Senin, 31 Agustus 2015

Rakyat Menunggu Tangisan Puan Maharani

serambiMINANG.com – Saat ini rakyat menunggu Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menangis di depan publik, sebagaimana yang terlihat saat Puan masih menjadi Ketua Fraksi PDIP DPR RI. Sindiran itu disampaikan pengamat politik Muhammad Huda kepada intelijen (31/08). “Sekarang ini tidak pernah terlihat tangisan Puan lagi. BBM naik tidak nangis, justru senyum-senyum. Website Revolusi ...

Posting Rakyat Menunggu Tangisan Puan Maharani ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1MZfX2f

Orangtua atau Bos di Rumah?

[ilustrasi: pondokaiuna.com]Ayah Bunda, dalam diri anak-anak Anda bisa jadi ada darah Anda. Hanya saja, tidak semua orangtua jadi orangtua sebenarnya untuk anak-anaknya, tapi hanya menjadi Bos Anak, yakni menjadi Bos di Rumah untuk anak-anaknya. Bos Anak, membuat takut dalam diri anak-anaknya Orangtua membangun kepercayaan anak-anaknya Bos Anak sering mengatakan “Pokoknya Mama Papa Tidak Mau....” Orangtua sering mengatakan “Mama Papa Sangat Senang Jika Kamu....” Bos Anak sangat tahu bagaimana mengatur anak Orangtua sangat tahu bagaimana membina anak Bos Anak selalu mengendalikan anak Orangtua membantu anak mengendalikan dirinya sendiri Bos Anak berfokus pada keburukan anak Orangtua berfokus pada kebaikan anak Bos Anak bicara pada saat anak berantem Orangtua bicara pada saat anak rukun Bos Anak menguasai anak Orangtua bekerjasama dengan anak Bos Anak menyelesaikan hampir semua masalah anak Orangtua melatih anak menyelesaikan masalahnya sendiri Bos Anak sangat lihai menyalahkan saat anak bermasalah, mundur ke belakang Orangtua rendah hati menemukan solusi bersama saat anak bermasalah, maju ke depan Bos Anak mengatakan “lain kali jangan kayak gitu!” saat anak minta maaf Orangtua mengatakan “Subhanallah, alhamdulillah, anak Mama Papa berlapang dada meminta maaf” Bos Anak itu otoriter pada anak Orangtua itu otoritatif pada anak Bos Anak nonton tv pada saat anak belajar Orangtua mematikan tv pada saat anak belajar Bos Anak selalu menanyakan ‘bagaimana pelajaran kamu hari ini? Bagaimana nilaimu?’ Orangtua menanyakan ‘apa yang membuatmu tertawa hari ini di sekolah nak? Bos anak menceramahi anak ‘mama papa bilang apa, kamu sih banyak main, nilaimu jadi jelek begini, prestasimu turun!’ Orangtua bicara dengan anak ‘mama papa yakin kamu kecewa dan sedih dengan nilai belajarmu. Adakah yang bisa mama papa bantu agar nilaimu jadi lebih baik?’ Bos anak mengusir anak saat pulang kerja ‘sana jangan dekat-dekat, kamu tau mama papa kan cape!’ Orangtua merengkuh anak saat pulang kerja ‘sini anak-anakku. Siapa dulu yang mau bercerita?’

Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari Direktur Auladi Parenting School Fasilitator Pelatihan Orangtua di 25 Propinsi 7 Negara www.auladi.net | inspirasipspa@yahoo.com



Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1fSXNCi

Direktur IMF Bertemu Jokowi, Akan Ada Utang Baru?

Christine LagardeDi sela acara konferensi regional tingkat tinggi yang diselenggarakan di Gedung BI, Jakarta, hari ini (Selasa, 1 September 2015), Direktur IMF Christine Lagarde dijadwalkan akan bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pukul 16.30 WIB. Lagarde akan berada di Indonesia hingga esok Rabu (2 September 2015). Tokoh lain yang akan ditemui Lagarde antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Kedatangan Lagarde disinyalir terkait dengan rencana Presiden Jokowi yang ingin mencari pinjaman dari dalam maupun luar negeri untuk menutupi defisit anggaran tahun depan. Jokowi pernah menyampaikan niat tersebut saat pidato kenegaraan menjelang hari kemerdekaan di gedung DPR. "Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan fiskal, defisit anggaran tersebut akan ditutup oleh sumber-sumber pembiayaan dari dalam dan luar negeri. Sumber pembiayaan luar negeri dipilih secara selektif sehingga bersifat tidak mengikat dan dengan biaya yang lebih rendah," ujar Jokowi, Jumat (14 Agustus 2015) di depan anggota DPR dan DPD RI di Gedung Parlemen, Jakarta. Senior Resident Representative IMF untuk Indonesia, Ben Bingham, membantah rencana penawaran utang kepada Indonesia. “Spekulasi bahwa Managing Director kami ke Indonesia untuk membahas program pinjaman IMF dengan pemerintah RI tidak memiliki dasar,” tegas Bingham. Hal yang sama juga disampaikan Menkopolhukam, Luhut Binsar Pandjaitan. Menurutnya, Lagarde menemui Jokowi hanya untuk menyampaikan pandangan-pandangan IMF tentang langkah-langkah stabilisasi ekonomi yang sedang dilakukan Indonesia. "Indonesia tidak akan meminjam dari IMF. Kita tidak ada urusan dengan IMF dan  tidak akan ada yang bisa mengintervensi pemerintah Republik Indonesia dan Presiden Joko Widodo," terang Luhut. Indonesia sendiri sudah tidak lagi memiliki utang kepada IMF sejak tahun 2006. Hal tersebut disampaikan oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat mengklarifikasi isu adanya utang Indonesia dengan IMF. “Maaf, demi tegaknya kebenaran, saya harus mengatakan bahwa seluruh utang Indonesia kepada IMF sudah kita lunasi pada 2006 yang lalu,” katanya beberapa waktu lalu.

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1X8OnEq

Dipimpin Ahok, Jakarta Terpuruk Menjadi Sepuluh Kota yang Tidak Bersahabat

[foto: jbw.or.id]Kenyamanan merupakan salah satu komponen kualitas hidup yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat pada suatu wilayah. Oleh karena itu pemimpin diwilayah tersebut harus bisa menciptakan kenyamanan baik untuk masyarakat setempat dan juga para pendatang atau wisatawan. Ironisnya, Jakarta yang merupakan Ibukota negara di pimpin oleh seorang gubernur Basuki tjahaja Purnama atau Ahok, Mendapatkan penilaian buruk sebagai kota tidak nyaman dan bersahabat bagi para pelancong. Hal ini sebagaimana hasil survei majalah travel Conde Nast Traveler, Jakarta menempati nomor sembilan dalam sepuluh kota paling tidak bersahabat di dunia. Penilaian ini adalah hasil pendapat para pelancong internasional yang dirangkum oleh Conde Nast Traveler. Seperti dilaporkan laman Sydney Morning Herald, hari ini, Snein (31/8/2015), Jakarta termasuk dari sepuluh kota yang tidak bersahabat. Peniliaian ini ditentukan oleh survei tahunan Reader Choice Awards dari majalah itu yang mengaku menerima sejuta suara dari 77.000 pembacanya. Berikut sepuluh teratas kota tak bersahabat 1. Caracas, Venezuela 2. Casablanca, Maroko 3. Guangzhou, Tiongkok 4. Guatemala City, Guatemala 5. Nairobi, Kenya 6. New Delhi, India 7. Kairo, Mesir 8. Moskow, Rusia 9. Jakarta, Indonesia 10. Cannes, Prancis Sebaliknya kota Bandung yang dipimpin oleh Ridwan Kamil seorang pemimpin yang tidak banyak mengumbar kata kata ataupun tidak tempramental sebagaimana ahok, dengan bangga mengklaim sebagai kota favorit tujuan wisata. Kota Bandung menjadi destinasi wisata berperingkat keempat di Asia yang dipilih wisatawan mancanegara. "Bandung terpilih jadi tempat wisata ke empat di Asia yang menjadi pilihan wisatawan mancanegara setelah Bangkok, Seoul dan Mumbay, sedangkan di dunia menempati peringkat ke-21," kata Ridwan Kamil. (Holil)

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1PHVfTG

SPI Membahas Ghazwul Fikri dan The Worldview of Islam di Al-Azhar

SPI Membahas Ghozwul FikriSekolah Pemikiran Islam (SPI) Fatahillah mengadakan kelas perdana perkuliahannya untuk angkatan ketiga. Kali ini, SPI bekerja sama dengan YISC (Youth Islamic Study Club) Al-Azhar untuk menggagas tema “Class for Study Islam and Liberalism”. Kuliah perdana dibuka dengan materi pertama “Ghazwul Fikri” dan dilanjutkan dengan materi kedua “The Worldview of Islam”, keduanya disampaikan oleh Akmal Sjafril, M.Pdi, pendiri SPI yang namanya menjadi terkenal di kalangan cendekiawan Muslim Indonesia bahkan Asia Tenggara lewat bukunya, Islam Liberal 101 dan Buya Hamka: Antara Kelurusan Aqidah dan Pluralisme. Buku Islam Liberal 101 bahkan sudah mencapai cetakannya yang ketujuh, mengalahkan buku-buku tentang pemikiran liberal yang nampaknya kurang diminati di kalangan masyarakat luas. Kuliah pertama ini dimoderatori oleh Andri Okta yang juga merupakan aktivis senior di YISC Al-Azhar. “Pertama kali, perang pemikiran telah dikumandangkan oleh Iblis terlihat jelas dalam Surat Al-Hijr ayat 39, di mana Iblis berkata, ‘….aku kan menjadikan mereka memandang baik perbuatan maksiat di muka bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semua.’ Oleh karena itu, perang pemikiran sejatinya adalah perkara yang sudah sejak awal menjadi perhatian besar umat Muslim,” papar Akmal kepada para peserta SPI. Selain itu, Akmal juga menekankan bahwa ghazwul fikri harus disikapi sebagai perang yang sesungguhnya, bukan hanya gebrak-gebruk emosional yang responsif di media sosial yang sesungguhnya tidak akan bermanfaat untuk jangka panjang “Dalam jihad, kalau menang terhormat, tapi kalah pun ada peluang syahid. Tetapi dalam perang pemikiran, tidak ada pilihan selain menang! Yang kalah bukannya syahid, melainkan jadi pecundang, bahkan robot atau boneka yang dikendalikan musuh,” tegas Akmal, ayah satu anak ini. Yang menjadi senjata dan sasaran tembak dalam perang pemikiran adalah worldview. “Worldview adalah ‘isi kepala’ manusia yang menjadi asas atas segala perbuatan yang dilakukannya,” ujar Akmal. Akmal menjelaskan bahwa worldview ini harus berlandaskan Tauhid, karena Tauhid adalah pondasi utama dalam Islam. Materi kedua yang disampaikan ini lebih banyak mengutip pemikiran-pemikiran cendekiawan Islam kelas dunia seperti Syed Muhammad Naquib Al-Attas, Sayyid Quthb, Adnin Armas, Hamid Fahmy Zarkasyi, dan juga Adian Husaini. Materi kuliah kedua ini juga membahas perbandingan antara worldview Islam dengan worldview Barat. Salah satunya, bahwa Islam memiliki pandangan yang lebih komprehensif, bersifat final, dan berasal dari keyakinan. Berbeda dengan cara berpikir Barat yang sangat spekulatif dihiasi dengan keragu-raguan, serta tidak final dan selalu dapat diubah, dan ini menandakan bahwa worldview Barat sendiri tidak kokoh pondasinya. Mayoritas peserta SPI kali ini adalah dari kalangan mahasiswa dari berbagai kampus, seperti UI, LIPIA, UNAS, UIN Syahid, UNJ, IPB, dan juga ada yang berasal dari Univ. Ibn Khaldun (UIKA) Bogor. Selain dari kalangan mahasiswa, tidak sedikit juga yang berasal dari kalangan pekerja dan ibu rumah tangga. Tak kalah populernya juga ada pasangan suami-istri yang masih muda dan baru bersama-sama mendaftar SPI kali ini. “Saya sangat suka mempelajari pemikiran-pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan juga ustadz-ustadz dari INSISTS yang juga berguru kepadanya. Mereka membahas Worldview Islam dengan ilmu yang tinggi namun tetap rendah hati. Sayang sekali bukunya Al-Attas masih belum bisa diakses mudah di Indonesia, selain itu juga mayoritas buku-bukunya yang masih berbahasa Inggris, Parsi, dan Arab. Alhamdulillah semua kesusahan itu dimudahkan dengan adanya SPI,” ungkap Muawwin B. Zamzamy, peserta SPI yang berkuliah di UIKA yang fasih berbahasa Arab dan juga aktif di beberapa organisasi-organisasi dakwah kampus. Perkuliahan SPI Jakarta akan berlangsung dwipekanan selama tiga bulan ke depan pada hari Sabtu pukul 13.00-17.30 WIB. Salah satu tujuan diadakannya sekolah ini adalah mencetak para da’i penulis yang mampu melawan serangan-serangan pemikiran dengan ilmu yang mumpuni. Azhari Setiawan

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1UiNE4K

Satu Suara untuk Buruh

[foto: beritatrans.com]Satu Suara Untuk Buruh Berbaris Beriringan Konvoi Suarakan kaum buruh Begitulah lembaran-lebaran suara buruh Rezim berganti bukan jaminan buruh makin lebih baik Suara buruh terus melengking keras Meski membentur tembok keangkuhan Gelombang PHK yang selalu menghantui kaum buruh Menambah ketar-ketir kehidupan buruh Apakah selamanya buruh menjadi mangsa peradaban Banyak pabrik berdiri kukuh Atas jutaan keringat yang menetes Pada mesin-mesin pabrik Sang kapitalis terbahak-bahak meraup untung besar Bila keadaan tak berpihak pada si cukong Maka tendangan keras PHK Adalah hantaman tak terelakan bagi buruh Untung diperah tenaganya Rugi ditendang harga dirinya Ini bukan soal siapa yang menjadi pemimpin dinegeri ini Namun siapapun pemimpinnya Jika buruh selalu dipandang sebelah mata Maka lautan protes akan selalu bergema Suara buruh terus minta keadilan Tak ada buruh yang ingin rusuh Buruh hanya ingin sejahtera, sama seperti kamu kaum profesional Buruh hanya ingin keadilan tegak Bilakah jeritan buruh dan jeritan pengusaha bisa satu suara? Bilakah buruh, pengusaha dan penguasa bisa satu suara? Bila kehidupan buruh makin sejahtera Bila keadilan tegak direpublik ini Buruh, pengusaha dan penguasa sudah berjalan pada bakti yang sama Untuk saudaraku kaum buruh Untuk saudaraku pengusaha Untuk saudaraku penguasa Satu tanah air Satu jiwa dialam merdeka Kepalkan tangan dan tinju kesombongan di diri kita masing-masing Yakinkan pada kami di seluruh nusantara Bahwa buruh, pengusaha dan penguasa bisa satu suara Untuk Indonesia yang lebih baik lagi Bisa lepas dari kandang kapitalis Bilakah??? Sahabatmu, Bang Joy (Selasa, 1 September 2015, 07:45. #Buruh juga manusia. #KramatJati, pena diri untuk negeri)

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1UiNGcX

Besok 4.636 jemaah Haji Asal Indonesia Akan Memasuki Makkah, Jamaah Dibagi Menjadi 12 Kloter

serambiMINANG.com – Gelombang jemaah haji dari Indonesia akan mulai memasuki Makkah besok. Bergerak dari Madinah, 4.636 jemaah akan berduyun-duyun memasuki Makkah dengan menggunakan jalur darat. Keberangkatan akan dibagi menjadi 3 waktu, yakni setelah Subuh, setelah Zuhur, dan setelah Ashar. Berikut ini pembagian keberangkatan jemaah sejumlah 12 kloter: -Setelah Subuh dibagi 2 gelombang. Gelombang pertama 2.465 ...

Posting Besok 4.636 jemaah Haji Asal Indonesia Akan Memasuki Makkah, Jamaah Dibagi Menjadi 12 Kloter ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1X0JA7U

Amien Rais : Nilai Tukar Rupiah Akan Tembus Rp 16.000,- Per US$

serambiMINANG.com – Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, memperkirakan nilai tukar rupiah bakal menembus Rp16 ribu per satu dolar Amerika Serikat. Menurut Amien, ada tanda-tanda bangunan ekonomi Indonesia menuju kebangkrutan. “Sekarang ini saya mencermati struktur ekonomi kita mulai kolaps. Rupiah, kata sahibul hikayat, bisa tembus Rp15 ribu sampai Rp16 ribu,” kata Amien saat memberi ...

Posting Amien Rais : Nilai Tukar Rupiah Akan Tembus Rp 16.000,- Per US$ ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1O0SIU4

Letusan Gunung Lokon, BMKG : Status Gunung Siaga

serambiMINANG.com – Sabtu, 29 Agustus 2015 malam kemarin sekira pukul 23.48 Wita, Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara kembali meletus. Letusan gunung berapi tersebut menerbangkan material debu vulkanik mencapai 1,5 kilometer ke timur dan utara, sebagai rangkaian lanjutan peningkatan aktivitas yang terjadi sejak Jumat, 28 Agustus lalu. Akibat letusan itu, beberapa kali gempa vulkanik ...

Posting Letusan Gunung Lokon, BMKG : Status Gunung Siaga ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1X0Jxcv

Petinggi IMF Datang, Sepertinya Jokowi Tak Lama Jadi Presiden

serambiMINANG.com – Rencana kedatangan beberapa petinggi International Monetary Fund (IMF) ke Indonesia justru akan membahayakan Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Walaupun niatan IMF Indonesia membantu mengatasi melemahnya rupiah tetapi akan ada permintaan dari IMF seperti pencabutan beberapa subsidi. Ini akan berbahaya buat Jokowi,” kata pengamat politik Zainal Abidin dalam pernyataan kepada intelijen, Sabtu (29/8). Menurut Zainal, ...

Posting Petinggi IMF Datang, Sepertinya Jokowi Tak Lama Jadi Presiden ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1LCQZ79

SBY Minta Pemerintahan Jokowi Berhenti Beretorika

serambiMINANG.com – Ketua Umum Partai Demokrat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla memikirkan solusi bagi pelemahan ekonomi Indonesia secara serius. Salah satu hal yang harus dilakukan adalah bagaimana melakukan stabilitas harga agar pelemahan ekonomi ini tak berdampak langsung bagi masyarakat menengah ke bawah. “Tolong berhenti beretorika. Jangan beretorika ideologis. Rakyat tidak membutuhkan ...

Posting SBY Minta Pemerintahan Jokowi Berhenti Beretorika ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1hmIsLa

Awas, Gelombang PHK Ancaman Serius bagi Kekuasaan Jokowi

serambiMINANG.com – Semakin memburuknya perekonomian Indonesia yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) buruh secara massal akan membahayakan kekuasaan Presiden Joko Widodo. Seruan itu disampaikan aktivis politik Aino Sukirno kepada intelijen (28/08). “Ini yang harus kita antisipasi, kalau pemerintah tidak bisa menjaga stabilitas ekonomi, semakin banyak lagi yang kena PHK,” kata Aino. Menurut Aino, akibat ...

Posting Awas, Gelombang PHK Ancaman Serius bagi Kekuasaan Jokowi ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1IsiFaj

Jokowi Intervensi, KPK tak Usut Temuan BPK Soal Dugaan Korupsi Gubernur DKI

serambiMINANG.com – Presiden Joko Widodo tidak berhak meminta aparat penegak hukum untuk tidak menindaklanjuti temuan-temuan terkait dugaan korupsi, dengan alasan menghambat program pembangunan. Penegasan itu disampaikan pengamat politik Muslim Arbi kepada intelijen (28/08). “Jokowi telah meminta aparat penegak hukum untuk tidak menindaklanjuti temuan dugaan korupsi. Ini sebuah intervensi hukum,” tegas Muslim Arbi. Menurut Muslim, pernyatan ...

Posting Jokowi Intervensi, KPK tak Usut Temuan BPK Soal Dugaan Korupsi Gubernur DKI ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1F5vBmf

Dana Haji Milik Masyarakat Akan di Investasikan Jokowi Dalam Bentuk Insfrastruktur

serambiMINANG.com – Setelah sebelumnya Ade Armando,Pakar komunikasi Universitas Indonesia dan Paramadina menggulirkan ide kontroversi dengan menyatakan bahwa praktek ibadah haji tidak sejalan dengan pembangunan yang mensejahterakan rakyat miskin. “Ini yang sekarang tampaknya terjadi dengan ibadah haji dan umrah. Dalam pandangan saya, yang bisa saja salah, pelaksanaan ibadah haji dan umrah di Indonesia tidak sejalan dengan ...

Posting Dana Haji Milik Masyarakat Akan di Investasikan Jokowi Dalam Bentuk Insfrastruktur ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1UjiPHF

PDIP Yakin Jokowi Konsisten dan Mampu Atasi Gejolak Ekonomi

serambiMINANG.com – Di tengah tren perekonomian regional yang sedang terguncang, Presiden Jokowi dinilai tetap teguh dan konsisten untuk bekerja . Sikap Presiden Jokowi yang tidak panik akan menumbuhkan kepercayaan pasar sehingga Pemerintah dinilai akan mampu mengatasi gejolak pelemahan ekonomi.‎ “Langkah-langkah Presiden sudah tepat. Beliau tidak panik dan konsisten serta mengajak semua pihak untuk bekerja. Para ...

Posting PDIP Yakin Jokowi Konsisten dan Mampu Atasi Gejolak Ekonomi ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1NN7Ne8

AL Iran : Dalam Beberapa Bulan Kedepan Akan Operasikan Perahu dengan Kecepatan 80 knot

serambiMINANG.com – Angkatan Laut (AL) Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran/IRGC) menyatakan dalam beberapa bulan ke depan pihaknya akan mengoperasikan perahu berkecepatan 80 knot. “Kami akan menggelar dua manuver militer khusus IRGC, dan bisa jadi akan menggelar manuver pula dengan Angkatan Bersenjata,” ungkap Panglima AL IRGC Laksamana Ali Fadavi saat mengabarkan rencana pengoperasian perahu tercepat itu ...

Posting AL Iran : Dalam Beberapa Bulan Kedepan Akan Operasikan Perahu dengan Kecepatan 80 knot ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1PYlV3n

Pemerintah Harus Tindaklanjuti Rekomendasi Ombudsman Terkait Cantrang

Ilustrasi nelayan, foto:www.rmol.co

Ilustrasi nelayan, foto:www.rmol.co

Semarang, Jowonews.com – Pihak Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) Pusat mendesak pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) segera menindaklanjuti rekomendasi yang dikeluarkan Ombudsman Republik Indonesia terkait dengan pelarangan alat tangkap ikan berupa cantrang.

“KKP harus secepatnya menindaklanjuti rekomendasi Ombudsman agar ada kepastian nasib para nelayan pengguna cantrang,” kata Sekretaris Jenderal PPNSI Riyono di Semarang, Senin (31/8).

Ia mengharapkan tindak lanjut yang diberikan KKP terkait dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 dan 2 Tahun 2015 mengenai pelarangan cantrang itu bersifat positif dan menguntungkan kalangan nelayan.

Rekomendasi pertama yang dikeluarkan Ombdudsman RI dan harus ditindaklanjuti oleh KKP itu adalah Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 dan 2 Tahun 2015 harus lebih spesifik terutama mengenai pelarangan penggunaan cantrang karena pada lampiran peraturan tersebut ada 17 jenis alat tangkap ikan yang dilarang.

Rekomendasi kedua, memberikan masa waktu transisi untuk mengimplementasikan peraturan tersebut sekurang-kurangnya dua tahun agar memberi kesempatan kepada nelayan dan pemilik kapal untuk menyesuaikan alat tangkap yang digunakan.

Menurut dia, sesuai dengan Pasal 38 Undang-Undang Nomor 37/2008, Ombudsman mempunyai kewenangan untuk memberikan rekomendasi dan rekomendasi tersebut wajib dilaksanakan dalam waktu 60 hari sejak diterima oleh pihak yang terkait.

Terkait dengan hal tersebut, sejumlah kalangan berencana menguatkan dua rekomendasi Ombudsman itu di Mahkamah Agung agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak yang terlibat langsung. “Sejumlah kalangan sudah mengajukan ke MA untuk memperkuat rekomendasi ORI agar Kementerian Kelautan dan Perikanan membatalkan Peraturan Menteri Nomor 2,” ujarnya.

Sebelumnya, berbagai kalangan termasuk anggota DPRD Jateng berencana menggugat Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 dan 2 Tahun 2015 ke Pengadilan Tata Usaha Negara, tapi menunggu rekomendasi Ombudsman Republik Indonesia.

“Kalau nanti keputusan Ombudsman yang akan keluar pada awal Juli 2015 tidak merekomendasikan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.1 dan 2/2015 itu dicabut atau direvisi, maka kami akan mengajukan gugatan ke PTUN,” katanya.

Pertimbangan rencana gugatan ke PTUN itu karena sampai sekarang belum ada solusi terkait dengan pelarangan cantrang bagi nelayan.

Jumlah nelayan pengguna cantrang di Jateng saat ini menjadi yang terbesar jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Pada 2015, di Jateng tercatat sebanyak 10.758 nelayan yang 1.248 nelayan diantaranya menggunakan cantrang. Selain itu, cantrang menjadi salah satu alat tangkap ikan yang favorit bagi para nelayan di Jateng. (JN03)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1JwQDhR

Reses Jadi Ajang Kampanye, Panwascam Pantau Langsung

pilkadaBOYOLALI, Jowonews,com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pilkada Boyolali menyoroti kegiatan reses anggota DPRD Boyolali. Pasalnya, agenda tersebut rawan dimanfaatkan untuk kampanye pasangan calon (Paslon) Pilkada 2015.

Bahkan, Panwas mengaku sudah ada beberapa temuan bahwa dalam reses juga digunakan untuk membagi-bagikan stiker, leaflet bergambar calon kepala daerah (kada). 

“Padahal, dalam reses tersebut tak hanya mengundang konstituen, tetapi juga perangkat desa, kepala desa, bahkan camat. Mereka reses dibiayai uang negara. Kami mengimbau mereka tidak nebeng uang negara untuk berkampanye,” kata Ketua Panwas Boyolali, Narko Nugroho, kepada wartawan Senin (31/8). 

Tidak menutup kemungkinan anggota DPRD baik dari parpol pengusung atau pendukung Seno Samodro-Said Hidayat dan Agus Purmanto-Sugiyarto, sama-sama memanfaatkan reses untuk berkampanye. Oleh karena itu, pihaknya juga meminta seluruh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) memantau seluruh agenda reses anggota DPRD.

Narko menyebutkan, sudah cukup banyak temuannya. Anggota DPRD di Cepogo, Teras, Ngemplak, Boyolali, Juwangi semuanya berpotensi melanggar aturan main reses.

Panwascam diminta melakukan upaya preventif dan harus bisa memastikan agenda reses tidak digabung dengan acara bagi-bagi gambar cabup-cawabup, mempengaruhi masyarakat untuk memilih calon tertentu, bahkan mendatangkan cabup-cawabup.

“Masa reses sudah berjalan dua hari. Temuan kami juga sudah cukup banyak. Semua berpotensi melanggar aturan main reses,” ungkapnya. 

Dikemuakan, pihaknya tidak bermaksud menghalangi atau menghambat agenda reses. Namun reses adalah tugas negara untuk menyerap aspirasi masyarakat dan dibiayai dengan uang negara. Hasil dari reses juga harus dipertanggungjawabkan. “Kami minta dalam reses jangan dimanfaatkan untuk kepentingan kampanye,” imbuhnya. 

Sementara itu Ketua DPRD Boyolali, S Paryanto, dihubungi wartawan mengatakan Panwaslu jangan mengaitkan agenda reses ini dengan tahapan pilkada. Anggota Dewan adalah anggota fraksi dan fraksi adalah bagian dari partai politik. Anggota DPRD tak hanya menjaring aspirasi tetapi juga menyampaikan informasi.

“Saat ini adalah momentnya pilkada, tidak salah kalau anggota kami juga memperkenalkan Cabup-Cawabup. Pelanggaranya dimana?” kata S Paryanto. (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1KyWCEF

RTLH di Jateng Akan Terus Dikurangi

Ganjar saat di KSI BanjarnegaraSemarang, Jowonews.com – Guna memeratakan pembangunan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya mengurangi jumlah rumah tidak layak huni yang tersebar di 35 kabupaten/kota di provinsi setempat secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak.

“Di Jateng saat ini tercatat sekitar 2.100 unit RTLH dan akan terus kami kurangi jumlahnya secara bertahap,” kata Gubernur Ganjar Pranowo di Semarang, Senin.

Menurut Ganjar, hasil yang akan dicapai terkait dengan upaya pengurangan jumlah RTLH di Jateng bisa maksimal jika didukung oleh berbagai pihak, termasuk pihak swasta. “Ini perlu ‘dikeroyok’ bareng-bareng agar cepat teratasi, apalagi jika dibantu oleh perusahaan-perusahaan yang memberikan CSR (corporate social responsibility),” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap RTLH milik warga akan mendapat dana bantuan untuk perbaikan Rp10 juta yang berasal dari APBD Provinsi Jateng yang dialokasikan tiap tahun. “Dana bantuan dari Pemprov Jateng itu tidak akan cukup untuk memperbaiki semua bagian RTLH sehingga perlu ada prioritas perbaikan,” katanya.

Ganjar menyebutkan bahwa kriteria rumah warga yang disebut RTLH dan berhak mendapat bantuan perbaikan, antara lain atap, lantai, dan dindingnya tidak layak untuk ditempati. “Masih banyaknya jumlah RTLH ini disebabkan tingginya angka kemiskinan di Jateng, dan ini yang akan terus kami kurangi,” pungkasnya. (JN03)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1JwQF9l

Pemprov Jateng Upayakan Pengembangan Perikanan

Ganjar saat di KSI Banjarnegara. (Foto: Pratama Widodo/Jowonews)

Ganjar saat di KSI Banjarnegara. (Foto: Pratama Widodo/Jowonews)

Semarang, Jowonews.com – Guna meningkatkan hasil perikanan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya mengembangkan kemitraan antara pabrik pengolahan ikan dan nelayan hingga menjangkau semua daerah.

“Kami mendukung adanya kemitraan itu karena para nelayan tidak perlu khawatir hasil tangkapannya tidak laku, apalagi perusahaan tetap akan membeli berapa pun hasilnya dan pengusaha juga diuntungkan karena tidak perlu membeli ikan dengan sistem lelang,” kata Gubernur Ganjar Pranowo di Semarang, Senin (31/8).

Ia menjelaskan bahwa jika kemitraan itu bisa terjalin sejak awal maka nelayan sudah bisa menghitung berapa ikan hasil tangkapan yang akan dibeli tanpa harus melalui sistem lelang. Ganjar berharap, melalui keberadaan industri pengolahan ikan nasional di Jateng, pemerintah bisa memberikan fasilitas kepada nelayan agar hasil tangkapannya memiliki standar yang diinginkan perusahaan.

“Hasil tangkapan nelayan memiliki harga jual tinggi, seperti udang macan yang spesiesnya hanya ditemukan di Indonesia dan gurita,” ujarnya.

Menurut Ganjar, kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam pemberantasan “illegal fishing” perlu mendapat dukungan dari industri pengolahan ikan. Ia berpendapat bahwa tidak adanya “illegal fishing” membuat potensi ikan yang dikelola bisa melimpah, termasuk di Jateng.

Ia mengatakan para nelayan harus bangkit dengan beralih dari metode penangkapan tradisional yang merusak lingkungan ke metode penangkapan modern yang aman. “Ini sebenarnya ketemu jodoh, ketika ‘illegal fishing’ pergi maka saatnya nelayan Indonesia bangkit dengan metode penangkapan ikan secara modern dan industri pengolahannya juga nasional sehingga hasilnya memiliki nilai jual tinggi,” pungkasnya. (JN03)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1Q3IO5n

Calon tak Tertib, APK Liar Masih Marak

PilkadaBOYOLALI, Jowonews.com – Alat peraga kampanye (APK) liar milik pasangan calon (Paslon) bupati/wakil bupati, masih marak terpasang di wilayah Kabupaten Boyolali. APK tersebut berupa poster dan spanduk yang dibuat paslon dan terpasang sejak sebelum masa kampanye lalu. Surat rekomendasi Panwaslu agar APK liar dibersihkan sebelum masa kampanye, ternyata tidak dipatuhi.

Hingga Senin (31/8), masih banyak yang belum dicopoti. Baik milik paslon Seno Samodro-Said Hidayat maupun Agus Purmanto-Sugiyarto.

Kebanyakan adalah poster-poster gambar paslon yang dipasang di pohon-pohon sepanjang jalan. Antara lain terlihat di jalan Bangak – Simo dan Musuk – Boyolali. Selain gambar poster, juga terdapat sejumlah baliho dan spanduk.

Padahal sesuai ketentuan, seluruh APK paslon sudah disediakan oleh KPU setempat. Sedangkan masing-masing paslon hanya diperbolehkan membuat bahan kampanye dengan batasan-batasan sesuai ketentuan yang ada. Saat ini, KPU sendiri juga sudah mulai memasang APK, di antaranya baliho dan terdapat logo KPU. 

Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Boyolali menyayangkan masih maraknya APK liar itu. Ketua Panwas Boyolali, Narko Nugroho, sebelum masa kampanye dimulai, pihaknya sudah mengkoordinasikan dengan sejumlah pihak, baik pada tim sukses kedua Paslon juga ke Satpol PP dan instansi terkait mengenai alat peraga sosialisasi. Pihaknya juga sudah merekomendasikan ke masing-masing partai pengusung dan Satpol PP terkait APK tersebut.

“Kami sudah kirim surat rekomendasi kepada partai pengusung tanggal 26 Agustus, dan ke Satpol PP tanggal 27 Agustus agar dibersihkan,” ungkap Narko kepada wartawan, Senin (31/8). 

Namun ternyata hingga saat ini APK liar tersebut belum juga dibersihkan. Panwas akan segera berkoordinasi lagi dengan Satpol PP untuk penertiban. Paling lambat, Jumat pekan ini akan dilakukan penertiban. 

Anggota KPU Boyolali, Ali Fahrudin, meminta supaya masing-masing paslon mematuhi aturan yang ada, termasuk terkait APK. Sesuai dengan PKPU No 7/2015, pengadaan APK difasilitasi oleh KPU. Paslon masih masih diperbolehkan membuat APK sendiri.

Namun itemnya ditentukan dan nilainya dibatasi. Paslon masih bisa membuat sendiri APK seperti kaos, kalender, pulpen, mug, topi, pin, stiker maupun pernak-pernik APK lainnya. Tetapi nilainya maksimal Rp 25.000 per item. (JN01) 



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1Q3IMum

Kejari Semarang Jamin Tak Ada Politisasi Kasus KONI

KONI Semarang

KONI Semarang

Semarang, Jowonews.com – Kepala Kejaksaan Negeri Kota Semarang Asep Mulyana menegaskan tidak ada unsur politis dalam penetepan tersangka kasus penyelewengan dana hibah KONI setempat tahun 2012-2013.

Sebelumnya kejaksaan telah menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus korupsi dana hibah untuk induk organisasi olahraga di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut. Ketiga tersangka tersebut, kata dia, masing-masing berinisial M, S, dan T.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tersangka berinisial T diduga bernama Teguh Widodo, sementara dua tersangka lain masing-masing bernama Mochtar dan Sudibyo.Teguh diketahui juga menjabat sebagai Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Cabang Kota Semarang.

Partai tersebut diketahui mengusung salah satu pasangan calon yang akan bertarung dalam Pilkada 2015. Asep kembali menegaskan penetapan status tersangka tersebut bukan ranah politik, namun didasarkan pada alat bukti.

Ia menjelaskan penetapan tiga tersangka baru tersebut salah satunya didasarkan atas fakta persidangan dua tersangka awal yang sudah ditetapkan. “Ketiga tersangka tersebut tersangkut dalam penggunaan anggaran dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah di Banyumas, pengadaan seragam, serta proses sewa mobil,” jelasnya, Senin (31/8).

Penetapan ketiga tersangka tersebut menyusul dua pelaku sebelumnya yang saat ini sudah memasuki persidangan, yakni Bendahara KONI Kota Semarang Djody Aryo Setiawan dan Wakil Bendahara Suhantoro. Kejaksaan menyidik kasus penyimpangan dana hibah untuk KONI Kota Semarang yang diduga merugikan negara sekitar Rp1,5 miliar.

KONI Kota Semarang sendiri memperoleh hibah pada 2012 sebesar Rp7,9 miliar dan 2013 sebesar Rp12 miliar. (JN03)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1fRgLJt

Cegah Kloning, KPU Tandai APK

kpuSUKOHARJO, Jowonews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo akan memerikan tanda khusus pada Alat Peraga Kampanye (APK). Pasalnya potensi penggandaan oleh tim pemenangan pasangan calon sangat terbuka lebar.

 “Untuk menghindari penggandaan atau kloning APK yang kami buat, setiap APK akan diberi tanda khusus nanti akan kita plenokan dan kita sosialisasikan kepada seluruh anggota panwas di lapangan,” kata Komisioner KPU, Ahmad Muladi.

 Saat ini APK masih dalam proses pembuatan oleh rekanan dan segera didistribusikan di masing-masing titik yang telah ditentukan oleh KPU. Untuk baliho ada lima titik lokasi, sedangkan sepanduk diberikan kepada masing-masing tim pemenangan, dan untuk umbul-umbul dipasang di setiap kantor desa maupun kelurahan.

Dengan jumlah yang dinilai sudah cukup banyak, tim pemenangan tidak perlu lagi menggandakan ataupun membuat APK sendiri. Meskipun, untuk hari pertama dan kedua masa kampenye ini, APK belum siap karena masih dalam proses.

“Untuk masing-masing calon disiapkan 314 leafleat, bisa dibagikan saat kampanye pertemuan dengan masyarakat, intinya jangan sampai masyarakat tidak tahu program yang diusung masing-masing calon,” tandasnya. (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1EvGL9a

Bantuan Pertanian Diklaim Incumbent, PDIP Kebakaran Jenggot

PDIP

PDIP

SRAGEN, Jowonews.com –PDIP berharap dana APBD/APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah/Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara,red) tidak dipergunakan untuk kepentingan politik oleh pihak-pihak tertentu, menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Sragen 9 Desember. Pasalnya, sekarang ini PDIP sudah mendapati adanya indikasi penggunaan anggaran daerah untuk kepentingan politik.

Menurut Ketua DPC PDIP Sragen Bambang Samekto, sekarang ini banyak alat bantuan pertanian dari pemerintah pusat yang diklaim sebagai bantuan incumbent. “Padahal saya tahu betul itu merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Karena saya tahu alat pertanian dari pemerintah pusat,” jelas Bambang Samekto disela-sela konsolidasi dengan anggota fraksi PDIP di Posko pasangan Sugiyamto-Joko Saptono (Suko).

Ketua desk Pilkada DPD PDIP Jateng, Agustina Wilujeng juga menyayangkan bila bantuan seperti itu diklaim untuk kepentingan politik tertentu. “Yang mencari saja tidak ribut, tapi yang tidak ikut mencari malah main klaim,” tegasnya. 

Dikatakan Agustina, dalam pemenangan Pilkada Sragen, PDIP terapkan politik gotong royong. Dimana daerah sekitar yang tidak pilkada atau yang telah dipastikan menang untuk membantu pemenangan Sragen secara total.
Salah satu dukungan  berasal dari Ketua BPC Hipmi Budiono Rahmadi, yang hadir menyatakan dukungan saat konsolidasi di Gondang, belum lama ini. Budiono siap mendukung penuh rekomendasi yang dikeluarkan DPP PDIP untuk pasangan Suko. (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1LNTYfQ

MT I Dimulai Awal September, Perbaiki PH tanah, Tingkatkan Produksi Padi

padi-sawah-okeKUDUS, Jowonews.com– Petani pengguna sistem irigasi teknis Kedungombo di wilayah Kecamatan Undaan Kudus mulai mempersiapkan musim tanam pertama (MT I) awal September ini. Penanaman padi lebih awal diharapkan agar saat panen nanti terhindar dari kemungkinan datangnya banjir pada musim penghujan.

Koordinator Federasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (FP3A) sistem Kedungombo, Kaspono mengatakan, air Waduk Kedungombo mulai digelontorkan 1 September, sehingga petani harus bersiap- siap mengolah lahan untuk mulai penanaman benih. “Perkiraan air sampai Undaan bagian selatan antara 4- 5 September,” ujarnya, Senin (31/8).

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Ir Budi Santoso. Air dari Kedungombo lebih dulu dimanfaatkan untuk pembasahan lahan pertanian mereka yang kering, sebelum diolah untuk pembibitan. Penanaman padi diperkirakan dapat dimulai pertengahan hingga akhir September, khususnya untuk wilayah Kudus bagian selatan.

“Bisa tanam awal lebih menguntungkan, karena saat panen sekitar Desember nanti masih ada panas sehingga padi mudah dikeringkan. Dari sisi harga akan lebih baik,” katanya.

Sementara, sekitar 150 petani dari gabungan kelompok tani (gapoktan) wilayah Undaan melakukan studi banding ke PT Petrokimia Gresik untuk belajar sistem pemupukan moderen, serta ke Bali untuk mempelajari sistem pengairan Subak. Studi banding berlangsung lima hari, Kamis (27/8) hingga Senin (31/8). Mereka didampingi Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Undaan Rifai, UPT Pengairan Muhtarom, Koordinator PPL Pertanian Undaan Sunarto, dan wakil P3A.

Rifai menggatakan, hasil studi banding akan diimplementasikan di lapangan pada MT I tahun ini. Terutama dilakukan mengubah pola pemupukan dengan mengurangi pupuk kimia, dan memperbanyak penggunaan pupuk organik. Pola yang akan digunakan 5-3-2, yakni 5 organik, 3 Ponska dan 2 Urea. Dengan pola itu diharapkan dapat memperbaiki PH tanah.

Mutu tanah pertanian di Undaan yang rata- rata di bawah 5, membuat tingkat keasamannya tinggi sehingga tanaman rentan penyakit. Agar tanah menjadi subur PH harus ditingkatkan mendekati 7. “Lahan kita kita optimalisasikan lahan dengan memperbaiki PH tanah. Kalau tanahnya subur, hasil produksi pasti akan meningkat,” tegasnya.

Berbagai upaya untuk peningkatan produksi padi melalui optimalisasi lahan akan terus dilakukan. Hasil studi banding yang telah diimplementasikan di lapangan akan di evaluasi saat panen nanti, dan akan disaksikan langsung dari pihak PT Petrokimia. (JN04)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1Fc8GFT

Polsek Mejobo Kudus Tangkap Pelaku Penganiayaan

Ilustrasi Penganiayaan

Ilustrasi Penganiayaan

Kudus, Jowonews.com – Aparat Kepolisian Sektor Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menangkap Kuswanto karena terlibat kasus penganiayaan.

Kuswanto warga Pendem Wetan, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus, kini mendekam di tahanan Polres Kudus, lantaran terlibat kasus penganiayaan, terhadap Sofi’i, warga Desa Karanganyar, Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kudus.

“Berkas kasus Kuswanto sudah P-21 dan segera dilimpahkan tahap dua, tersangka dan barang bukti, ke kejaksaan,” kata Kapolres Kudus AKBP M. Kurniawan, Senin.

Ia menegaskan, penangkapan Kuswanto murni kasus kriminal biasa dan tak ada hubungannya dengan perkara sebelumnya. “Murni perkara kriminal biasa dan mohon tidak dikait-kaitkan dengan kasus sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Mejobo AKP Suharyanto yang menangani kasus penganiayaan tersebut, mengatakan, Kuswanto menganiaya korban dua kali, dalam waktu yang berbeda.

Pertama, kata dia, saat korban berada di halaman gudang rosok, di Desa Jepang RT 03 / RW 01, Kecamatan Mejobo.
“Saat itu, tersangka Kuswanto membenturkan kepalanya ke kepala korban berkali-kali. Lalu, kepala bagian belakang korban dipukul menggunakan tangan kosong,” kata Suharyanto.

Berikutnya, tersangka kembali menganiaya korban di tempat yang sama.”Tersangka memukul korban menggunakan tangan kosong, dan mengenai bagian kepala. Kejadiannya pada awal Mei 2015 silam,” ujarnya.

Upaya memediasi, kata dia, sudah dilakukan, namun antara korban dan pelaku tidak ada titik temu, sehingga akhirnya kasus tersebut diproses secara hukum. Disampaikan, berkas perkara Kuswanto sudah P-21 sejak tanggal 11 Agustus silam. Namun, saat dipanggil untuk dimintai keterangan, Kuswanto tak pernah hadir.

Selanjutya, kata dia, ditangkap anggota saat melanggar rambu lalu lintas di perempatan Jepang, pada Rabu (36/8) siang kemarin. “Kala itu, Kuswanto mengendarai motor tanpa memakai helm dan menerobos lampu merah,” ujarnya.

Terkait motif perkara, menurut Suharyanto, Kuswanto tersinggung lantaran korban menawar murah barang bekas, yang hendak dijual. “Jadi, awalnya tersangka bersama seorang teman menawarkan besi bekas ke korban. Karena dirasa korban menawar terlalu rendah tersangka tersinggung, merasa dihinakan,” urainya.

Kuswanto merupakan korban salah tangkap dan penganiayaan oknum Polres Kudus, Bripka Lulus Rahardi, pada akhir November 2011. Kendati sebelumnya ada kesepakan damai, kasus ini kembali mencuat setelah Kuswanto melapor ke KontraS dan LPSK.

Hingga akhirnya, kasus itu disidangkan di PN Kudus. Pada persidangan Rabu (15/4) lalu, Bripka Lulus dijatuhi hukuman enam bulan penjara. (JN04)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1VrQzVP

Belanja Hibah Terkendala Aturan Harus Berbadan Hukum

wpid-20121107103412sambutan_acara_serah_terima_bantuan_sumber_air_bersih__oleh_bupati_kudus_musthofa.jpgKudus, Jowonews.com – Pemnyeranan anggaran dari pos belanja hibah sebesar Rp116,7 miliar yang ada di APBD 2015 dipastikan minim,menyusul adaya aturan soal berbadan hukum dari Kemenkumham.

Bahkan APBD Kudus bisa berkurang karena anggaran bantuan gubernur dan dana alokasi khusus (DAK) untuk hibah senilai Rp 37,7 miliar tidak akan ditransfer ke Pemkab Kudus karena tidak bisa dilaksanakan.

Serapan minim tersebut mengingat surat edaran dari kementrian dalam negeri (Kemendagri) yang ditunggu justru menguatkan undang-undang (UU) nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Artinya, penerima hibah harus berbadan hukum dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM).

Selama ini, sangat sedikit penerima hibah yang berbadan hukum dari KemenkumHAM. Baik organisasi kemasyarakat hingga penerima hibah usaha seperti kelompok usaha bersama (KUB) yang selama ini dianggarkan oleh Pmekab.

Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Kudus Eko Djumartono mengakui jika pelaksanaan belanja hibah akan terbentur oleh UU Nomor 23 tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah. ”Sebelumnya memang masih ragu harus berbadan hukum Kemenkumham atau cukup notaris saja, tapi kini sudah jelas dengan keluarnua SE,” katanya di Kudus, Senin.

Dalam konsultasi sebelumnya memang sudah diinformasikan jika yang boleh diberikan belanja hibah adalah yang memiliki badan hukum KemenkumHAM atau yang telah dibentuk berdasarkan perundang-undangan.

Menurutnya, belanja hibah maish tetap bisa dilaksanakan, terutama yang berbentuk uang kepada beberapa organisasi. Seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), dan Palang Merah Indoensia (PMI). ”Organisasi tersebut dibentuk perundang-undangan, jadi tetap bisa mendapatkan anggaran hibah,” terangnya.

Sementara untuk belanja hibah berupa barang dan jasa, seperti untuk pembangunan jalan lingkungan kepada panitia pembangunan atau yang serupa tidak bisa diberikan karena terbentur aturan tersebut. Kecuali organisasi tersebut sesuai ketentuan yang berlaku, yakni badan atau organisasi yang memiliki badan hukum KemenkumHAM.

Untuk rincian anggaran belanja hibah berupa uang sebanyak Rp32 miliar dan berupa barang dan jasa sebesar Rp 84,7 miliar. jika persentasi, anggaran belanja hibah cukup kecil, yakni 5 persen dari total APBD 2015.

Ditanya terkait apakah belanja hibah akan dialihkan ke belanja modal, pihaknya belum bisa memastikan. Karena nantinya masih menunggu pembahasan RAPBD Perubahan 2015 yang akan ddimulai dalam waktu dekat. (JN04)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1KyyqCz

Ketua PKB Kota Semarang Ditetapkan Tersangka Kasus KONI

KONI Semarang

KONI Semarang

SEMARANG, Jowonews.com– Kejaksaan Negeri Kota Semarang menetapkan tiga pengurus KONI Ibu Kota Jawa Tengah tersebut sebagai tersangka penyelewengan dana hibah untuk induk organisasi olahraga tersebut tahun 2012-2013.

“Menetapkan tiga tersangka baru melalui surat perintah penyidikan tertanggal 26 Agustus 2015,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kota Semarang Asep Mulyana di Semarang, Senin (31/8).

Ketiga tersangka tersebut, kata dia, masing-masing berinisial M, S, dan T. Inisial T, diduga Ketua DPC PKB Kota Semarang Teguh Widodo yang saat ini menjabat sebagai wakil bendahara KONI Kota Semarang.

Penetapan ketiga tersangka tersebut menyusul dua pelaku sebelumnya yang saat ini sudah memasuki persidangan, yakni Bendahara KONI Kota Semarang Djody Aryo Setiawan dan Wakil Bendahara Suhantoro.  

Asep menjelaskan penetapan tiga tersangka baru tersebut salah satunya didasarkan atas fakta persidangan atas dua tersangka awal yang sudah ditetapkan.

Menurut dia, ketiga tersangka tersebut tersangkut dalam penggunaan anggaran dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah di Banyumas, pengadaan seragam, serta proses sewa mobil.

Sejumlah saksi yang terkait dengan ketiga tersangka baru tersebut, lanjut dia, juga telah mulai diperiksa. Sebelumnya, kejaksaan menyidik kasus penyimpangan dana hibah untuk KONI Kota Semarang yang diduga merugikan negara sekitar Rp1,5 miliar.

KONI Kota Semarang sendiri memperoleh hibah pada 2012 sebesar Rp7,9 miliar dan 2013 sebesar Rp12 miliar.
Ketua DPC PKB Kota Semarang Teguh Widodo saat dikonfirmasi terkait dengan penetapan dirinya sebagai tersangka mengaku belum tahu. “Saya belum tahu mas. Coba besok saya cek kesana (Kejari,red),”tukasnya. (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1LNN0aG

Anung Diduga Bagi Uang Saat Berkunjung ke Panti Jompo

AnungFajriNaikKudaSOLO,Jowonews.com –Pasangan calon (Paslon) walikota/wakil walikota Solo Anung Indro Susanto-Muhammad Fajri (AFi) diduga telah melakukan money politik. Pasalnya, saat melakukan kunjungan ke Panti Wredha Darma Bhakti, Senin (31/8), diduga membagi amplop berisi uang kepada penghuni panti.

 

Dugaan bagi-bagi amplop tersebut menguat. Sebab, usai kunjungan para penghuni panti yang rata-rata berusia diatas 60 tahun tersebut memegang amplop putih berisi uang.

 

Seperti yang dituturkan Suminah (65). Ia mengaku diberi amplop oleh orang-orang berbaju putih yang datang bersama rombongan AFi.

“Iya tadi diberi amplop putih, setelah dibuka ternyata isinya uang Rp 20 ribu,” ujarnya.

 

Ia mengaku tidak tahu jika akan diberi uang. Karena sejak awal oleh pengurus panti hanya diminta untuk ikut berkumpul di ruang aula panti. Karena akan ada sosialisasi cawali.“Sebelum diberi uang tadi diberi kardus snack, isinya roti, gorengan  sama aqua,” imbuhnya.

 

Pemberian amplop memang terkesan diam-diam. Ditengarai amplop tersebut diberikan saat para awak media tengah sibuk mewawancarai Anung usai mengenalkan diri kepada para penghuni panti.

 

Dikonfirmasi apakah ia memberikan santunan kepada penghuni panti, Anung membantah. Ia menegaskan hanya berkunjung dan memberikan snack saja kepada para penghuni panti.

 

“Nggak, cuma snack saja. Ini juga tidak kampanye. Saya kesini hanya untuk meminta restu kepada para orang tua sekaligus silaturahmi. Saya tidak memandang ini panti pemerintah atau bukan. Karena saya juga tidak mengajak untuk memilih saya. Jadi bukan kampanye,” tandasnya.

 

Terpisah, Kepala Panti Wreda Dharma Bhakti, Suryanto mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi Kepala Dinas Sosial mengenai rencana kedatangan Anung.

“Saya hanya dikontak via telepon, kalau orang mau bertamu kan tidak mungkin kami tolak. Sejak awal sudah saya tegaskan tidak boleh berkampanye di sini, tidak boleh pakai atribut atau bagi-bagi atribut. Juga tidak ada komitmen terkait pilkada,” jelasnya.

 

Sebelumnya, pasangan AFi ini juga ketahuan bagi-bagi leaflet di gelaran Solo Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Minggu (30/8).)(JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1JGOSvd

Resmikan Posko Relawan di Jl.Anjasmoro : Sibagus Andalkan Semarang Barat

unnamed (11)

SEMARANG,Jowonews.com –Pasangan Sigit Ibnugroho-Agus Sutyoso (Sibagus) memberi perhatian lebih kepada pendukungnya di akar rumput untuk menghadapi pilwalkot 9 Desember mendatang. Terbukti, untuk kesekian kalinya, Sabtu (20/8), Sibagus meresmikan posko pemenangan.

Kali ini, posko pemenangan relawan yang diresmikan ada di Jl.Anjasmoro, Semarang. Diharapkan posko ini akan menjadi ujung tombak pengumpul suara dalam pilwalkot nanti.

“Dukungan untuk memperoleh kemenangan di Semarang Barat diperlukan. Lantaran ‎Semarang Barat sebagai daerah dengan jumlah penduduk yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) gemuk, yakni 120 ribu orang,” ungkap Sigit Ibnugroho.

Sementara itu anggota FPAN DPRD Kota Semarang Sovan Haslin Pradana mengaku optimis bisa memenuhi target dari Sibagus. Bahkan, dirinya menarget minimal 10 kali lipat perolehan suara yang berhasil mengusungnya duduk di kursi DPRD Kota Semaran.

“Semarang Barat bertekad dan satu visi untuk menangkan pasangan Sibagus dan jadi unggulan serta contoh, sesuai slogan Semarang Barat sebagai pintu gerbang Jateng,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, ‎Ali mukmin relawan dari kelurahan Salaman Mloyo mengaku akan kerjakeras untuk memenangkan Sibagus dalam pilwalkot.

“Kami bertekad dan bersemangat menangkan Sigit dengan Agus. Sesuai dengan amanah dari relawan kecamatan maka harus bisa memenangkan pilwakot untuk Sigit dan Agus yang disambut siap oleh relawan,”ungkapnya optimis.

Senada, Teguh Indarto relawan yang tinggal di Bojongsalaman mengatakan, ”Kita bertekat dan satu komando bersama mendeklarasikan siap menangkan Sigit dan Agus untuk jadi walikota. Kami berharap jika diberi amanah tolong Kecamatan Semarang Barat diperhatikan, dibuat lebihh maju. Terutama kita punya Banjirkanal Barat yang telah dibangun. Kami minta Sibagus jadikan Bajirkanal jadi obyek wisata bahari,” ungkap pria yang juga masuk kelompok masyarakat nelayan.(JN01) 



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1FbXPMc

Diminta Tidak Terprovokasi Kampanye Hitam: Mazu Gembleng Seribu Lebih Timses

MAZUSEMARANG,Jowonews.com  –Calon walikota dan wakil walikota Semarang Soemarmo HS-Zuber Safawi (Mazu) melakukan konsolidasi dan pembekalan tim pemenangan se-Kota Semarang, di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jl.Sriwijaya, Minggu (30/8). Acara itu dihadiri ribuan kader PKS dan PKB dan simpatisan.

 

Kegiatan tersebut dalam rangka menguatkan soliditas pendukung dalam menyambut masa kampenye pilwakot. Empat komponen pendukung dari PKB, PKS, Perindo, dan Tim 11 hadir langsung. Mereka tergabung dalam beberpa kelompok yang berasal dari tingkat kelurahan dan kecamatan yang berjumlah 1.254 orang.

 

“Kita telah menunjukan jika koalisi dan pendukung Koalisi Bangkit Sejahtera sangat solid. Ribuan yang hadir telah menunjukan pula jika yang hadir ada juga relawan dan warga umum,” ujar Soemarmo disela acara.

 

Menurutnya, acara tersebut memang untuk memantapkan kinerja pemenangan pilwalkot agar jelas. Mulai dari tingkat bawah yang akan bekerja di tingkat RT dan RW.

 

Sementara itu calon wakil walikota Zuber Safawi menyampaikan suhu politik sekarang semakin memanas. Tapi, pihaknya tidak akan terpancing. Meski kini mulai terlihat adanya kampanye hitam.

Para pendukung dan timses tetap fokus pada kinerja tim pemenangan. Sehingga tidak perlu menghiraukan adanya black campaign (kampanye hitam).

 

 “Gangguan pastui ada, salah satunya kampanye hitam. Untuk itu, sepulang dari sini, diharapkan semua sudah harus bekerja hingga tanggal 9 Desember nanti, jangan terprovokasi,” tambahnya.

 

Sementara itu Ketua DPD PKS Kota Semarang Agung Budi Margono dalamn acara tersebut hanya memberikan pemahaman mengenai teknis kampanye. Dengan begitu, ia berharap, saat melaksanakannya di lapangan tetap mengusung positif campaign.

 

“Jangan pernah ada black campaign, kami ingin memastikan bahwa tim ini solid, hingga relawan. Kami juga menyampaikan positive campaign, aturan kampanye mengenai zona,” terangnya.(JN01)

 



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1N4cYHo

Hendi Siap Bantu Modal Kumpul Bareng 300 PKL : Calon Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat dialog dengan 300 PKL

HendiSEMARANG,Jowonews.com –Calon Walikota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) mengaku siap membantu pedagang kaki lima (PKL) di Kota Semarang yang mengalami kesulitan permodalan. Sehingga usaha para PKL akan semakin maju dan berkembang.

 

“Kalau kesulitan dalam permodalan, maka kita akan lakukan program penambahan modal baik dari APBD atau menghimpun CSR dari perusahaan-perusahaan di Kota Semarang. Pokok e nek ono rembug e, pasti ono solusine. (pokoknya kalau ada pembicaraan pasti ada solusinya,red) ”ungkapnya.

 

Hal itu disampaikan Hendi saat berdialog dengan 300 PKL dari Tlogosari, Johar dan Simpang Lima, di kediaman Dr Ngadino SH MH SpN Ketua Organisasi Pedagang Kaki Lima Semarang yang juga Dewan Pimpinan Persatuan Pedagang dan Jasa Kota Semarang, di Jalan Majapahit Semarang, kemarin.

 

Acara tersebut memang diagendakan sebagai dialog serta penyampaian aspirasi antara PKL se-Tlogosari dengan calon walikota Semarang, Hendrar Prihadi alias Hendi. Hendi yang datang dengan pakaian khasnya kemeja berwarna putih dengan dua kantung di dada tampak tidak canggung dengan langsung berbaur dengan PKL.

 

Dalam kesempatan itu Hendi menegaskan keinginannya agar para PKL di Kota Semarang yang penting terus menjalinkomunikasi dengannya. “Kesempatan-kesempatan diskusi seperti ini menurut saya sangat berharga. Sehingga saya bisa paham apa kesulitan yang ditemui sedulur-sedulur PKL,” ujar Hendi.

 

Menurut Hendi, program yang sudah berjalan selama menjabat, seperti bantuan permodalan untuk PKL juga akan ditingkatkan lewat Dinas Koperasi dan Dinas Pasar.

 

Sementara itu Dr Ngadino mengatakan, pembangunan yang dilakukan pada masa kepemimpinan Hendi maju pesat. Hal  ini terbukti dari deretan penghargaan yang telah diraih. Selain itu, Hendi menurutnya merupakan sosok yang sederhana, ramah, dekat dengan wong cilik. Disamping itu mampu memberi solusi. “Ini adalah faktor yang membuat para pedagang kaki lima nyaman berdikusi dengan Hendi. Kami berharap, sikap positif mas Hendi ini bisa bertahan saat menjadi walikota lagi” jelas Ngadino.

 

Parmin, salah seorang PKL yang ikut dalam diskusi tersebut berharap Hendi dapat meneruskan apa yang telah dilakukan selama ini. “Saya sangat berharap komunikasi yang sudah dibangun selama ini dapat terus berlajut pada periode mas Hendi menjabat berikutnya. Sehingga apa yang diinginkan teman-teman PKL dapat terakomodir dengan baik, seperti yang sudah terjadi sebelumya,” katanya.(JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1KWX8bx

Ketua PKB Kota Semarang Ditetapkan Tersangka Kasus KONI

image

SEMARANG,Jowonews.com- Kejaksaan Negeri Kota Semarang menetapkan tiga pengurus KONI Ibu Kota Jawa Tengah tersebut sebagai tersangka penyelewengan dana hibah untuk induk organisasi olahraga tersebut tahun 2012-2013.
     “Menetapkan tiga tersangka baru melalui surat perintah penyidikan tertanggal 26 Agustus 2015,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kota Semarang Asep Mulyana di Semarang, Senin (31/8).
     Ketiga tersangka tersebut, kata dia, masing-masing berinisial M, S, dan T.

Inisial T, diduga Ketua DPC PKB Kota Semarang Teguh Widodo yang saat ini menjabat sebagai wakil bendahara KONI Kota Semarang.

     Penetapan ketiga tersangka tersebut menyusul dua pelaku sebelumnya yang saat ini sudah memasuki persidangan, yakni Bendahara KONI Kota Semarang Djody Aryo Setiawan dan Wakil Bendahara Suhantoro.
     Asep menjelaskan penetapan tiga tersangka baru tersebut salah satunya didasarkan atas fakta persidangan atas dua tersangka awal yang sudah ditetapkan.
     Menurut dia, ketiga tersangka tersebut tersangkut dalam penggunaan anggaran dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah di Banyumas, pengadaan seragam, serta proses sewa mobil.
     Sejumlah saksi yang terkait dengan ketiga tersangka baru tersebut, lanjut dia, juga telah mulai diperiksa.
     Sebelumnya, kejaksaan menyidik kasus penyimpangan dana hibah untuk KONI Kota Semarang yang diduga merugikan negara sekitar Rp1,5 miliar.
     KONI Kota Semarang sendiri memperoleh hibah pada 2012 sebesar Rp7,9 miliar dan 2013 sebesar Rp12 miliar.
Ketua DPC PKB Kota Semarang Teguh Widodo saat dikonfirmasi terkait dengan penetapan dirinya sebagai tersangka mengaku belum tahu. “Saya belum tahu mas. Coba besok saya cek kesana (Kejari,red),”tukasnya.(JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1KWW5Zc

Bidang Kajian YISC bekerjasama dengan SPI dalam “Class for Study Islam and Liberalism”

Sekolah Pemikiran IslamOrganisasi pemuda masjid pertama yang berdiri di tanah air, Youth Islamic Study Club (YISC) Al-Azhar, membuka kelas belajar “Class for Study Islam and Liberalism”. Untuk kegiatan ini, bidang kajian YISC  bekerjasama dengan Sekolah Pemikiran Islam (SPI). Sabtu, 29 Agustus 2015, kuliah perdananya digelar di Aula TK Al-Azhar, Jl. Sisingamaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kuliah perdana ini dibuka dengan materi “Ghazwul Fikri” atau yang biasa disebut seagai perang pemikiran dengan pemateri Akmal Sjafril M.Pd.I., salah seorang pendiri SPI. Dalam pembahasannya, Akmal menjelaskan bahwa ghazwul fikri memang bukan perang dengan senjata, tetapi tidak kalah berbahayanya. “Umat muslim tidak hanya bisa menyalahkan tapi harus bisa menemukan masalahnya dan menggunakan kekuatan ilmu,” ujarnya. Ghazwul fikri, menurut Akmal, adalah fenomena umum yang telah terjadi sejak lama. Banyak pihak berkepentingan melakukan ghazwul fikri kepada umat Muslim. “Berbagai macam modus juga digunakan untuk menyerang umat, salah satunya lewat media massa. Untuk itu, perlu sekali aktivis dakwah menajamkan ilmunya agar lebih waspada terhadap serangan-serangan musuh,” ungkap Wulan, salah satu peserta SPI yang berprofesi sebagai karyawan swasta. Peserta SPI pada kali ini merupakan angkatan ketiga untuk wilayah Jakarta dan diikuti oleh lebih kurang  80 peserta, yang sebagian pesertanya juga merupakan anggota YISC. Perkuliahan akan berlangsung dwipekanan selama tiga bulan pada pukul 13.00-17.30 WIB. Di akhir perkuliahan, peserta wajib mengerjakan tugas jurnalistik dari materi yang didapatkan. Hal ini bertujuan untuk mencetak para da’i yang terlatih sebagai penulis dan mampu melawan serangan-serangan pemikiran dengan ilmu yang diperoleh dari SPI. Amalia Nurihsani

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1Q2VVDQ

Inilah Alasan Mengapa Ahok Harus Dilawan

AhokBasuki Thahja Purnama tak pernah berhenti membuat kontroversi. Pro dan kontra selalu mengiringi Gubernur DKI Jakarta yang kerap disapa  Ahok itu. Menariknya, mereka yang dulu mendukungnya, kini berbalik badan. Salah satunya Geisz Chalifah. Dalam akun facebooknya yang diunggah Jumat (28/8/2015), ia menuliskan alasan mengapa Ahok harus dilawan. Berikut isinya:
Ga Usah Lebay… Ketika Ahok ditunjuk menjadi Gurbernur menggantikan Jokowi, banyak kalangan masyarakat melakukan protes, saya tidak mengecam yang mendemo, namun saya membela hak konstitusional Ahok sebagai warga negara. Banyak yang tidak setuju dengan pendapat saya lalu mengalirlah tuduhan sebagai Liberal, Sekuler dan sebagainya karena mereka tidak memiliki argument yang kuat terkait UU Politik, maka yang lahir adalah tuduhan. Ketika Ahok melakukan perlawanan terhadap kebijakan partai yang mendukung pemilu lewat DPRD, saya mengapresiasinya. Ketika Ahok melakukan perlawanan pada DPRD terkait APBD, saya juga memujinya. Cara Ahok berkomunikasi tidak menjadi perhatian utama karena semangat Ahok melawan “kemapanan” adalah semangat bersama. Setiap hari Ahok muncul di tv, berbagai rekaman pernyataannya di upload ke youtube, saya mengamati menyimak baik-baik, sedikit mulai curiga karena dalam banyak hal Ahok selalu terkesan emosional. Sebuah rekaman seorang ibu dan anaknya datang melapor pada Ahok (saya lupa kasusnya dan dimana tanah yang dipersengketakan itu), Ahok menjawab pengaduan ibu dan anak itu dengan emosi, menggebrak mobilnya dan mengajak anak lelaki itu berkelahi. Seorang warga mengadu pada pemimpinnya dan sang pemimpin bukan mengayomi rakyatnya, bukan menyatakan ikut prihatin, memberi solusi atau menentramkan, tapi Ia menampakkan sikap arogan dan watak bengis didepan warga yang selayaknya dilindunginya. Ahok telah menunjukkan bahwa nalarnya cacat, emosinya tak mampu dikontrol. Saya tak bersuara, hanya meyakini bahwa Ahok bukan sebagai pemimpin yang bisa diharapkan. Di pertengahan bulan Agustus kemarin, Ahok menyatakan siap membunuh 2000 orang demi melindungi 10 juta orang lainnya. Jelas sudah cacat nalarnya Ahok, dia tidak berperang dengan lembaga yang korup, dia tidak berperang dengan oknum pejabat yang memanfaatkan kedudukan, dia mengajak berperang dengan semua orang termasuk pada masyarakat yang dipimpinnya. Saya memutuskan #LawanAhok. Bagi anda yang menyukai Ahok dan pendukungnya saya sangat amat menghormati pilihan anda, juga alasan-alasannya, tapi tidak usah lebay dengan menghakimi sikap orang lain yang tak mendukungnya. (Kur)


Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1PGmSN0

Senin 31 Agustus 2015 Bareskrim akan Umumkan Capim KPK yang Jadi Tersangka

serambiMINANG-Bareskrim Polri menetapkan salah seorang peserta seleksi capim KPK sebagai tersangka kasus korupsi. Pansel KPK memastikan si tersangka tidak masuk dalam 8 nama capim yang lolos seleksi tahap akhir. Siapakah tersangka itu? Penetapan tersangka ini memang mengejutkan, lantaran dilakukan di tengah-tengah proses seleksi. Pekan lalu, ketika Bareskrim menyatakan penetapan tersangka, Pansel sedang menyaring 19 nama ...

Posting Senin 31 Agustus 2015 Bareskrim akan Umumkan Capim KPK yang Jadi Tersangka ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1EspIEE

Minggu, 30 Agustus 2015

PT. Ace dan PT. INFORMA Baru Dibuka di Lombok Langsung Terapkan Pelarangan Jilbab

serambiMINANG.com – PT ACE Hardware Indonesia (ACE) dan PT Home Center Indonesia (INFORMA) yang baru saja resmi dibuka di Lombok Epicentrum Mall (LEM) langsung menerapkan aturan kontroversi dimana karyawan perempuan dilarang menggunakan jilbab. Direktur Operasional ACE, Sugianto Wibawa, bahwa aturan pelarangan jilbab tersebut berlaku untuk semua karyawan. Lebih tepatnya dilarang untuk menggunakan atribut agama tertentu ...

Posting PT. Ace dan PT. INFORMA Baru Dibuka di Lombok Langsung Terapkan Pelarangan Jilbab ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1O2JqH7

Terancam Krisis, Jokowi Diingatkan Agar tidak Hanya Cengengesan

serambiMINANG.com – Krisis global yang terus berdampak pada pelemahan mata uang rupiah kian mengkhawatirkan. Ini disebabkan lemahnya kepemimpinan Joko Widodo. Hal itu diungkapkan Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagyo. Oleh karenanya, ia mengingatkan agar pemerintah bersikap tegas dengan segera melakukan langkah antisipasi yang lebih kongkrit. Hal itu penting sehingga tidak berdampak buruk pada stabilitas ekonomi nasional sebagaimana yang terjadi ...

Posting Terancam Krisis, Jokowi Diingatkan Agar tidak Hanya Cengengesan ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1Kxt2Q5

Penyebar Hoax Diancam 6 Tahun Penjara

Ilustrasi. [foto: planetxnews.com]Bagi Anda yang suka mengirimkan kabar bohong (hoax), atau bahkan cuma sekadar iseng mendistribusikan (forward), harap berhati-hati. Ancamannya tidak main-main, bisa kena pidana penjara enam tahun dan denda Rp 1 miliar. Demikian diingatkan Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Gatot S Dewa Broto. Pelaku penyebar hoax bisa terancam pasal 28 ayat 1 dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Di dalam pasal UU ITE ini disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar. "Jadi mulai sekarang, setiap orang harus berhati-hati dalam menyebarkan pesan berantai lewat perangkat elektronik. Sekarang banyak SMS, maupun email, hoax yang berseliweran. Yang mem-forward, disadari atau tidak, juga bisa kena karena dianggap turut mendistribusikan kabar bohong," papar Gatot kepada detikINET, Senin (8/11/2010). "Dengan kondisi berduka seperti sekarang ini, kami mengharapkan masyarakat jangan turut memperburuk suasana. Kalau mendapat pesan berantai yang sekiranya hoax, tolong jangan sembarang di-forward. Laporkan saja kepada polisi," imbaunya lebih lanjut. Menurut penjelasan Gatot, pesan hoax harus dilaporkan ke pihak berwajib karena sudah masuk dalam delik hukum. Setelah laporan diproses oleh pihak kepolisian, baru kemudian polisi bisa melakukan penyidikan dengan bekerja sama bersama Kominfo dan segenap operator telekomunikasi. Dia kemudian mencontohkan kasus SMS 'Kirim Mama Pulsa'. Dikatakan olehnya, penanganan kasus itu merupakan hasil kerjasama pelanggan yang mengadukan kepada polisi dan kemudian diproses oleh operator untuk membantu penyidikan. Contoh kasus tersebut juga sekaligus membuktikan bahwa pelaku bisa saja tertangkap meskipun setiap harinya ada ratusan juta SMS yang berseliweran. "Nah itu sebabnya, tolong jangan sembarangan mem-forward kabar yang belum tentu benar atau hoax. Dalam kasus bencana Merapi, misalnya, kasihan sudah banyak korban. Jangan asal forward lagi, bisa memperkeruh suasana," tandas Gatot. Peraturan Perundangan Peraturan Perundangan di Indonesia mengenai penyebaran kabar bohong: Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 28 (1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik. (2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Pasal 14 (1) Barangsiapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun. (2) Barangsiapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, sedangkan la patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun. Pasal 15 Barangsiapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga bahwa kabar demikian akan atau sudah dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi, tingginya dua tahun.

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1UgTIuo

Selenggarakan Musyawarah Nasional, PKS Akan Bahas Permasalahan Bangsa

M Sohibul ImanMusyawarah Nasional (Munas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke-4 bukan saja membahas  internal partai, namun dalam Munas tersebut juga akan diagendakan pembahasan tentang permasalahan bangsa dari segi politik, ekonomi, dan sosial. “PKS berkiprah untuk ikut berkontribusi bagi pembangunan bangsa. Munas nanti akan menghasilkan Amanat Munas, berupa kebijakan yang bertujuan untuk mencapai cita-cita masyarakat yang adil dan bermartabat,” ujar Ketua Panitia Pengarah Munas ke-4 PKS, Dr Suswono di Jakarta, Senin (31/8). Amanat Munas ini, ujar Suswono, akan dituangkan dalam pidato politik yang akan disampaikan Ketua Majelis Syuro PKS Dr Salim Segaf Al Jufri dan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman. Suswono juga menjelaskan, sebelum Munas pada tanggal 14-15 September mendatang, terlebih dahulu akan digelar Sidang Majelis Syuro kedua pada tanggal 12-13 September. “Hasil rapat Majelis Syuro tersebut menghasilkan visi, misi, dan arah kebijakan yang akan disosialisasikan di Munas ke-4 PKS," lanjut Suswono. Mantan Menteri Pertanian ini menjelaskan Amanat Munas ke-4 PKS akan diturunkan dalam program kerja Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS hingga daerah. “Seusai pidato Ketua Majelis Syuro dan Presiden PKS, akan diadakan dialog dengan para pengurus di wilayah dan daerah yang kita harapkan dapat menjawab persoalan bangsa,” jelasnya. Sementara Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKS, Taufik Ridlo membenarkan masalah-masalah bangsa juga akan dibahas, namun tetap berfokus pada perumusan Amanat Munas. “Masalah-masalah bangsa dibahas dalam Munas, tetapi bahasan-bahasan khusus tidak akan terlalu menjadi fokus. Kami fokusnya dalam Amanat Munas,” tutup Ketua Panitia Penyelenggara Munas ke-4 PKS tersebut.

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1UgQAPo

Pelukan Ibu Pertiwi

Ketika anak-anak bangsa
Perjuangannya sudah melupakan rumahnya

Ketika anak-anak bangsa
Hanya berjuang untuk kelompoknya saja

Ketika anak-anak bangsa
Saling cakar hanya untuk duduk disinggasana

Ketika anak-anak bangsa
Hanya menjadi badut-badut politik
Bertonil bak pemain sinetron
Mengelabui jutaan pasang mata penonton

Ketika anak-anak bangsa
Saling pukul, tikam sampai baku bunuh untuk tahta, harta dan wanita

Ketika anak-anak bangsa
Semakin banyak jiwanya melayang karena narkoba

Ketika anak-anak bangsa
Semakin tercabut dan hilang jati diri

Ketika anak-anak bangsa
Menjadi yatim piatu
Karena hari ini tak ada dan entah kemana
Wahai bapak bangsa dan ibu bangsa

Ketika anak-anak bangsa
Semakin menumpuk rasa galau
Berada ditebing keputusasaan

Ketika anak-anak #bangsa
Bertanya-tanya
Masih adakah harapan baru
Masih adakah pintu kembali
Masih tersediakah jalan pulang
Masih bisakah obati luka

Kini aku bersimpuh
Dalam sajadah tanah pertiwi
Aku pulang
Aku ingin mendapatkan pelukan hangat ibu pertiwi
Agar geloraku untuk Indonesia raya
Tetap berkobar

Ibu pertiwi
Anak-anak bangsa ingin kembali ke rumah
Berikan tanganmu untuk hapus luka
Berikan pelukanmu untuk hangatkan semangat kami

Ketika anak-anak bangsa terluka
Pulanglah ke rumah
Jangan bertarung di televisi atau surat kabar

Pulanglah . . .
Ibu pertiwi menantimu
Ibu pertiwi tak sudi melihat
Sesama anak bangsa saling menumpahkan darah

(31 Agustus 2015, 02:44. Dipenghujung perayaan HUT RI ke 70. Apapun jabatan kita hari ini, kita semua adalah anak bangsa. #KramatJati, pena diri untuk negeri)
image



Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1O2zTA1

Skenario Jatuhnya Presiden Jokowi

serambiMINANG.com – Aksi-aksi demo yang mengusung kritik terhadap rezim Jokowi ke istana oleh masyarakat madani seperti buruh, mahasiswa, LSM dan ormas masih terus berlangsung. Aksi ini dapat memperkuat distrust atau delegitimasi politik terhadap pemerintahan Presiden Jokowi. Ekspektasi publik dan respon pelaku pasar terhadap kebijakan Jokowi di bidang politik ekonomi kian merendah seiring krisis keuangan dan ...

Posting Skenario Jatuhnya Presiden Jokowi ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1Jvs6tj

Terlalu Cepat

Kalau kita ingin mereka yang sombong di pagi hari, sudah terhinakan di sore hari, mungkin terlalu cepat pinta kita. Padahal belum jelas siapa kita.

Jika untuk mereka yang arogan di sore hari, kita minta sudah terpuruk di esok hari, mungkin terlalu cepat pinta kita. Padahal belum jelas siapa di antara kita yang sejati.

Kalau untuk mereka yang menolak, atau melecehkan, atau meremehkan, atau merendahkan, atau menyayat hati, kita minta segera tersungkur di depan mata kita, mungkin terlalu cepat pinta kita, padahal belum jelas siapa yang sabar di antara kita.

Tuhan kita Maha Cepat. Tapi nafsu, kebodohan, dan ego kita kadang ingin yang lebih cepat. Mungkin kita ingin tuhan yang lebih cepat dariNya. Dan mungkin itu adalah nafsu, kebodohan, dan ego kita.

Mungkin.

Na’udzubillahi min dzalika.

Eko Novianto
image



Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1Ugy0a3

Jika Ingin Ekonomi Stabil, Pemerintahan Jokowi Harus Laksanakan 15 Rekomendasi Lelaki Lulusan Ini

serambiMINANG.com – Keadaan perekonomian Indonesia yang semakin buruk membuat pemerintaha Jokowi harus semakin memutar otak untuk mengembalikan stabilitas ekonomi agar tidak menimbulkan gejolak di tengah-tengah masyarakat. Banyak pihak kemudian memberikan masukan-masukan dan ide-ide agar pemerintahan Jokowi bisa segera menstabilkan kembali aktivitas ekonomi Indonesia kembali normal sesuai dengan harapan dan janji kampanye pemerintahan Jokowi. Kali ini ...

Posting Jika Ingin Ekonomi Stabil, Pemerintahan Jokowi Harus Laksanakan 15 Rekomendasi Lelaki Lulusan Ini ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1EuyBOi

KPU Purworejo Mendapat Pengawasan Khusus

kpu

SEMARANG,Jowonews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purworejo akhirnya menindaklanjuti rekomendasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) untuk mencantumkan gelar akademik dan keagamaan pada nama dua pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Purworejo untuk Pilbup 2015. KPU  Purworejo telah mengklarifikasi para calon, Sabtu (29/8).

 

Meski demikian,  Bawaslu Jateng tetap akan melakukan pengawasan khusus terhadap KPU Purworejo, baik lembaga maupun personil.

 

“Kami kawatir akan ada agenda khusus terkait perlakuan KPU terhadap paslon bupati dan wakil bupati yang sebelumnya tidak mendapat perlakuan sama,”ungkap  Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan antar Lembaga Bawaslu Jateng, Teguh Purnomo SH MHum, Minggu (30/8).

 

Sebelumnya KPU Purworejo dengan  SK Nomor 38/Kpta/KPU-KPU-KabPwr/012.329449/2015 tentang  Penetapan Paslon Bupati dan Wakil Bupati dalam Pilbup 2015, tertulis paslon Hj Nurul Tri Wahyuni SE – H Budi Sunaryo AMd dan paslon Ir H Hamdan Azhari – Suhar tanpa dicantumkan gelar akademik dan keagamaan. Sedang paslon Agus Bastian SE MM-Yuli Hastuti SH ditulis lengkap.

 

Atas dasar itu Panwas Kabupaten Purworejo mengeluarkan rekomendasi agar ketiga paslon diberikan perlakuan yang sama dengan mencantumkan gelar akademik dan kegamaan.

 

Namun KPU bersikeras bahwa nama yang tertulis dalam SK itu sudah sesuai KTP masing-masing.

 

Menurut Teguh Purnomo, KPU gagal menafsirkan pasal 70 Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015, mengingat gelar akademik dan keagamaan itu bukan merupakan bagian dari nama.

 

“Sepanjang yang bersangkutan menyertakan ijazah sarjananya, kenapa gelar akademik yang menjadi haknya tidak dicantumkan. Lalu apa gunanya menyerahkan ijazah sarjana?” kata Teguh Purnomo seraya mengapresiasikan kinerja Panwas Purworejo yang dengan cepat melakukan pencegahan terhadap indikasi pelanggaran ini.

 

KPU Purworejo akhirnya melakukan klarifikasi terhadap Nurul Tri Wahyuni, Budi Sanaryo, dan Hamdan Azhari untuk menuliskan nama beserta gelar akademik dan keagamaan.

 

“Rekomendasi Panwas dan klarifikasi nama ini untuk dasar kami melakukan pleno, sekaligus mengubah SK,” jelas Purnomosidi, anggota KPU Purworejo divisi pencalonan.

 

Dikatakan pula, bahwa dalam klarifikasi ini ketiga paslon diundang, namun untuk paslon Agus Bastian dan Yuli Hastuti tidak bisa hadir karena sedang ada agenda dengan partai.(JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1fOQV8Y

Gubernur:Belanja Hibah Naik Rp 992,86 M untuk Polda

jateng ganjarSEMARANG,Jowonews.com -Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menaikkan anggaran belanja hibah pada  Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) Tahun Anggaran (TA) 2015. Dari anggaran induk sejumlah Rp 2,913 triliun, ditambah Rp 992,862 miliar atau 34,08%. Sehingga total belanja hibah tahun 2015 mencapai Rp 3,905 triliun.

Hal itu disampaikan Gubernur Ganjar Pranowo saat menyampaikan Nota Keuangan Perubahan APBD TA 2015 dalam rapat paripurna DPRD Jateng, kemarin.

Menurut Gubernur, kenaikan belanja hibah mencapai Rp 992,86 miliar itu antaralain diberikan kepada Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro.  “Belanja hibah naik sejumlah Rp 992,86 miliar atau 34,08% dari anggaran Induk sejumlah Rp 2,913 triliun antaralain digunakan untuk Bos, KONI, Kodam dan Polda,”ungkapnya.

Kebijakan menambah belanja hibah sangat mengejutkan sekali. Sebab, sebelumnya, anggaran hibah Rp 2,913 triliun sebagian besar tidak bisa dicairkan/terserap oleh masyarakat.

 

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan bahwa dalam APBD Perubahan 2015  belanja bantuan sosial (bansos) dikurangi sampai Rp 8 miliar atau 28,01% dari APBD Induk Rp 28,557 miliar. Sehingga bansos tinggal Rp 20,557 miliar saja.

“Belanja bantuan sosial turun sejumlah Rp 8 miliar atau 28,01% dari anggaran induk sejumlah Rp 28,55 miliar,”paparnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso minta pemprov harus segera merealisasikan anggaran hibah untuk kelompok masyarakat sebesar Rp 2,913 triliun yang tersebar di berbagai SKPD.

“Keluarnya Surat Edaran Mendagri (SE) No 900/4627/SJ tertanggal 18 Agustus 2015 seharusnya bisa dijadikan dasar hukum pencairan dana hibah bansos yang ada,”harapnya, Minggu (30/8).

Dalam SE tersebut diatur bahwa pencairan bansos dan hibah bisa dilanjutkan asal sudah masuk dalam dokumen APBD 2015. Syarat teknis dalam SE itu menyebutkan bahwa penerima tidak harus terdaftar di kemenhukam melainkan cukup terdaftar dengan surat keterangan terdaftar (SKT)  di Kesbanglinmas kabupaten/kota atau provinsi.

“Seharusnya pemprov segera merealisasikan bantuan hibah ke masyarakat,  mereka sudah menunggu ditengah ketidak pastian,”katanya.

Bahkan ada kelompok yang setelah penandatanganan Nota Kesepakatan Hibah Daerah  (NPHP) ke Semarang mereka langsung cari talangan untuk realisasi. Karena dalam perjanjian NPHD, diharuskan 2 bulan LPJ.

Sehingga  mereka cari duit dulu.  Hibah provinsi ada yg berupa hibah uang dan hibah barang.  Misalnya perbaikan saluran,  rumah tidak layak huni,  masjid mushola,  pendidikan,  pavingisasi,  ternak,  alat produksi,  pengadaan air bersih dll.

“SE ini sebagai aturan teknis Terbitnya UU 23 tahun 2014 tentatng Pemda pasal 298 ayat 5 mengharuskan penerima bantuan hibah harus berbadan hukum.  Akibatnya ribuan penerima hibah yg sudah masuk dalam dokumen APBD 2015, bahkan yang sudah menandatangani Nota Kesepakatan Hibah Daerah (NPHD)  tidak jelas nasibnya.(JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1hMs0oh