ya, berhenti saja. Takut ‘ngapa-ngapain’, ya, berhenti saja. Kalau mereka memang tidak mau ‘main-main; tidak usah khawatir (terjerat kasus hukum, red.),” katanya.

Juliari menegaskan, akan terus mendorong Pemkot Semarang untuk melakukan penyerapan anggaran secara maksimal agar jangan sampai ada program yang berhenti sehingga pembangunan berjalan dengan lambat. “Orang yang ditangkap itu kan orang yang ‘main’, mana ada orang yang ga ‘bermain’ kemudian ditangkap. Makanya, mereka (SKPD, red.) tidak usah takut kalau mereka memang tidak ‘main-main’,” ungkap Juliari. (JN03)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1NNoY0j

Ganjar Sarankan Presiden dan DPR Kurangi Gaji

Ganjar saat di KSI BanjarnegaraSemarang, Jowonews.com – Menghadapi situasi ekonomi yang serba sulit, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyarankan agar gaji Presiden Republik Indonesia dan kalangan anggota DPR RI dikurangi beberapa persen sebagai salah satu upaya mengatasi krisis ekonomi akibat terus melemahnya nilai tukar rupiah.

“Saya usul agar gaji presiden dan DPR dikurangi, bukan justru minta naik pada kondisi perekonomian seperti saat ini,” katanya di Semarang, Minggu (20/9) kemarin.

Ganjar mengaku tidak setuju dengan adanya usulan kenaikan gaji Presiden dan anggota DPR RI yang diutarakan sejumlah kalangan karena menilai hal tersebut tidak tepat serta kurang bijaksana. 

Dikatakan Ganjar, para anggota DPR RI seharusnya malu jika dalam kondisi krisis ekonomi justru mendapatkan kenaikan gaji beserta tunjangan-tunjangan yang lain. “Kalau saya malulah, ‘masak’ bicara soal pendapatan individual di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Ganjar berpendapat bahwa kenaikan gaji Presiden dan anggota DPR RI itu bisa diusulkan kembali jika kondisi perekonomian di Indonesia sudah membaik serta nilai tukar rupiah menguat. “Nanti kalau kondisi ekonomi sudah membaik bisa diusulkan kembali, tidak harus sekarang, apalagi Bapak Presiden sudah mengambil sikap (atas usulan kenaikan gaji),” kata mantan anggota DPR RI selama dua periode itu. (JN03)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1V4pEgQ

Hari Ini KP2KKN Tongkrongi Kejati, Pastikan Agus Kroto Ditahan

image

Ilustrasi

SEMARANG,Jowonews.com -Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) hari ini, Senin (21/9) akan ‘nongkrongi’ Kejaksaan Tinggi (Kejati). Pasalnya, langkah itu dilakukan untuk memastikan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah (Bangda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng Agoes Soeranto (Agus Kroto) yang diperiksa Kejati ditahan.

Rencana itu disampaikan Divisi Monitoring Kinerja Aparat Penegak Hukum KP2KKN Jateng Eko Haryanto, “Saya akan nongkrongi Kejati hari Senin (21/9) ini. Sampai Agus Kroto benar-benar ditahan,”tegasnya.

Menurutnya, hari ini Kejati dijadwalkan akan memeriksa Agus Kroto yang sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik Kejati. Padahal, Agus Kroto tidak ada halangan apapun. Dia tidak menghadiri panggilan penyidik dan memilih mendampingi Gubernur Ganjar Pranowo.

“Saya berharap, pada pemeriksaan kali ini, Agus Kroto akan langsung ditahan. Karena ini pemeriksaan terakhir,”katanya.

Disampaikan Eko Haryanto, siapaun orangnya, dimata hukum kedudukannya sama. Termasuk orang dekat Gubernur sekalipun. Bahkan pejabat lain yang terlibat kasus bansos tahun 2011 sudah ditahan semua. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak menahan Agus Kroto yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kalau hari ini Agus Kroto tidak ditahan, KP2KKN akan melakukan demo besar-besaran ke Kejati,”tukasnya.

Sebagaimana diberitakan, Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan penonaktifan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng Agus Suranto menunggu perkembangan proses hukum.
”Nanti [penonaktifan Agus Suranto] menunggu proses hukum apakah setelah ditetapkan sebagai tersangka akan ditahan?” katanya di Semarang, Rabu (16/9).

Ganjar berdalih,  sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) pejabat yang karena kesalahan administrasi tidak bisa dipidanakan.

”Saya terus mengikuti perkembangan dan menjalin komuniasi dengan Presiden masalah kesalahan administrasi ini,” tandasnya.(JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1OJIfPy

Kena Tabrak Lari, Ketua PA Kota Semarang Meninggal Dunia

wpid-08-12-38-8691-tewas.jpgSemarang, Jowonews.com – Ketua Pengadilan Agama Kelas IA Semarang Suhaimi (50) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tabrak lari di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang Ajun Komisaris Baihaqi di Semarang, Minggu, membenarkan peristiwa yang terjadi pada Sabtu (19/9) pagi tersebut. “Korban naik sepeda motornya saat itu,” kata Baihaqi.

Peristiwa nahas tersebut bermula ketika korban mengendarai sepeda motor dari arah utara menuju selatan. Diduga karena kurang hati-hati saat melintasi jalan dari cor beton tersebut, warga Akcaya, Pontianak, Kalimantan Barat tersebut terpeleset. Saat terpelesat, korban dihantam truk yang melaju dari arah belakangnya.”Disambar sebuah truk trailer yang melaju kencang,” katanya.

Truk yang belum diketahui identitasnya itu, langsung melaju tanpa menghiraukan korban yang telah  ditabraknya.Saat ini, polisi masih mengejar sopir truk maut yang masih ditelusuri identitasnya itu. (JN03)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1MzImh1

PDIP Segera Realisasikan Sekolah Partai

Semarang, Jowonews.com – Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan segera merealisasikan pembangunan sekolah partai di beberapa daerah untuk menggembleng kader agar sesuai dengan ideologi partai. Hal tersebut disampaikan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, saat memberikan pidato sambutan pada rapat koordinasi DPD-DPC PDIP se-Jawa Tengah menjelang pilkada serentak di 21 kabupaten/kota.

Rakor tersebut juga dihadiri pengurus DPP PDIP, seperti Utut Adianto, Hendrawan, Damono Lawi, dan Aria Bima.
“Saat ini kami telah menyiapkan lahan seluas 15 hektare untuk dibangun sekolah partai,” kata Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto di Semarang, Minggu (20/9).

Lahan yang disiapkan untuk pembangunan sekolah partai itu, kata dia, terbagi di tiga lokasi berbeda, yakni 3 hektare di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, 10 hektare di Bali, dan 2 hektare di Batu, Jawa Timur.”Sekolah partai di Bantul, sekolah kader partai di Bali, dan sekolah kerakyatan di Batu,” ujarnya.

Hasto mengharapkan ketiga sekolah itu bisa mencetak kader partai yang hebat serta sumber daya manusia partai yang sesuai dengan ideologi partai. Menurut dia, kaderisasi dan pendidikan politik harus benar-benar dilaksanakan secara bertahap serta berjenjang, tidak boleh secara instan.



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1MzImgX

Warga Terpaksa Jual Sapi untuk Cukupi Kebutuhan Air Bersih

kekeringanBoyolali, Jowonews.com – Puluhan warga di Desa Lanjaran Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali Jawa Tengah atau di lereng Gunung Merapi menjual sapinya untuk memenuhi kebutuhan air bersih. 

Musim kekeringan juga dirasakan oleh warga di Desa Jemowo Kecamatan Musuk Boyolali, mereka yang mampu dapat membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, warga yang kurang mampu hanya bisa mengandalkan bantuan dari berbagai pihak baik swasta maupun instansi pemerintah.

Hal itu terpaksa dilakukan untu mengatasi bencana musim kemarau. “Warga Musuk banyak yang sudah menjual sapinya untuk mengatasi kekurangan air bersih dan membeli pakan hijauan untuk ternak selama musim kemarau hingga saat ini,” kata Darto Kepala Desa Lanjaran, di Boyolali, Minggu (20/9).

Menurut Darto, warga di Desa Lanjaran hampir semuanya memiliki ternak sapi perah, dan sebagian juga sebagai petani sayuran. Pada Musim kemarau saat ini, mereka sudah menghabiskan belasan truk tangki isi 6.000 liter. Meskipun, warga sudah mendapatkan bantuan air bersih dari Pemerintah Kabupaten Boyolali, mereka masih kekurangan sehingga harus membeli sendiri untuk kebutuhan sehari-hari seperti masak/minum.

Dikatakan Darto, warga selian kesulitan air bersih, mereka juga harus membeli pakan hijauan untuk ternak sapi perahnya. Selama musim kemarau pakan ternak sudah sulit dicari sehingga terpaksa harus membeli mendatangkan dari daerah lain. “Pakan ternak sangat dibutuhkan, jika tidak sapi perah bisa tidak berproduksi,” katanya.

Menurut dia, akibat musim kemarau beberapa bulan ini, bak penampungan air hujan milik warga sudah habis untuk kebutuhan sehari-hari. Air itu, membeli dengan harga Rp200 ribu per tangki dan tergantung jaraknya. “Air bersih itu, untuk persediaan kebutuhan sehari-hari dan minum ternak sapinya. Stok itu, bisa bertahan lima hingga enam hari. Kita harus lebih hemat,” katanya.

Menurut Kepala Desa Jemowo, Untung Widodo, bahwa Pemerintah Desa Jemowo untuk mengatasi musibah kekeringan terpaksa menyisihkan sebagian anggaran dana desa untuk membeli air bersih.

Menurut dia, bantuan air bersih dari Pemkab Boyolali selama ini belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warganya Oleh karena itu, dana desa yang seharusnya untuk meningkatkan produktifitas daerahnya, tetapi terpaksan digunakan untuk mengatasi sekitar 6.000 warganya yang mengalami krisis air bersih. (JN03)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1Ont7YL

Oleng, Truk Tangki Gandengan Nggoling

BOYOLALI, Jowonews.com – Kecelakaan tunggal terjadi di ruas jalan Solo-Semarang, tepatnya di dekat jembatan tanjakan Tompak, Dukuh Gatak, Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali Sabtu (19/9). Truk tangki gandengan terguling setelah oleng kemudian menabrak pembatas jalan dan tiang listrik. 

Tak ada korban jiwa maupun luka. Namun gandengan terguling di tengah jalan dan sempat membuat macet jalur utama Solo-Semarang itu hingga sekitar 2 km. Bahkan, hingga sore hari arus lalulintas di sekitar tempat kejadian perkara masih padat dan terjadi antrian panjang. 

Informasi Jateng Pos menyebutkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.30. Bermula saat truk tangki gandengan AD 1842 EF yang dikemudikan Ahmad Basari (47) warga Jalan Bintoro, Pandeyan Lamper, Gayamsari, Semarang itu melaju dari arah Semarang menuju Solo. 

Sesampainya di lokasi kejadian, di jalan menurun tajam itu ada truk melaju berurutan dengan kendaraan lainnya. Sopir truk mengerem untuk memperlambat lajunya. Tiba-tiba laju truk gandengan yang mengangkut tetes tebu itu oleng ke kiri hingga menabrak pembatas jalan dan tiang listrik. Akibatnya, gandengan terlepas dan terguling di tengah jalan. Sementara bagian depannya, tidak sampai terguling. 

Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono melalui Kasatlantas AKP Yuna Ahadiyah mengatakan, tak ada korban jiwa maupun luka dalam kecelakaan tersebut. “Gandengannya terlepas dan terguling di badan jalan,” kata Yuna Ahadiyah. 

Akibat kejadian tersebut, arus lalulintas sempat macet. Tak hanya petugas unit laka yang langsung mendatangi lokasi kejadian. Sejumlah anggota Satlantas Polres Boyolali langsung digerakkan ke lokasi kejadian dan sekitarnya untuk mengurai kemacetan. “Kami langsung terjunkan anggota ke lokasi untuk mengatur lalulintas agar tidak sampai macet total,” ujarnya. 

Gandengan truk tangki yang semula terguling di tengah jalan pun dipinggirkan. Sehingga arus lalulintas bisa terus melaju di lokasi kejadian, meski harus pelan-pelan. Untuk mengevakuasi gandengan itu, Satlantas juga mendatangkan crane atau derek besar. “Kami juga langsung datangkan tangki air untuk menyemprot jalan yang penuh dengan tumpahan tetes tebu. Kami semprot agar tak licin,” tandas Yuna. (JN01)

 



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1V31IKD

Calon Kada Kumpul di Semarang

SEMARANG, Jowonews.com  – Semua pasangan calon bupati/wakil bupati dan calon wali kota/wakil wali kota dari 21 daerah di Jateng, Selasa besok (22/9) pukul 08.00 dijadwalkan hadir di Kota Semarang untuk mengikuti sarasehan bertema Optimalisasi Potensi Media dalam Pilkada Serentak 2015.

Ketua Panitia Sarasehan Agus Fathuddin Yusuf menjelaskan, sarasehan yang diselenggarakan PWI Cabang Jateng itu digelar di gedung Gradhika Bhakti Praja, Jalan Pahlawan, Semarang.

‘’Beberapa pasangan calon bupati dan wali kota sudah menyampaikan konfirmasi kepada kami akan hadir di Ghradhika. Tetapi sebagian lagi pamit tidak hadir karena bertepatan jadwal kampanye,’’ kata Agus.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo akan menjadi Keynote Speech. Sedang pembicara lainnya yaitu Pakar Komunikasi Undip Yulianto, Ketua KPU Jateng Joko Purnomo dan Ketua KPID Jateng Budi Setya Purnomo dengan moderator Gunawan Permadi Wakil Ketua PWI Jateng bidang organisasi.

Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS menjelaskan, sarasehan tersebut sebagai rangkaian kegiatan yang diawali pelantikan pengurus PWI Jateng periode 2015-2020 oleh Ketua Umum PWI Pusat Margiono.

Peserta yang diudang sebanyak 500 orang terdiri seluruh pihak berkompeten di 21 kabupaten/kota dan Provinsi Jateng antara lain, pasangan calon beserta tim sukses, KPU, Bawaslu, Parpol, Muspida, Bupati/Wali Kota, pimpinan media massa, DPRD, dan Ormas.

Sarasehan tersebut diharapkan sekaligus sebagai ajang silaturahim antara para pasangan calon bupati/ wakil bupati dan calon wali kota/wakil wali kota dengan jajaran media massa se-Jateng.

‘’Siapa pun yang bakal jadi bupati atau wali kota, Jateng tetap dalam kondisi aman, sejuk dan terkendali. Untuk menuju ke sana harus dibangun sejak dini diawali dengan bertemu, silaturahim dan saling memahami regulasi dan aturan mainnya,’’ kata Amir.

 Dia merasa yakin, insan pers sudah berkomitmen untuk menyukseskan pelaksanaan pilkada serentak di 21 daerah di Jateng. (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1V31KlU

Sabtu, 19 September 2015

Revolusi Sujud

wpid-fb_img_1442662668322.jpgTinjuku tak pernah lelah Meski berhadapan dengan roket dan tank Perlawanan ini abadi Bukan karena benci Perlawanan ini terus bergelora Sebab Al Aqso milik kami Tak akan sedetikpun menyerah Pada perampok yang menjarah Dan ingin mencaplok air dan tanah Palestina adalah perlawanan langit dan bumi Letak kemenangan kami bukan pada senjata canggih, meski kami mampu membuatnya Letak semangat kami bukan pada amunisi-amunisi modern Letak gelora kami bukan pada benda-benda mati yang bisu Kemenangan kami ada dalam revolusi sujud Semakin kami dekat pada-Nya Kemenangan adalah soal yang terjawab dan nyata Kemenangan kami ada dalam sujud-sujud panjang Dalam air mata yang berlinang Menyulam asa yang terus terngiang Hingga kemenangan dalam revolusi sujud Berbuah mati syahid atau hidup mulia Palestina merdeka Adalah nyata Bukan angan kosong apalagi mimpi belaka Sebab, kemenangan sudah kami rasakan Sebelum pertempuran terjadi Dalam revolusi sujud Dada-dada kami sudah rasakan kemenangan itu Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar ..... .... Sahabatmu, Bang Joy (Sabtu, 19 September 2015, 11:13. ‪#‎KramatJati‬, pena diri untuk ‪#‎Palestina‬)

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1V3BoFy

Facebook Akan Segera Buat Kebalikan Tombol Like.

wpid-images-8.jpg.jpegMark Zuckenberg dalam sebuah acara Q&A di markas besar Facebook di Menlo Park, California, mengatakan bahwa Banyak orang yang menanyakan hal ini kepadanya, dan hari ini adalah hari istimewa karena dia bisa mengatakan bahwa kami sedang mengerjakan tombol baru tersebut. Bahkan Mark menegaskan tombol ini sudah memasuki tahap final dan akan segera dirilis dalam waktu dekat. Seoerti diketahui sejak tahun 2009, Facebook memperkenalkan tombol Like yang menunjukkan kamu menyukai status dari teman Facebook kamu. Kini, Facebook sedang mempersiapkan tombol baru yang menunjukkan hal sebaliknya. Namun Mark pun menegaskan Facebook tidak akan membuat tombol Dislike. “Karena kami tidak mau Facebook menjadi ajang orang bersaing menyukai atau tidak menyukai sebuah status” tambah Mark. Namun peruntukan tombol ini bukan tombol “dislike” yang menunjukkan kamu tidak menyukai sebuah status. Namun tombol ini lebih mirip tombol simpati yang menunjukkan kamu turut prihatin terhadap berita duka yang ada dalam sebuah status. Contohnya ketika teman kamu posting mengenai motornya yang mogok, kamu klik tombol simpati ini dan bukan tombol Like. Dengan begitu pesan yang disampaikan bisa lebih jelas: kamu bersimpati dengan kejadian yang dialami teman kamu dan bukannya “suka” dengan kejadian itu. Bisa kita bayangkan apa jadi kalau tombol itu tombil dislike, tanpa tombol Dislike aja, Facebook sudah “rame” dengan perang komentar, hehe… (pcmild/holil)

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1gBYmAH

Di Balik Cambuk Berdarah

TKI wanita. [wartakota.tribunnews.com]Sore tadi sudah kukirim ke kampung Nak, uang yang kau minta. Di sini, di negeri ini Ibu merasa terasing, sepi di keramaian. Setiap pesan pendek yang kau sampaikan, setiap itu pula dada bergetar, jantung berdegup kencang. Kilatan cambuk melayang, bayangan tangan yang menggampar serta cacian mempurukkan jiwa, ikut berjasa mengantarkan kepergian uang sampai ke tanganmu Nak. Tak ada yang gratis di dunia ini, setiap kali engkau memanggilku Ibu, menyerukan rindu, setiap kali itu pula mereka menyebutku babu. Babu..? Ah dunia, sungguh dikau begitu kejam, untuk seorang yang tak sempat mengenyam bangku sekolahan seperti diriku. Aku memang babu, hinakah? Aku memang pembantu yang mungkin profesi yang tak pernah dicita-citakan oleh siapapun. Aku memang sedang tertunduk lesu, kelu dan mungkin juga haru, di seberang laut biru. Tapi semangatku masih menderu, untuk dirimu, untuk dikau anak-anakku yang telah lama kehilangan ayah. Uang kiriman itu Nak, tetesan keringat Ibu bersimbah luka darah. Luka yang selalu saja bertambah, luka yang tak mengenal obat, luka benturan kepala di dinding, luka strika panas di siang  terik, luka yang merebak di tangkai sapu, luka yang menusuk menghujam kalbu, luka yang menyeruak dalam jerit pilu. Dalam toreh siksa yang parah, di rutinitas keseharian negeri antah berantah, oleh orang-orang yang serakah. Tapi yakinlah Nak, itu uang penuh berkah. Demi masa depanmu yang kuinginkan cerah. Matahari ini kan terus berjalan Nak, bulan berputar, waktu berganti. Di balik kesedihan dan penderitaan ini, Ibu bangga menjadi bagian dari sosok pahlawan. Orang menyebutnya sebagai pahlawan devisa. Sekolah Ibu tak cukup 'tuk memahami apa itu devisa. Ibu hanya tak ingin menyusahkan siapa-siapa, termasuk menyusahkan negara. Ibu juga tak paham apa arti kepahlawanan, pahlawan rakyat jelata, negeriku tercinta Indonesia.

Androecia Darwis



Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1V3jrH5

Tebang Pilih Penegakan Hukum: Ridwan Kamil Diperiksa, Ahok Didiamkan

Ridwan Kamil. [galamedianews.com]Tebang pilihnya penegakkan hukum semakin vulgar. Pemeriksaan Ridwan Kamil menjadi bukti setelah ia diperiksa kejaksaan tinggi Jawa Barat terkait dengan dugaan kasus korupsi Kamis (17/9) kemarin. Walikota Bandung yang sarat prestasi itu dipanggil terkait dengan dugaan dana hibah sebesar Rp 1,3 miliar yang  diberikan Pemerintah Kota Bandung kepada Bandung Creative City Forum (BCCF) pada 2012, dimana Ridwan Kamil saat itu adalah Ketua BCCF. Menurut Ridwan, pengunaan dana itu sudah dilaporkan dan di audit BPK. Seluruh rangkaian kegiatan berikut pertanggungjawabannya juga sudah dilaporkan, berikut audit BPK yang dilakukan pada 2013 lalu. “Sudah dilaporkan, sudah diperiksa BPK, dan tidak ada masalah, tidak ada temuan (dugaan korupsi). Yang terakhir itu yang harus ditekankan,” tandasnya. “Jadi saya hari ini hanya untuk klarifikasi saja. Pertanggungjawabannya juga sudah tepat waktu,” tutur Emil menambahkan, seperti dilansir merdeka.com. Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki tjahaja Purnama atau ahok yang terindikasi korupsi atas kasus jual beli tanah Rumah Sakit (RS) Sumber Waras. Ahok dituding menyebabkan kerugian negara ratusan miliar, hingga kini belum dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan oleh KPK. "Ada indikasi penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta. Ada kemungkinan mark up dan korupsi dalam kasus tanah RS Sumber Waras," kata pengamat Politik DKI Jakarta Amir Hamzah di Gedung KPK, Jakarta, lansir CNN indonesia, Kamis (30/8). Amir mengklaim tudingannya berdasar hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2014. Amir pun meminta komisi antirasuah menindaklanjuti hasil audit tersebut. "Kami ingin KPK memeriksa Gubernur DKI Jakarta dan Direksi RS Sumber Waras," katanya. Polemik RS Sumber Waras bermula saat BPK menilai pembelian lahan untuk pembangunan rumah sakit pemerintah seluas 3,7 hektar itu dapat merugikan negara sebanyak Rp 191 miliar. Selisih harga tersebut terjadi karena BPK menemukan perbedaan harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada lahan di sekitar Rumah Sakit Sumber Waras dengan lahan rumah sakit itu sendiri. Sehingga diindikasikan ada penggelembungan dana. Sementara itu sekelompok demonstran yang menamakan diri KTP (komunitas Tugu Proklamasi) menggelar unjuk rasa didepan gedung KPK. Dalam aksinya, KTP membawa sebuah replika keranda mayat sebagai simbol matinya nyali KPK untuk memeriksa Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) yang terbelit skandal pembelian lahan RS Sumber Waras. "Kami muak dengan KPK saat ini, KPK mulai tak bertaring‎, KPK mandul. Kenapa tak kunjung berani memeriksa Ahok, apakah karena Ahok dekat dengan istana?" kata salah satu orator aksi dengan pengeras suara, di depan gedung KPK, Jakarta, lansir teropong senayan, Senin (14/9/2015). Selain menggotong replika keranda mayat, para demonstran juga membawa foto Ahok, ketua Yayasan Kesehatan Sumber Waras Kartini Muljadi dan Abraham Tedjanegara sebagai pihak yang diyakini bersekongkol dalan merampok uang negara senilai Rp 755 miliar. (holil)

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1WahPIQ

Hindari 7 Hal ini Agar Wukuf Anda Sah

Ilustrasi. [bahrulmaghfiroh.besaba.com]
Dalam lima hari ke depan, jutaan jamaah haji dari seluruh dunia akan melaksanakan rukun haji yang paling utama, yaitu wukuf di Arafah. Amalan yang hanya bisa dilakukan pada satu waktu setiap tahun ini merupakan puncak ibadah haji yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh jamaah haji. Wukuf merupakan syarat sahnya haji. Amalan ini tidak boleh ditinggalkan ataupun diwakilkan, bahkan jamaah haji yang meninggal sebelum waktu wukuf maka harus dibadal-hajikan (digantikan pelaksanaan hajinya oleh orang lain). Mengenai keutamaan wukuf ini Rasulullah SAW bersabda, “Haji adalah Arafah, barangsiapa datang pada malam harinya sebelum terbit fajar (hari kesepuluh), maka dia telah mendapatkan wukuf” (HR.Tirmidzi). Masih banyak keutamaan dari Wukuf dan hari Arafah, diantaranya wahyu terakhir yang diterima Rasulullah turun pada saat beliau wukuf di Arafah yaitu QS. Al-Maidah ayat 3. Ada juga yang mempercayai bahwa Jabal Rahmah yang ada di dekat Arafah merupakan tempat pertemuan Nabi Adam as dengan Hawa setelah sekian lama berpisah semenjak diturunkan dari syurga ke dunia. Selain itu, Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik do’a adalah do’a di hari Arafah dan sebaik-baik do’a yang dibaca olehku dan para nabi sebelumku adalah ‘laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalahu lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir’ (HR. Tirmidzi). Wukuf sendiri memiliki arti berhenti atau berdiam diri. Apa tujuan dari berdiam diri tersebut. Diantara makna wukuf di Arafah adalah perenungan manusia mengenai akan hadirnya sebuah peristiwa besar di Padang Mahsyar pada akhir hidup manusia. Karenanya, ketika wukuf jamaah haji diharapkan untuk memperbanyak berdo’a dan berdzikir dalam renungan. Maka pantas saja apabila di padang Arafah berjajar begitu banyak tenda. Ini diperuntukkan bagi jamaah haji agar bisa merenung dan berdzikir dengan nyaman selama wukuf di Arafah. Begitu pentingnya wukuf ini, sehingga pelaksanaannya harus bersungguh-sungguh. Hendaknya jamaah haji menghindari hal-hal berikut ini yang bisa mengurangi bahkan menghapus amalan wukuf : 1. Wukuf di luar area Arafah, karena bisa membuat wukuf tidak sah/tidak diterima 2. Keluar dari Arafah sebelum terbenamnya matahari pada hari kesepuluh Dzulhijah, hal ini juga membuat wukuf tidak sah karena waktu wukuf belum usai 3. Menyibukkan diri dengan berjalan-jalan dan berbelanja 4. Menghabiskan waktu untuk mendaki Jabal Rahmah dan menuliskan prasasti 5. Berdo’a menghadap Jabal Rahmah dan membelakangi kiblat 6. Tidur dan tidak mengoptimalkan waktu untuk berdo’a dan berdzikir 7. Menyibukkan diri dengan berfoto sehingga mengurangi waktu untuk berdzikir Wukuf adalah puncak ibadah haji. Terlaksananya wukuf akan menentukan diterimanya ibadah haji seseorang. Karenanya, jamaah haji haruslah memanfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya dan mengambil sebanyak-banyaknya hikmah dan makna di dalamnya. (M Rizaldy Latief)


Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1QOuhLh

Plt Walikota Pekalongan Ingatkan PNS Dilarang Berpolitik

Ilustrasi PNS

Ilustrasi PNS

Pekalongan, Jowonews.com – Pejabat Wali Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengingatkan para pegawai negeri sipil tidak berpolitik pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah, 9 Desember 2015.

Penjabat Wali Kota Pekalongan, Prijo Anggoro Budi Raharjo di Pekalongan, Sabtu, mengatakan PNS tidak perlu terlibat secara politik khususnya saat pelaksanaan kampanye pemilihan wali kota.

“Semua PNS harus bersikap netral meski mempunyai hak politik tetapi harus tetap mengetahui rambu-rambunya dan jangan sampai kebablasan,” katanya.

Menurut dia, dengan pelaksanaan Pilkada Serentak yang akan berlangsung pada 9 Desember 2015 dan dengan waktu yang masih relatif cukup panjang ini maka tidak menutup kemungkinan para abdi negara ikut-ikutan mendukung salah satu pasangan calon Wali Kota Pekalongan.

“Oleh karena, kami ingatkan PNS tidak terlibat secara politik. Kami akan memberikan sanksi tegas pada PNS yang terbukti mendukung atau ikut mempromosikan pasangan calon wali kota,” katanya.

Ia meminta pada jajaran birokrasi agar bisa lebih mendekat dan memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Jajaran birokrasi itu, kata dia, bisa disebut sebagai pembantu masyarakat, yaitu bisa memberi pelayanan kepada rakyat dengan maksimal dan memuaskan.

Ia mengatakan selama menjabat sebagai penjabat wali kota, dirinya akan memprioritaskan tiga hal, pembangunan, penyelenggaraan pemerintahan, dan pelayanan masyarakat.

“Oleh karena, kami berharap pada PNS lebih mengedepankan pelayanan pada masyarakat daripada terlibat pada politik pilkada,” katanya. (JN03)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1iEfRCv

Harga Beras di Purwokerto Masih Tinggi

Purwokerto, Jowonews.com – Harga beras di pasar tradisional Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, masih bertahan tinggi dan cenderung melonjak meskipun sebagian besar wilayah Jateng bagian selatan telah memasuki masa panen.

Dari pantauan di Pasar Wage dan Pasar Manis, Purwokerto, Sabtu, harga beras IR64 kualitas medium mencapai Rp9.000 per kilogram sedangkan IR64 kualitas premium sebesar Rp10.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang beras di Pasar Wage, Warti mengatakan bahwa harga beras IR64 kualitas medium saat ini mencapai Rp9.000 per kilogram atau naik Rp200 dari dua pekan sebelumnya yang sebesar Rp8.800 per kilogram.

“Mungkin hasil panennya tidak terlalu banyak dan kurang baik sehingga petani lebih memilih menyimpan sebagian gabahnya untuk konsumsi sendiri, apalagi musim tanam masih lama karena belum ada hujan. Dengan demikian, harga beras di pasaran masih bertahan tinggi dan cenderung naik,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pedagang beras di Pasar Manis, Agus mengaku hanya menjual beras kualitas premium karena sulit memperoleh beras kualitas medium.

Dalam hal ini, dia hanya menjual beras pandan wangi dengan harga Rp12.000 per kilogram dan IR64 kualitas premium kemasan 5 kilogram maupun curah dengan harga Rp10.000 per kilogram. “Kalau yang biasa enggak ada, sulit mendapatkannya. Adanya cuma pandan wangi dan IR64 premium tapi ini bisa langsung dipakai karena sudah bersih (tidak ada sisa gabahnya, red.),” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Humas Bulog Subdivisi Regional Banyumas M. Priyono mengatakan bahwa Bulog berusaha menjaga agar harga beras di tingkat petani tidak terlalu rendah dan di tingkat konsumen tidak terlalu tinggi.

Menurut dia, hal itu disebabkan Bulog saat sekarang terus berupaya meningkatkan penyerapan beras kualitas premium dari petani.

“Hingga hari Jumat (18/9), beras yang masuk ke gudang-gudang Bulog Banyumas mencapai 51.000 ton dari prognosa tahun 2015 yang sebesar 80.000 ton. Volume beras yang masuk rata-rata 300 ton per hari karena saat ini kami menyerap yang premium, kalau yang biasa sudah enggak ada,” katanya.

Menurut dia, pasokan beras yang tersedia di gudang-gudang Bulog Banyumas diperkirakan mencukupi kebutuhan di wilayah eks Keresidenan Banyumas yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara hingga bulan Maret 2016.

Ia mengakui bahwa harga beras di tingkat pengecer atau pasaran masih tinggi karena kemungkinan beras yang dijual pedagang merupakan stok lama karena saat Bulog mulai membeli beras kualitas premium, penggilingan banyak yang menjual berasnya ke badan usaha milik negara (BUMN) itu.

“Sebelumnya kami membeli beras kualitas premium dengan harga RP9.000 per kilogram sehingga penggilingan-penggilingan jualnya ke Bulog. Bulog selanjutnya menurunkan harga pembelian menjadi Rp8.750 per kilogram agar harga di tingkat konsumen tidak terlalu tinggi dan di tingkat petani tidak terlalu rendah,” pungkasnya. (JN03)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1JgNOxL

JELANG IDUL ADHA HARGA SAPI NAIK Rp 2 JUTA

TEMANGGUNG, Jowonews.com- Harga sapi kurban di Kabupaten Temanggung Jawa Tengah menjelang Hari Raya Idul Adha naik antara Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta per ekor. Seorang pedagang sapi Sudarsono di Temanggung, Sabtu, mengatakan dalam satu pekan terakhir harga sapi naik berkisar Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta per ekor dibanding hari-hari biasa. “Kenaikan harga tersebut khusus untuk sapi jantan yang biasa dijadikan hewan kurban, sedangkan harga sapi betina tetap stabil,” katanya.
Ia menyebutkan harga sapi yang semula Rp 15 juta per ekor menjadi Rp 17 juta hingga Rp 17,5 juta per ekor dan yang semula Rp 17 juta naik menjadi Rp 19,5 juta.
Ia menuturkan permintaan sapi tahun ini tidak seramai tahun lalu. Memang ada peningkatan permintaan dari hari normal, tetapi tidak seramai tahun lalu.
Berbeda dengan ternak sapi, harga kambing/domba di Temanggung cenderung stabil bahkan sedikit turun.
Seorang pedagang kambing, Marsudi mengatakan untuk kambing/domba dengan berat 30 hingga 40 kilogram harganya cenderung stabil Rp 1,6 juta hingga Rp 1,7 juta per ekor.
Namun, untuk kambing/domba dengan berat 20 kilogram hingga 25 kilogram mengalami penurunan sekitar Rp 200.000 per ekor. Harga kambing/domba dengan berat 20 kilogram hingga 25 kilogram dengan harga Rp 950.000 hingga Rp 1 juta.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Temanggung, Slamet Saryono mengatakan untuk memenuhi kebutuhan ternak kurban bisa dicukupi ternak lokal.
“Temanggung bisa mencukupi sendiri kebutuhan hewan kurban, bahkan banyak ternak dari Temanggung dijual ke luar daerah,” katanya.
Ia menyebutkan populasi sapi di Temanggung mencapai 30.115 ekor, sedangkan kambing/domba sekitar 340 ribu ekor. “Setiap tahun penyembelihan sapi di Temanggung hanya 600 ekor sedangkan kambing/domba sekitar 5.000 ekor,” katanya.J10-ant



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1Pb3c3K

Jumat, 18 September 2015

KP2KKN:Percuma Ganjar Pakai Jargon Mboten Krupsi, Mboten Ngapusi

image

SEMARANG,Jowonews.com -Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng menyayangkan sikap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, yang menganggap status tersangka Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng Agoes Soeranto (Agus Kroto) hanya persoalan administrasi. Bahkan Ganjar juga tidak mau menon aktifkan Agus Kroto dari jabatannya.

Menurut Divisi Monitoring Kinerja Aparat Penegak Hukum KP2KKN Jateng Eko Haryanto, sikap Ganjar tidak tepat dan bukti kalau Gubernur dari PDIP ini tidak pro pemberantasan korupsi..

”Ganjar Seharusnya ikut mendukung langkah kejaksaan mengusut kasus korupsi bansos dengan cara menonaktifkan Agus Suranto. Bukan malah seolah-olah melindungi,”tegasnya, Sabtu (19/9).

Terlebih, ujar dia sudah dua kali Agus Kroto tidak hadir ketika dipanggil penyidik  Kejati Jateng untuk diperiksa sebagai tersangka dengan alasan sibuk.

“Kalau itu dianggap administrasi saja, ya coba dilihat ada niat jahatnya tidak. Kasus bansos selama ini kan jelas seperti itu,”ketus Eko.

Apapun alasannya, proses hukum kasus bansos tidak boleh diintervensi oleh siapapun. Termasuk Gubernur Ganjar Pranowo.

Eko yang selama ini intens mengkritisi kebijakan Ganjar yang tidak populer ini menilai percuma Ganjar memiliki jargon ‘Mboten Korupsi Mboten Ngapusi’.

Semua ternyata tidak sesuai kenyataan
”Percuma memakai jargon mboten korupsi, mboten ngapusi kalau kenyataannya tidak berani mencopot anak buahnya yang terlibat korupsi,” ujar dia.

Bila Ganjar juga benar-benar  tidak mau menonaktifkan Agus Suranto maka dikhawatirkan justru ada kekuatan politik yang memperlambat proses hukum.

”Kami khawatir jika Ganjar tak membebastugaskan Agus maka yang bersangkutan berpotensi mempengaruhi proses hukum,” tukas dia.

Sebagaimana diberitakan, Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan penonaktifan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng Agus Suranto menunggu perkembangan proses hukum.
”Nanti [penonaktifan Agus Suranto] menunggu proses hukum apakah setelah ditetapkan sebagai tersangka akan ditahan?” katanya di Semarang, Rabu (16/9).

Ganjar berdalih,  sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) pejabat yang karena kesalahan administrasi tidak bisa dipidanakan.

”Saya terus mengikuti perkembangan dan menjalin komuniasi dengan Presiden masalah kesalahan administrasi ini,” tandasnya.(JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1iWRG1W

Hendak Tawuran, Puluhan Pelajar Lari Lihat Petugas

SEMARANG,Jowonews.com – Aksi kejar-kejaran antara puluhan pelajar dengan aparat Polsek Gayamsari, aktivis Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM), TNI, dan warga sekitar, terjadi di Jalan Dr Cipto, Semarang, Jumat (18/9) sore.

Bahkan, dalam aksi kejar-kejaran tersebut beberapa pelajar diduga membuang senjata tajam jenis gobang. Hal itu setelah petugas mendapati beberapa senjata tajam tergeletak di jalan.

Informasi yang dihimpun, puluhan pelajar tersebut berjumlah 50 sampai 60 orang. Mereka merupakan gabungan dari beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Semarang, seperti SMK Pelita Semarang, SMK 5 Semarang dan SMK 17 Semarang.

Diduga puluhan pelajar gabungan tersebut hendak terlibat tawuran dengan menyerang salah satu sekolah yang berada di Jalan Dr Cipto Semarang. Dalam peristiwa tersebut, 10 pelajar terpaksa diamankan ke Mapolsek Gayamsari untuk dimintai keterangan.

Kapolsek Gayamsari, Kompol Dili Yanto, saat dikonfirmasi mengatakan sebelum peristiwa itu terjadi, pihaknya menerima informasi akan adanya tawuran pelajar. Mendapat informasi tersebut, pihaknya kemudian melakukan antisipasi dengan mengadakan patroli.

“Ada informasi ke kami dari kemarin. Lalu kami lakukan antisipasi dengan berpatroli. Tadi waktu anggota patroli, mereka bubar. Tapi setelahnya berkumpul. Terus kami dan TNI datang ke lokasi. Di sana ada sekitar 50-an pelajar,” katanya kepada Jateng Pos, Jumat (18/9) sore.

Dili memaparkan, saat petugas berada di lokasi, beberapa pelajar ada yang berusaha melarikan diri. Kemudian dikejar oleh petugas dan dibantu warga sekitar. Sementara beberapa pelajar berusaha menghindar dan berpura-pura tenang. Setelah dilakukan pemeriksaan di tas para pelajar. Petugas mendapati beberapa peralatan yang tak lazim dibawa pelajar, seperti sabuk dengan ujung bergantung gear sepeda motor. Selain itu, di lokasi kejadian juga ditemukan parang atau gobang yang diduga dibuang oleh pelajar.

“Di lokasi ditemukan juga senjata tajam. Tergeletak di jalan, tapi tidak diketahui pemiliknya. Terus ada empat sepeda motor yang ditinggal kabur pemilik. Semuanya kami amankan ke polsek bersama 10 pelajar,” ungkap Dili yang juga mengatakan kalau dari beberapa pelajar tersebut ternyata ada yang sudah lulus. “Katanya solidaritas,” sambung Dili.

Sementara itu, seorang pelajar yang ikut digelandang ke Mapolsek Gayasari membantah jika dirinya memiliki senjata atau alat yang biasa digunakan untuk tawuran. Pelajar berinisial Rf juga mengaku kalau tidak tahu kalau akan ada tawuran. Ia juga mengatakan kalau dirinya sedang berada di bengkel untuk menambal ban sepeda motor. “Saya di bengkel, tambal ban. Tidak tahu soal tawuran. Saya itu tadi mau pergi futsal, lha kok malah ditangkap,” ujarnya.

Hingga petang kemarin, para pelajar yang diamankan tersebut masih dimintai keterangan di Mapolsek Gayamsari. Mereka juga mendapatkan pembinaan usai didata oleh petugas. “Kami data dan berikan pembinaan kepada para pelajar tersebut,” pungkas Dili Yanto.(JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1YkNQ2K

RSUD Dilarang Menolak Pasien

AMBARAWA,Jowonews.com – Seluruh pimpinan rumah sakit umum daerah (RSUD) di Kabupaten Semarang diminta agar tidak menolak pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Hal itu disampaikan Bupati Semarang dr Mundjirin dihadapan para pimpinan RSUD dan dokter saat peresmian gedung rawat  inap RSUD Ambarawa dan peletakan batu pertama pembangunan masjid RSUD Ambarawa, Jumat (18/9) siang.

“Tugas pemerintah adalah melayani masyarakat dengan baik. Jadi rumah sakit jangan sampai menolak pasien. Pasien datang harus ditangani dulu, jika ada kesulitan persyaratan bisa diikuti setelahnya,” kata Bupati.

Bupati  mengatakan, saat ini biaya pelayanan RSUD kelas III gratis. Sehingga warga miskin tidak perlu bingung dengan biaya rumah sakit.  “Sekarang ini kelas III gratis, jadi warga miskin tidak usah takut berobat ke RSUD,” imbuhnya.

Menurut Bupati, RSUD Ambarawa sebelumnya sempat kesulitan untuk membeli peralatan medis. Sebab tidak bisa bebas menggunakan nggaran yang dimiliki rumah sakit. Setelah pengelolaan keuangannya menggunakan  sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), manajemen RSUD Ambarawa bisa mengelola anggarannya sendiri.

“Sejak tahun 2012 sudah BLUD, sehingga bisa cari uang sebanyak-banyaknya dan dikelola RSUD sendiri. Sekalipun demikian saya ingatkan agar jangan sekali-kali korupsi. Sekarang RSUD Ambarawa sudah bagus,” ungkap Bupati.

Direktur RSUD Ambarawa, dr Rini Susilowati mengatakan, pembangunan gedung  tiga lantai untuk rawat inap menelan biaya sebesar Rp 9,4 miliar. Gedung tersebut berkapasitas 64 tempat tidur yang terbagi dalam tiga kelas, yakni kelas III sebanyak  30 tempat tidur, kelas I sebanyak 16 tempat tidur dan 18 tempat tidur di  ruang VIP.

Selain gedung  rawat inap, tahun  2016 akan membangun  masjid RSUD Ambarawa. Sebab masjid yang ada saat ini kondisinya kurang layak.

“Sebelumnya kami sering merujuk pasien ke luar, sebab kekurangan kamar. Dengan di bangunnya gedung rawat inap ini pelayanan dapat ditingkatkan sebab kapasitasnya juga meningkat. Masjid yang akan dibangun ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan pasien,” kata dr. Rini. (JN01)

 



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1YkNOIr

Pencurian Hewan Kurban Membuat Pedagang Resah

KENDAL,Jowonews.com—Penjual hewan kurban yang berada di Kaliwungu, resah akan aksi pencurian hewan kurban yang mulai marak terjadi. Sebab, sudah ada dua tempat penjualan hewan kurban telah disatroni kawanan pencuri spesialis hewan kurban.

Informasi yang dihimpun, kawanan pencuri biasanya datang pada pagi dini hari. Yakni sekira pukul 02.00-04.00 WIB. Pencurian mudah dilakukan, lantaran rata-rata tempat penjualan hewan kurban terbuka dan minim penjaga.

Dua lokasi penjualan hewan kurban yang disatroni pencuri yakni milik Nasarudin di Jalan Sekopek dan Sugiyo di Jalan Plantaran. Keduanya mengaku telah kehilangan satu ekor kambing.

“Baru kali ini, padahal pengalaman tahun-tahun kemarin tidak serawan seperti sekarang ini. Pencurian hewan kurban ini terjadi dua hari yang lalu, satu kambing milik saya hilang dicuri,” kata Nasarudin, Jumat (18/9).

Dia mengatakan, lokasi penjualan hewan kurban miliknya berada di belakang Warung Sate Sholikin Jalan Sekopek. Para pencuri diduga sudah menguasai lokasi, karena tempat penjualan hanya dipagari bambu. Selain itu, berdekatan dengan kebun yang terbuka, sehingga mudah diincar dari sisi manapun.

Dia mengakui, tempat selain terbuka juga hanya berbentuk kandang terbuka dengan hewan kurban yang hanya diikat di tiang-tiang bambu atau kayu. Sehingga dapat dengan mudah bagi pencuri masuk ke kandang, kemudian membawa kabur hewan kurban yang tersedia,” tuturnya.

Ia mengaku, saat ini hanya memiliki dua orang penjaga malam. Itupun berjaga secara bergantian. Sehingga kemungkinan lengahnya banyak karena harus menjaga sapi dan kambing dalam jumlah banyak. Selain itu, mereka petugas juga berkewajiban memberikan makan sapi dan kambing pada malam hari.

Saat ini, jumlah hewan kurban yang dia jual jenis kambing ada sekitar 80 ekor dan sapi 10 ekor. Kendati demikian, dirinya belum melaporkan kejadian pencurian tersebut ke polisi. “Kami perlu berhati-hati dan mewaspadai aksi pencurian,” lanjut dia.

Sementara Kapolsek Kaliwungu, AKP Setya Adi Nugraha mengaku belum menerima laporan terkait pencurian hewan kurban. Kendati demikian, pihaknya akan melakukan tindakan antisipatif dengan mengistuksikan anggotanya supaya berpatroli secara rutin.

“Kami akan mendata jumlah penjual hewan kurban di Kaliwungu khususnya, dan berkoordinasi dengan penjual serta pihak-pihka terkait. Hal itu guna memberikan pengamanan dan kenyamanan bagi masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha,” tandasnya.(JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1F6NsyE