Senin, 31 Agustus 2015

Satu Suara untuk Buruh

[foto: beritatrans.com]Satu Suara Untuk Buruh Berbaris Beriringan Konvoi Suarakan kaum buruh Begitulah lembaran-lebaran suara buruh Rezim berganti bukan jaminan buruh makin lebih baik Suara buruh terus melengking keras Meski membentur tembok keangkuhan Gelombang PHK yang selalu menghantui kaum buruh Menambah ketar-ketir kehidupan buruh Apakah selamanya buruh menjadi mangsa peradaban Banyak pabrik berdiri kukuh Atas jutaan keringat yang menetes Pada mesin-mesin pabrik Sang kapitalis terbahak-bahak meraup untung besar Bila keadaan tak berpihak pada si cukong Maka tendangan keras PHK Adalah hantaman tak terelakan bagi buruh Untung diperah tenaganya Rugi ditendang harga dirinya Ini bukan soal siapa yang menjadi pemimpin dinegeri ini Namun siapapun pemimpinnya Jika buruh selalu dipandang sebelah mata Maka lautan protes akan selalu bergema Suara buruh terus minta keadilan Tak ada buruh yang ingin rusuh Buruh hanya ingin sejahtera, sama seperti kamu kaum profesional Buruh hanya ingin keadilan tegak Bilakah jeritan buruh dan jeritan pengusaha bisa satu suara? Bilakah buruh, pengusaha dan penguasa bisa satu suara? Bila kehidupan buruh makin sejahtera Bila keadilan tegak direpublik ini Buruh, pengusaha dan penguasa sudah berjalan pada bakti yang sama Untuk saudaraku kaum buruh Untuk saudaraku pengusaha Untuk saudaraku penguasa Satu tanah air Satu jiwa dialam merdeka Kepalkan tangan dan tinju kesombongan di diri kita masing-masing Yakinkan pada kami di seluruh nusantara Bahwa buruh, pengusaha dan penguasa bisa satu suara Untuk Indonesia yang lebih baik lagi Bisa lepas dari kandang kapitalis Bilakah??? Sahabatmu, Bang Joy (Selasa, 1 September 2015, 07:45. #Buruh juga manusia. #KramatJati, pena diri untuk negeri)

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1UiNGcX

Tidak ada komentar:

Posting Komentar