Jumat, 31 Juli 2015

Menteri Susi Goyang Salsa di Halal Bi Halal Id Fitri Kementerian KKP Dikecam Netizen

serambiMINANG.com – Saat ini memasuki bulan syawal dan masih hangatnya terasa suasana bulan Ramadhan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengadakan acara halal bi halal dalam rangka memperingati hari raya Idul Fitri yang baru saja dirayakan oleh umat muslim. Dalam sambutannya Menteri KKP, Susi Pudjiastuti menyampaikan permohonan maaf dan ucapan selamat hari raya idul fitri kepada ...

Posting Menteri Susi Goyang Salsa di Halal Bi Halal Id Fitri Kementerian KKP Dikecam Netizen ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1Ueg10o

Hati-Hati, Peyek Bercampur Plastik Beredar di Pasaran, Ini Buktinya

serambiMINANG.com – Sosial media facebook dihebohkan dengan video penemuan peyek bercampur plastik yang videonya di unduh melalu akun media sosial facebook milik Awie Makyong Salio. Dalam video tersebut sangat jelas peyek bercampur plastik. Ketika dibakar, peyek tersebut meneteskan apis beberapakali seperti layaknya ketika plastik di bakar. Tidak diketahui pasti dimana lokasi dimana ditemukan peyek bercampur ...

Posting Hati-Hati, Peyek Bercampur Plastik Beredar di Pasaran, Ini Buktinya ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1Dg8JoO

Jangan Mudah Memarahi Istrimu

wpid-marah.jpgMengapa? Boros! Ada banyak alasan untuk tidak mudah memarahi istri kita. Terbentang dari Timur ke Barat. Tapi ada satu alasan yang kerap diabaikan. Boros. Jika kamu memarahinya, daya tahannya akan mendadak berkurang secara drastis, kemampuan survivalnya melemah, kesabarannya berkurang drastis, jiwanya terusik, dan lainnya. Dan bisa boros. Lha kalau memang salah, pak? Saya tidak berbincang tentang jika dia tak merasa salah. Justru pada titik itu pun, kamu harus berhati-hati dalam memarahinya. Tapi itulah asyiknya, karena cuma istri dan tidak ada pemeran sosial lain yang memberikan sensasi itu. Banyak-banyaklah bersyukur.😄😄😄 Eko Novianto

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1IPFECM

Jam Setengah 5 Sore Azan Berkumandang di Desa Ini ,Azan Sholat Apa?

SerambiMINANG – Jika Anda berkunjung ke Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, mungkin akan terkejut ketika mendengar azan yang dikumandangkan jam setengah lima sore di berbagai masjid dan mushalla di sana. Mungkin kita bertanya-tanya azan salat apa? Misyadi, tokoh masyarakat setempat, mengatakan azan yang dikumandangkan pada pukul 16.30 itu adalah azan salat Ashar. ...

Posting Jam Setengah 5 Sore Azan Berkumandang di Desa Ini ,Azan Sholat Apa? ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1eGGV0R

Tiga Fraksi Surati Pimpinan DPRD Untuk Isi Kekosongan Wabup

dprd kudusKUDUS, Jowonews.com – Tiga fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus secara resmi mengirimkan surat desakan agar kekosongan jabatan wakil bupati segera diisi. 

Ketiga fraksi yang mengirimkan surat ke pimpinan DPRD Kudus, yakni Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fraksi Persatuan Bintang Pembangunan (PBP), dan Fraksi Nasdem.

Ketua Fraksi PBP Soetiyono. Surat tersebut sebagai tindak lanjut usulan anggota DPRD dari Fraksi PKS Setia Budi Wibowo pada rapat paripurna istimewa PAW Masmin sebagai Anggota DPRD, Senin lalu.

“Fraksi kami setuju agar kekosongan wabup segera diisi. DPRD Kudus perlu menyiapkan mekanisme pemilihan, terlebih tata tertib belum mengatur pemilihan wabup,” katanya.

Penjelasan Kemendagri

Hal senada juga diungkapkan Ketua Fraksi Nasdem Superiyanto mengatakan  pihaknya juga mengirimkan surat serupa. Walaupun pihaknya bukan dari partai pengusung, namun pihaknya ingin mekanisme pengisian posisi Wabup bisa dilakukan. ”Karena masyarakat juga menginginkan posisi wabup diisi,” terangnya.

Ditanya soalnama yang dikirim, pihaknya mengatakan tidak ada nama calon wabupdalam surat tersebut. Apalagi pihaknya memang bukan partaipengusung, selain itu mekanisme pengusulan nama juga harus melalui partai pengusung. Artinya usulan lama yang dikirimkan ada diluar DPRD Kudus.

Superiyanto menambahkan, dalam surat tersebut fraksinya memang tidak menyertakan nama-nama yang diusulkan untuk menduduki kursi wakil bupati. “Terkait nama yang diusulkan menjadi kewenangan partai pengusung. Kami hanya menghendaki agar kekosongan kursi wabup di Kudus segera terisi,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kudus Masan membenarkan telah menerima surat dari ketiga fraksi tersebut. Namun, pihaknya belum berani melangkah terlalu jauh, menyusul belum adanya penjelasan dari Kementerian Dalam Negeri.

Disebutkan, DPRD dan Pemkab Kudus telah mengirim surat ke Kemendagri, menanyakan mekanisme pemilihan wabup. Penjelasan Kemendagri diperlukan karena hingga saat ini belum ada PP (Peraturan Pemerintah – Red) yang diterbitkan, sebagai penjelasan UU Pilkada. (JN04)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1MB8CXI

Asyiknya Dieng Culture Festival di Dataran Tinggi Dieng Banjarnegara

festival diengBanjarnegara, Jowonews.com – Di akhir bulan Juli, tepatnya hari ini, Jumat 31 Juli hingga 2 Agustus 2015 pekan ini, sebuah persembahan wisata budaya kembali digelar di Jawa Tengah. Adalah festival seni budaya di dataran tinggi Dieng, Magelang, Dieng Culture Festival (DCF) akan digelar pada 31 Juli sampai 2 Agustus 2015.

DCF digagas oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.  Dalam penyelenggaraannya, Pokdarwis didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta berbagai sponsor pendukung.

Pada tahun ini, DCF mengambil tajuk Culture for Harmony, dimana pada hari pertama, pengunjung akan diajak untuk menikmati panggung musik jazz lewat Jazz Atas Awan. AbsurdNation, Batavicada, HajarBleh, The Lounge, Cadenza dan Jammers Instrumental akan menjadi penampil Jazz Atas Awan tahun ini.

Kemudian, panggung yang akan berdiri di atas kompleks Candi Arjuna ini tidak hanya akan menghibur para pengunjung, tetapi juga bagi penduduk sekitar. Jagung bakar dan minuman khas Dieng, Purwaceng.

Pada hari kedua, dimulai dengan ekspedisi Gunung Pangonan. Di sana, peserta diajak untuk menikmati indahnya pemandangan matahari terbit. Satu agenda lain selama ekspedisi ini adalah penanaman pohon. Acara utama pada hari kedua adalah Festival Lampion. Ribuan lampion akan dilepaskan di kompleks Candi Arjuna dengan selingan tembakan kembang api. Para pengunjung yang memiliki tiket DCF juga mendapat kesempatan untuk menerangkan lampion yang disediakan panitia.

Hari kedua juga diisi dengan pertunjukan seni dan pemutaran film. Sebelum Sabtu berakhir, pengunjung akan dihibur dengan pertunjukan wayang di timur kompleks Candi Arjuna.

Selanjutnya, hari ketiga akan menjadi puncak acara DCF. Agendanya, apalagi kalau bukan Ritual Cukur Rambut Gembel. Pemotongan rambut anak-anak berambut gembel ini memerlukan ritual khusus karena anak berambut gembel dianggap sebagai titisan dewa. Apabila rambut gembel itu dipotong sembarangan, dipercaya bahwa rambut gembelnya akan tumbuh lagi.

Prosesi cukur rambut ini hanya bisa dilakukan atas permintaan anak, dan apapun permintaan sang anak harus dipenuhi oleh orang tua atau walinya. Diawali dengan prosesi pembacaan doa, barulah rambut anak gembel dipotong oleh tetua adatatau tokoh masyarakat.

Rambut yang sudah dipotong kemudian akan dibacakan doa sebelum akhirnya dilarung atau dibuang. Prosesi pelarungan rambut ini juga sekaligus menjadi penutup acara DCF yang sebelumnya telah digelar sebanyak lima kali. (JN03)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1MX5AtX

Bawaslu Jateng Endus Rekomendasi Palsu Pilkada

teguh bawasluSEMARANG, Jowonews.com-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Tengah mengendus adanya rekomendasi partai politik palsu untuk calon kepala daerah yang maju pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jawa Tengah (Jateng) Teguh Purnomo mengatakan sudah mendengar rumor adanya rekomendasi partai politik (parpol) palsu tersebut.

“Kami telah menginstruksikan kepada panitia pengawas (panwas) kabupaten/kota menyelidiki hal itu (rekomendasi palsu) sampai ke DPP parpol,” katanya, Jumat (31/7).

Rumor adanya rekomendasi palsu itu, lanjut Teguh beredar di kalangan parpol di daerah, karena merasa nama calon kepala daerah yang mendapat rekomendasi dari DPP ternyata tidak sesuai dengan calon sebelumnya.

Kepada balon kepala daerah yang merasa dirugikan terhadap rekomendasi tersebut, sambung dia bisa melaporkan ke panwas kabupaten/kota setempat atau ke Bawaslu Jateng.

“Sesuai ketentuan pasangan balon kepala daerah yang merasa dirugikan terkait pilkada bisa melaporkan ke panwas,” tandas Teguh.

Dia berharap kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota untuk mencermati masalah rekomendasi palsu ini supaya tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

KPU kabupaten/kota yang saat ini sedang melakukan verfikasi berkas administrasi pendaftaran balon kepala daerah, ujar Teguh agar melakukan kroscek rekomendasi dari DPP parpol pengusung. “Jangan sampai pelaksanaan pilkada serentak 9 Desember mendatang dinodai perbuatan tercelam,” harap Teguh.

Secara terpisah Ketua Desk Pilkada Partai Gerindra Jateng Sriyanto Saputro mendukung langkah Bawaslu melakukan penyelidikan terhadap indikasi rekomendasi palsu tersebut. “Langkah Bawaslu patut didukung agar semuanya clear agar pilkada berlangsung bersih,” tandas dia kepada Espos di Semarang.

Untuk rekomendasi balon kepala daerah dari DPP Partai Gerindra, Sriyanto menjamin tidak masalah karena dilakukan secara cermat sesuai mekanisme partai. “Kalau masalah parpol lain saya tidak ikut campur, tapi yang jelas untuk rekomendasi Partai Gerindra sudah clear,” tukas anggota DPRD Jateng ini.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Jateng Abhan Misbah mengungkapkan pada pilkada mendatang anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) rentan terhadap praktik manipulasi data perolehan suara serta suap.

Menurut dia, berdasar pengalaman dalam pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) legislatif sebelumnya banyak ditemukan penggelembungan perolehan suara. ”Terlebih lagi pada pilkada nanti hanya berlangsung satu putaran, calon yang meraih suara terbanyak menjadi pemenang maka peran PPK dan PPS sangat signifikan,” ungkap dia.

Sistem perekrutan anggota PPS atau PPK selama ini, sambung Abhan juga terkesan asal-asalan saja karena setiap pemilu yang menjadi anggota orang yang sama. “Dengan kondisi anggota PPS dan PPK ini rentan dimainkan oleh calon,” ujar dia.

Dia mengaku panwas mengalami kesulitan untuk mengawasi PPS dan PPK yang jumlahnya mencapai ribuan tersebut,”Kami meminta masyarakat agar ikut berperan secara aktif melakukan pengawasan pelaksanaan pilkada,” harap dia. (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1MB8zLB

Kamis, 30 Juli 2015

Erdogan, GIDI dan Relasi Islam Negara Era Jokowi yang Kian Mencemaskan

erdoganTerlalu banyak pelajaran yang dapat kita petik dari kedatangan Presiden Turki Recep Tayyeb Erdogan ke Indonesia. Dari sekian banyak itu, kita ambil satu soal yang memiliki momentum sangat tepat, yakni terkait relasi Islam dan Negara di Tanah Air yang akhir-akhir ini kian mencemaskan. Apa kelindannya? Begini penjelasannya. Hubungan Islam dan Negara di negeri ini menjadi wacana yang tak pernah berakhir. Bukti tak terbantahkannya adalah saat menjelang pemilu. Isu ini tiba-tba menghangat dan menjadi sangat penting untuk dibahas. Kita ambil contoh saat menjelang pilpres 2009. Dalam debat cawapres yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi nasional, pertanyaan tentang relasi Islam dan Negara ditanyakan oleh moderator acara Prof Komaruddin Hidayat. “Bagaimana menurut Anda sebaiknya hubungan antara agama dan Negara (politik)?” “Agama harus kita tempatkan di atas politik,” kata Boediono yang diamini oleh Prabowo Subianto. Sedangkan Wiranto lebih menukik tajam. “Agama memang harus dipisahkan dari politik, tapi nilai-nilai moralnya harus menjadi spirit agar politik menjadi santun dan berakhlak. Keesokan harinya, Koran Tempo menulis.” Ketiganya sepakat memisahkan agama dari politik.” Relasi islam dan Negara memang mengalami dinamika sejak sebelum dan sesudah kemerdekaan. Namun, hubungan keduanya lebih banyak diwarnai ketegangan. Sebut saja soal Piagam Jakarta, pembubaran Masyumi di zaman Soekarno, peristiwa Tanjung Priok di era Soeharto hingga kemudian maraknya isu teroris di masa kini. Islam politik memang selalu menjadi pihak tertuduh. Gerak-gerik mereka terus dipantau dan dicurigai oleh Negara, terlebih ketika institusi Negara tersebut dikuasai oleh orang-orang yang tak suka dengan Islam. Yang timbul kemudian adalah ketegangan antara keduanya. Darah, nyawa dan airmata dari pihak Islam biasanya menjadi saksi bisu dari ketegangan yang tercipta atau sengaja diciptakan. Di masa pemerintahan Jokowi yang belum genap setahun, hubungan Islam dan Negara yang bersifat antagonistik kian terlihat. Semakin hari bahkan kian mencemaskan. Pemberangusan media Islam online hingga yang mutakhir tragedi Tolikara, menjadi bukti shahih adanya antagonistik antara Islam dan Negara. Mengapa di usia kekuasaannya yang sangat singkat, rezim Jokowi begitu terlihat ketidaksukaanya kepada Islam? Jawabannya sederhana: karena inner circle Jokowi merupakan “kelanjutan” dari orang-orang yang phobia terhadap Islam di masa Orde Lama dan Orde Baru. Dan tanpa menyebut nama, kita semua sudah mahfum siapa mereka. Islamofobia, begitulah kita kerap menyebut mereka. Orang-orang semacam ini sangat takut jika Islam berkuasa di Indonesia. Karena itu dengan segala cara mereka membuat hubungan Islam dan Negara selalu tegang. Juga melakukan political decay atau pembusukan politik terhadap politisi Islam dengan cara mengkriminalisasi melalui kasus korupsi, doyan perempuan dan sebagainya. Islamofobia adalah sebuah penyakit yang lahir dari,”Perasaan kurang percaya diri golongan minoritas,” kata mantan Ketua LIPI Taufik Abdullah. Minoritas yang percaya diri, ujar Taufik, pasti tidak akan takut pada Islam. Mereka akan bergaul dengan siapa saja seperti dalam memperjuangkan demokrasi dan musyawarah. (Politik Demi Tuhan, Pustaka Hidayah, 2000) Islamofobia ini lahir karena adanya kecurigaan yang berlebihan. Kecurigaan itu kemudian dibungkus dengan menghembuskan berbagai macam mitos seputar Islam dan keindonesiaan. Salah satu yang begitu gencar ditiupkan adalah mitos tentang disintegrasi bangsa ketika Islam dijadikan sebagai ideologi. Padahal, tidak ada bukti sejarah yang valid bahwa Islam menjadi sumber perpecahan bangsa. Umur persatuan bangsa, kata Anis Matta, tidak ditentukan oleh ideologi yang dianut suatu bangsa, namun oleh umur keadilan politik, sosial dan ekonomi. (Anis Matta, Dari Gerakan ke Negara, Penerbit Fitrah Rabbani, 2006) Timor-Timur yang keluar dari NKRI, bukan karena di sana diterapkan syariat Islam, tapi karena ketidakdilan dalm berbagai bidang. Nanggroe Aceh Darussalam yang “memberontak”, juga bukan karena sytariat Islam, namun karena tak adanya keadilan ekonomi dan sosial. Begitu pula halnya dengan Papua. Nah, kehadiran Erdogan ke Indonesia harusnya dapat membuat rezim Jokowi dan kaum Islamofobia yang ada di sekelilingnya berpikir ulang soal Islam politik. Erdogan adalah role model tentang bagaimana ketika Islam berkuasa. Tak menakutkan; tak menyeramkan; tak hantam kromo. Saat Islam berkuasa, kebijakan yang dikeluarkan sangat akomodatif, merangkul semua kalangan. Dan kekhawatiran akan dijadikannya sebagai negara Islam tak terbukti. Meski sudah lama berkuasa, secara resmi pemerintahan Erdogan baru pada 2013 membolehkan pemakaian jilbab bagi kaum wanita yang PNS. Sedangkan hakim, polisi dan tentara tetap tidak dibolehkan berjilbab. Di Turki, Erdogan tentu saja tak mulus menjalankan kekuasaannya. Kaum sekularis terus mengusiknya karena tak rela ada politisi Islam yang memimpin mereka. Mereka menjuluki Erdogan sebagai “ Islamis Reaksioner “. Namun, Erdogan dengan cerdasnya menjawab julukan itu dengan menyebut dirinya sebagai“ Pemimpin Religius di Negara Sekular “. Kita berharap besar, kunjungan Erdogan ke Indonesia tak cuma membuat Jokowi tertarik untuk meningkatkan hubungan ekonomi antara kedua negara. Lebih dari itu, ini waktu yang sangat tepat bagi Jokowi dan orang-orang di sekitarnya untuk mengubah cara pandang terhadap Islam. Tapi bisakah? Kita berhak pesimistis jika melihat bagaimana perlakuan Jokowi kepada pimpinan GIDI yang jelas-jelas telah membakar masjid di Tolikara. Bukankah karpet merah untuk Erdogan juga digelar Jokowi kepada teroris GIDI saat berkunjung ke Istana Negara? Erwyn Kurniawan @Erwyn2002 Pemimpin Redaksi www.kabarumat.com

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1Ub8XS8

Fatwa di Era Posmo (Menanggapi Rekomendasi MUI Tentang BPJS)

Buku Fatwa MUISelepas MUI mengeluarkan rekomendasi yang menyatakan sistem BPJS yang sekarang belum sesuai syariah, pro kontra bermunculan. Sanggahan pun hadir dari pihak BPJS di berbagai kesempatan, termasuk di televisi. Mendengar sanggahan dari pihak BPJS, betulkah BPJS tidak berbasis profit? Apakah arti BPJS ditetapkan UU sebagai lembaga non profit? Di awal pembentukan BPJS, kontroversi itu kencang sekali. Apalagi BPJS tenaga kerja, meski banyak orang lupa - seperti biasa kelas menengah sosial media umumnya (artinya tidak semua) atau tidak tahu hal-hal seperti itu, apalagi memahami perbedaan-perbedaan paradigma ideologis yang dipakai dalam menyelesaikan masalah jaringan pengaman kesehatan rakyat di Indonesia dan konsekuensinya. Terlepas dari itu, MUI perlu menyadari bahwa berfatwa di era posmo ini tidak sama dengan berfatwa di masa lalu, sebagai institusi pula MUI tidak menduduki institusi mufti diyar atau mufti resmi negara yang keputusannya mengikat untuk negara dan dihormati oleh umat. Di masa lalu, rakyat menanti-nanti fatwa mufti sebab ia bisa menjadi perwakilan aspirasi oposisi atas kebijakan negara (meski bisa sebaliknya, dan lebih sering sebaliknya yang terjadi). Meminjam nasehat Syaikh Abdullah bin Bayyah dalam "Shina'atul Fatwa wa Fiqhul Aqalliyaat", idealnya adab dalam produk fatwa adalah "an yakuna maqbulan 'indal 'ulama, hatta yaraka an-naasu ahlan bidzalika" (diterima oleh kebanyakan ulama sampai masyarakat menyambut baik tehadap produk-produknya), dan terlepas negara atau masyarakat atau ulamanya yang salah, kontroversi-kontroversi fatwa jelas tidak sehat dan harus dicari solusinya. Terlebih lagi, di Indonesia ulama dan komunitas ulama banyak, dua organisasi paling mainstream di Indonesia yaitu NU dan Muhammadiyah pun sering minor bahkan oposan pada fatwa MUI meski sebetulnya pembentukan MUI disepakati oleh semua ormas sebagai representasi fatwa kolektif seluruh ormas. Posisi MUI semakin tidak menguntungkan karena yang dikritiknya adalah program populis pemerintah yang terlepas dari kekurangannya, sebagian masyarakat merasakan manfaatnya. Masyarakat yang mengkritik BPJS pun menginginkan "kritik sekuler" bukan kritik keagamaan, meskipun sebetulnya kritik MUI bisa substansial dan sejalan dengan "kritik sekuler". Harus diakui, di masa posmo, bagi sebagian besar kelas menengah, kritik sekuler dirasa lebih meyakinkan karena berbasis rasionalitas dan kritik agama dirasa terlalu cerewet, datang dari dunia alien dan masa lalu. Tariq Ramadan memberikan satu saran dalam hal ikhwal fatwa, bahwa fatwa tidak selalu harus memberi kata putus dalam hukum taklifi (alias memberi kata putus halal atau haram) tapi sebaiknya sebuah fatwa menyampaikan secara komprehensif konsideran-konsideran syariah dalam satu masalah dan mengajak stake holder duduk bersama. Atau jika fatwa tidak dapat seperti itu, buatlah model bayanat-bayanat atau penjelasan-penjelasan. Hal ini dengan tujuan agar, sebuah fatwa tidak direduksi menjadi satu hukum taklifi (halal atau haram) oleh orang yang terbiasa membaca kesimpulannya saja, juga untuk memposisikan MUI sebagai lembaga agen sosialisasi keilmuan dan agen perubahan sosial ketika legitimasinya sebagai lembaga hakim (dalam hal agama) tidak dimiliki. Jika MUI merasa telah melakukan semua itu (dalam kasus ini, saya lihat MUI sudah berpijak di landasan pemikiran yang benar bahwa jaring pengaman kesehatan adalah tanggung jawab negara, MUI menghindari "vonis" kata haram tapi media kompak menyebut kata haram, MUI sudah memberi rekomendasi solusi (meski saya kurang setuju solusinya) dan MUI pun mengajak stake holder duduk bersama) mungkin MUI perlu lembaga PR yang bagus. Sebagai contoh, dalam panel di TV One tadi malam, ada satu poin yang tidak meyakinkan dari penjelasan wakil MUI yaitu klaim bahwa BPJS memutar atau menginvestasikan dana terkumpul di sektor finansial yang berbasis bunga (meski bisa saja wakil BPJS yang menyanggah telah berbohong atau bagaimana?). Wakil MUI juga tidak meyakinkan ketika menjelaskan landasan penilaian mereka bahwa ada faktor ghurur dan maysir pada akad asuransi BPJS, umumnya masyarakat memahami bahwa asuransi adalah sistem ta'awun dan takaful yang bersifat dana kolektif berbasis gotong royong dan subsidi silang sehingga penjelasan MUI tidak meyakinkan. Padahal, yang dipersoalkan MUI adalah, jika ada profit atau surplus, dana tersebut harus kembali dalam bentuk manfaat kepada masyarakat, bukan sebagai keuntungan negara atau keuntungan korporasi (kecuali sebatas upah, ongkos teknis dan dana sustainability - berapapun besarnya "dana sustainability" itu mau ditetapkan), kecuali jika hal itu telah dinyatakan, diketahui dan disetujui oleh rakyat secara sukarela. Intinya, meskipun prinsip dalam takaful "keuntungan" rakyat terjadi ketika ia sakit, tapi jika ada surplus, dalam syariah ia harus kembali ke masyarakat. Jika arahnya adalah transparansi pengelolaan dana, dan dikembalikan pada prinsip syariah bahwa surplus harus kembali kepada masyarakat, maka kritik MUI secara substansial benar meski untuk membuktikan keakuratannya butuh pemeriksaan atau audit. Priyo Jatmiko

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1Ic0Qgx

Pilkada Rawan Manipulasi di PPK dan PPS

pilkadaSEMARANG, Jowonews.com – Petugas panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) rentan terhadap praktik manipulasi data dan suap. Hal ini berdasar temuan penggelembungan suara yang marak terjadi dalam pemilu.

“Apalagi masa kerja PPK dan PPS yang cuma satu bulan, membuat mereka rentan menerima suap. Sebab dari tempat pemungutan suara (TPS) awal rekap dilakukan, dan proses penentuan pemenang terjadi,” kata Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng, Abhan Misbah, Kamis (30/7).

Persoalan PPK dan PPS selama ini selalu mengemuka dalam permohonan perselisihan hasil pemilihan kepala daerah (pilkada). Netralitas penyelenggara pemilu perlu benar-benar diawasi. “Untuk pengawasan di tingkat kabupaten/kota mudah diawasi dan integritasnya mudah terpantau. Tapi untuk memonitor penyelenggara di tingkat kecamatan sulit karena jumlahnya yang banyak,” ujarnya.

Sistem perekrutan anggota PPS atau PPK dibuat semacam industri. Dimana setiap datang pemilu, yang menjadi petugas PPS hingga PPK adalah orang yang sama, sehingga rentan dimainkan. 

Selain itu, persoalan lain yang cenderung jadi perselisihan hasil pilkada adalah politik uang, banyaknya pemilih yang tidak masuk daftar pemilih tetap (DPT), penggelembungan hasil suara, mobilisasi aparatur negara, dan penggunaan fasilitas pemerintah. “Penggunaan fasilitas pemerintah biasanya berpotensi besar terjadi jika ada calon petahana yang maju. Sering sekali muncul gugatan dengan alasan ini,” tuturnya.

Namun pada Pilkada 2015, lanjutnya, ada yang membedakan dengan pemilu sebelumnya yakni adanya pengawas di tiap TPS. Tujuannya agar rekapitulasi suara di tingkat TPS aman. “Seharusnya ada saksi dari pasangan calon yang menunggu dan mengawasi dari awal sampai penghitungan suara selesai. Jangan datang ketika sudah selesai,” paparnya.

Sementara untuk metode kampanye, dikhawatirkan adanya duplikasi dari pasangan calon karena terbatasnya anggaran dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tiap kabupaten/kota. Metode kampanye yang menjadi tanggung jawba KPU antara lain, debat publik/debat terbuka antar pasangan calon, penyebaran bahan kampanye kepada umum, pemasangan alat peraga, serta iklan media massa dan elektronik. “Pelaksanaan kampanye oleh KPU didanai APBD, dan dilaksanakan 27 Agustus-5 Desember,” terangnya.

Untuk publikasi dibatasi tiap pasangan calon hanya lima titik baliho, sehingga mendorong adanya duplikasi. Iklan di televisi durasinya 30 detik, radio 60 detik, dengan spot 10 kali. “Masing-masing tim pasangan calon bisa publikasi lewat cindera mata seperti kaos. Namun anggarannya juga dibatasi, harganya tidak lebih dari Rp 25.000 per kaos,” jelasnya. (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1DchO1V

Tes Kesehatan Akan Disampaikan Hari Sabtu

henrySemarang, Jowonews.com – Hasil dari tes pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani terhadap bakal calon walikota dan wakil walikota Semarang selama dua hari ini akan diambil kesimpulan pada hari Sabtu, tanggal 1 Agustus 2015.

Menurut Henry Wahyono, Ketua KPU Kota Semarang, tes kesehatan yang dilaksanakan selama 2 hari dari kemarin akan disimpulkan dan disampaikan ke KPU Kota Semarang oleh tim dokter psikiater dari RSJD dr Amino Gondohutomo dan disatukan dengan hasil di RSUD Kota Semarang.

“Nanti hasilnya akan disampaikan ke kita, mampu atau tidak mampu secara kesehatan jasmani dan rohani, namun kita nanti lihat hasil dari IDI Kota Semarang,” katanya seusai tes kesehatan rohani di RSJD dr Amino Gondohutomo, Kamis (30/7).

Sementara itu Wadir Administrasi, RSJD dr Amino Gondohutomo, Sri Mulyani  menjelaskan, ada tujuh dokter psikiatri yang terlibat dalam tes rohani tersebut yang meliputi tes psikiatri dan psikologi yakni wawancara untuk mencocokkan hasil test dengan gejala kritis, tes MMPI 2 (Minnesota Multiphasic Personality Inventory 2) untuk mengetahui integritas, corak kepribadian, adaptasi, dan risk behavior, tes Psikologi untuk memeriksa kemampuan intelektual IQ, kematangan emosional EQ dan kematangan sosial SQ, tes stress analyzer, tes neurokoqnitif, dan tes Napza.

Untuk tes Napza mempunyai enam parameter di dalamnya, yakni pemeriksaan meliputi benzo, Thc, Coc, Morp, Meth dan Amp. “Kami menggunakan 7 Psikiatri, dan memiliki bidanngnya masing-masing. Untuk setiap tahapan tesnya, dibutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam yang dimulai dari pukul 08.00 sampai 15.00,” jelasnya. (JN14)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1IszaDj

Paslon Walikota Semarang Jalani Tes Kejiwaan

hendi itaSemarang, Jowonews.com – Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota melanjutkan ketahap berikutnya dalam syarat pencalonan pilwakot dengan tes kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr Amino Gondohutomo, Semarang, Kamis (30/7).

Wakil Direktur (Wadir) Administrasi, RSJD dr Amino Gondohutomo, Sri Mulyani  menjelaskan, ada tujuh dokter psikiatri yang terlibat dalam tes rohani tersebut yang meliputi tes psikiatri dan psikologi yakni wawancara untuk mencocokkan hasil test dengan gejala kritis, tes MMPI 2 (Minnesota Multiphasic Personality Inventory 2) untuk mengetahui integritas, corak kepribadian, adaptasi, dan risk behavior, tes Psikologi untuk memeriksa kemampuan intelektual IQ, kematangan emosional EQ dan kematangan sosial SQ, tes stress analyzer, tes neurokoqnitif, dan tes Napza.

Untuk tes Napza mempunyai enam parameter di dalamnya, yakni pemeriksaan meliputi benzo, Thc, Coc, Morp, Meth dan Amp. Dari semua tes tersebut, total terdapat 567 pertanyaan. “Kami menggunakan 7 Psikiatri, dan memiliki bidanngnya masing-masing. Untuk setiap tahapan tesnya, dibutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam yang dimulai dari pukul 08.00 sampai 15.00, dengan total 567 pertanyaan” jelasnya. 

Usai tes, salah satu bakal calon walikota Hendrar Prihadi secara mengejutkan dimintai do’a oleh salah seorang pasien dari RSJ dr. Amino Gondohutomo. Hendrar yang hendak pulang dari tes tersebut menerima jabat tangan dan mendoakan pasien tersebut semoga cepat sembuh. “Iya, saya doakan semoga kamu cepat diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Al-fatihah.” Ujarnya seraya menengadahkan tangan mendoakan pasien tersebut.

Pasien bertato tersebut, menurut salah satu psikiater RSJ dr. Amino Gondohutomo  merupakan mantan pengguna narkoba. “pasien tersebut dirawat karena tidak bisa mengontrol dirinya akibat dari banyak mengkonsumsi narkoba.” ungkapnya. (JN14)


sumber Jowonews.com http://ift.tt/1DchNLx

Tiga Parpol Diprediksi Jadi Penonton

pilkadaKENDAL, Jowonews.com -T iga partai politik  di Kendal kemungkinan hanya akan jadi penonton dalam Pilkada Kendal 2015. Masing-masing adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat (PD) dan Partai Golkar (PG).

 Pasalnya, tiga parpol tersebut hingga Kamis (30/7) kemarin belum menentukan sikap dukungan ke salah satu dari dua pasangan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati yang sudah mendaftar ke KPU.

Prediksi itu karena dalam pilkada Kendal, tiga parpol tersebut telah memutuskan mengusung pasangan Mukhamad Mustamsikin-Akhadi Adi Putra (Mutiara). Sementara pasangan tersebut hingga akhir pendaftaran pencalonan Selasa (28/7), tidak mendaftarkan diri ke KPU. Bahkan Akhadi Adi Putra yang digadang-gadang untuk jadi wakil justru mengundurkan diri paska dideklrasikan pada pertengahan bulan.

 Kegagalan dalam mengusung pasangan balon itulah yang disinyalir menjadi faktor utama ketiga parpol tersebut belum memiliki arah politis. “Kalau saya melihat akan abstain, tapi masih ada kemungkinan PPP akan menjatuhkan dukungan ke pasangan Widya Kandi Susanti-Muhammad Hilmi,” ujar pengamat politik, Kartika Nursapto.

Sedangkan dua lainnya PG dan PD kemungkinan besar akan memilih sebagai penonton.  “Sepertinya Golkar dan Demokrat lebih memilih abstain, karena rekomendasi dua parpol tersebut sudah turun kepada pasangan Mutiara,” tandasnya.

Sementara Ketua DPC PD Kabupaten Kendal, Suwindi mengakui jika parpolnya masih belum menentukan langkah dalam memberikan dukungan terhadap pasangan balon bupati-wakil bupati yang resmi mendaftar di KPU setempat. “Masih belum ada kebijakan apapun dari DPP, sehingga kami belum menentukan sikap,” ujarnya, kemarin.

 Rencananya, pihaknya bersama PPP dan Golkar akan melakukan pertemuan untuk membahas arah dukungan, hari ini. Hal itu dilakukan setelah koalisi yang mereka bangun gagal mengusung pasangan calon. (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1Dd8uL1

Gagal Dapat Rekomendasi PDIP, Widhi-Dewi Bantah Habis Ratusan Juta

 

 

widhiSEMARANG,Jowonews.com – Gagal mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP, sejumlah bakal calon (balon) walikota/wakil walikota Semarang dikabarkan mulai bangrut. Pasalnya, untuk melakukan sosialisasi dan proses penjaringan, penyaringan, balon walikota/wakil walikota dikabarkan telah menghabiskan ratusan juta rupiah.

Namun dekikian, kabar itu dibantah keras oleh Widhi Handoko dan Dewi Budiharjo. Dimana keduanya memang ikut proses penjaringan dan penyaringan di PDIP dan akhirnya ngagal mendapatkan rekomendasi.

“Tidak benar jika saya mengeluarkan dana sosialisasi sebesar Rp.800 juta. Itu salah. Yang benar adalah Rp.80  juta,” tegas Widhi Handoko, Kamis (30/7)

Menurutnya, diawal masa pencalonan untuk mendapat rekomendasi dari DPP PDIP, dirinya memang sempat didekati oleh beberapa Event Oragnizer (EO). Dengan proposal lengkap beserta nilai nominal yang harus ia bayarkan. Salah satu EO menawarkan anggaran mencapai Rp.800 juta tersebut.

“Saya tolak karena nilainya sangat besar sekali. Sehingga saya memakai EO yang  lebih terjangkau nilainya, yakni senilai Rp.80 juta,” tambahnya.

Nilai Rp.80 juta tersebut lantas dimanfaatkan untuk  pemasangan beberapa baliho.

Sementara, balon wakil walikota Dewi Budiharjo yang juga gagal mendapat rekomendasi DPP PDIP juga  mengaku tidak banyak mengeluarkan dana. “Saya malah lebih banyak dibantu oleh rekan media yang banyak meliput kegiatan saya dilingkup sosial kaum marjinal. Sehingga tak terlalu banyak mengeluarkan dana sosialisasi,” jelasnya.

Dana yang dikeluarkannya terpaut sedikit dibawah Widhi Handoko, yakni Rp.70 juta. Dana tersebut digunakan untuk  aksi sosial yang memang  bertepatan dengan pendaftaran rekomendasi balon. Baginya, itu hanya sebuah dana rutin yang biasa ia keluarkan ditiap kegiatan sosialnya.

“Saya tak pernah woro-woro atau memasang atribut sosialisi. Saya bersyukur sedikit banyak  tetap masih ada yang mengenali saya,” tandasnya.

Widi dan Dewi sepakat tidak akan mempersoalkan, meski tidak dapat rekomendasi DPP PDIP. Kini Widhi Handoko malah dipercaya sebagai Wakil Ketua Tim Pemenangan Hendi – Ita mendampingi Supriyadi. Sedangkan Dewi Budiharjo tetap konsisten dengan kegiatan sosialnya menangani pemasalahan kaum marjinal dari sisi pendidikan, sosial dan budaya. Terutama anak-anak yang ada di Kota Semarang. (JN01))



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1Ib624m

Pemuda Pancasila Dukung Sibagus, Siap Kawal Semua Kegiatan

 

sigitSEMARANG,Jowonews.com – Pencalonan pasangan Sigit Ibnugroho-Agus Sutyoso (Sibagus)  dalam pilwalkot Semarang tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain muncul sebagai figur alternatif, Sibagus juga banjir dukungan.

Kali ini Satgas PP Kota Semarang secara resmi memberi dukungan pada Sibagus dan siap memenangkan pasangan yang diusung Partai Gerindra (PG), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar (PG).

Hal itu disampaikan Komandan Koti Satgas Pemuda Pancasila (PP) Kota Semarang. Dalam pertemuan semalam, Satgas PP menyatakan dukungannya pada Sibagus dan siap memenangkan dalam pilwalkot 9 Desember mendatang.

“Kami sudah bertekad bulat akan mendukung dan mengawal penuh Sibagus dalam pilwalkot,” kata Dansatgas PP Kota Heri Maskuri.

Heri Maskuri menambahkan, banyak alasan yang membuat Satgas PP Kota Semarang  menjatuhkan pilihan pada Sibagus. “Pertama Sibagus merupakan figure yang masih bersih, muda dan merupakan pasangan yang ideal dari pengusaha-birokrat. Ini kombinasi yang pas untuk memajukan Semarang,” tegasnya.

Kedua, lanjut Heri Maskuri, Ketua PP Kota Semarang Joko Santoso merupakan ketua tim pemenangan Sibagus. Sehingga sudah menjadi tradisi kalau di PP harus satu komando. “Ketua kita merupakan ketua tim pemenangan Sibagus, tentu kami sebagai anak buah harus satu komando dengan pimpinan, kami loyal sama pimpinan,” katanya.

Selain menyampaikan dukungan Satgas PP juga siap mengawal semua kegiatan yang dilaksanakan oleh Sibagus. Tidak hanya itu saja, ke depan pihaknya juga akan melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkatan ranting demi kemenangan Sibagus pada pilwalkot mendatang. “Organisasi kita sangat solid hingga struktur paling bawah,” ujar Heri Maskuri. (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1Ib64t5

Siap Menangkan Marmo-Zuber, KBS Siap Antisipasi Kampanye Hitam

 

marmo1SEMARANG, Jowonews.com – Koalisi Bangkit Sejahtera (KBS) yang merupakan PKS dan PKB optimistis mampu memenangkan pasangan Soemarmo HS- Zuber Syafawi dalam pilwalkot Semarang, 9 Desember.

Keyakinan itu diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Semarang Teguh Widodo. Dengan dukungan 10 kursi legislatif, pihaknya optimistis mampu meraih kursi Semarang satu untuk pasangan Soemarmo-Zuber. “Kami merasa lebih kuat jika hanya bersama PKS,”tegasnya, kemarin.

Bahkan Teguh juga mengaku sudah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi kemungkinan adanya kampanye hitam untuk menyerang pasangan Soemarmo-Zuber. Karena tanda-tanda kampanye hitam mulai kelihatan.

“Kami hanya berharap semua kader PKB Kota Semarang harus solid. Jangan sampai mau diadu domba oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, untuk kepentingan politik sesaat,”harapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris DPW PKB Jateng Sukirman. Ia berharap semua kader PKB harus mengamankan rekomendasi dari DPP PKB. Pasalnya, Soemarmo sekarang sudah menjadi kader PKB dengan kartu tanda anggota (KTA) resmi.

“Kota Semarang adalah salah satu target yang harus dimenangkan PKB. Karena PKB mengusung kader sendiri,”ujarnya.

Dia optimis, kader PKB akan mengamankan rekomendasi. Persoalan yang terjadi selama ini hanyalah masalah komunikasi. Sehingga akan dapat diselesaikan dengan duduk bersama-sama.

Senada dengan Teguh, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Semarang, Agung Budi Margono juga menyampaikan rasa optimisme mampu mengantarkan Marmo-Zuber memimpin Kota Semarang. Apalagi Zuber Safawi yang merupakan balon wakil wali kota adalah kader internal PKS.

“Beliau (Zuber-red.) terus kami dorong untuk berkiprah dalam Pilwakot Semarang 2015. Alhamdulillah, sudah konek juga dengan PKB,” tandasnya.

Sementara, Agung juga menyampaikan keterangan terkait pecahnya Koalisi Tugu Muda (KTM). Pihaknya sudah berusaha untuk mempertahankan Koalisi Tugu Muda di tingkat lokal, namun semuanya bergantung keputusan di tingkat pusat. “Kami sudah melakukan komunikasi dengan dua mantan rekan koalisi, yakni Demokrat dan Golkar. Dua parpol tersebut menghormati keputusan yang sudah dibuat,” tandasnya.

Pasangan Marmo-Zuber adalah pasangan pertama yang secara resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (26/7). (JN01))



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1Dd8uKI

Terkait Korupsi SPA, Harini Dijadikan Tumbal?

Harini Kristiani, staff Ahli Walikota Semarang foto: http://ift.tt/1MIaESk

Harini Kristiani, staff Ahli Walikota Semarang foto: http://ift.tt/1MIaESk

SEMARANG, Jowonews.com– Majelis hakim yang menangani sidang kasus korupsi Semarang Pesona Asia (SPA), Gatot Susanto berang mendengar adanya banyak kuitansi fiktif yang dimainkan dalam program SPA tahun 2007.

Kemarahannya tersebut dikarenakan adanya keterangan salah satu saksi, Rendika Pandu Wijaya, pemilik perasewaan meja kursi yang mengatakan bahwa dia menyerahkan kuitansi kosong dengan tanda tangannya kepada salah satu panitia SPA, Agus Buana.

“Waktu itu, panitia minta kwitansi kosong dan saya berikan sudah saya tanda tangani. Kwitansinya yang minta Agus Buana (pejabat Pemkot Semarang), pas Agus minta kwitansi, katanya untuk bayar pajak. Tidak disebut dari siapa. Tapi itu kwitansi dibarang bukti nominalnya besar sekali. Cuma Rp.4 jutaan saya terima diberikan dirumah saya,”kata saksi Pandu dihadapan majelis hakim yang dipimpin Gatot Susanto, Kamis (30/7).

Gatot kemudian mengingatkan kepada saksi yang hadir supaya tidak kembali mengulangi perbuatan mereka karena dapat diduga bersekongkol dalam tindak pidana korupsi. “Saya serius ini, nanti saudara bisa dianggap bersekongkol. Jangan sembarangan memberi kwitansi kosong, nanti diberi nominal besar dalam kwitansinya bagaimana,” tegas Gatot.

Gatot juga geram saat mengetahui adanya oknum lain yang “bermain” dalam kegiatan tersebut. Padahal, lanjutnya, yang didudukkan sebagai terdakwa adalah Harini Krisniati, namun orang lain yang berbuat. Bukan tanpa alasan, Gatot merasa geram saat mendengar keterangan saksi lain yang mengatakan bahwa ada kuitansi fiktif dari pejabat pemkot lain.

Seperti yang diungkapkan Budiyono yang mengaku, pihaknya juga menerima peminjaman kamar hotel untuk tamu kegiatan Senbis SPA, namun sepengetahuan dirinya yang meminjam bukan atas nama Pemkot Semarang langsung. Ia juga mengaku kwitansi barang bukti bulan Agustus 2007 bukan dari pihaknya.

“Memang ada sewa kamar untuk menerima tamu bulan Juni dan Juli 2007. Tapi Agustus gak pernah ada tamu kegiatan itu, saya juga gak tanda tangan kwitansi Agustus itu. Jadi kwitansi yang jadi barang bukti cuma Agustus yang tidak benar. Yang bayar dulu melalui Ibu Fitri ke kami,”ujarnya.

Selanjutnya, Nunuk Sulistyowati menyatakan, kwitansi yang dijadikan barang bukti benar tanda tangan bendahara kantornya, namun nominal dan kepentinganya beda dengan aslinya.

“Sebenarnya, pemkot yang minta kwitansi kosong. katanya untuk merevisi kegaiatan pengadaan. Kami cuma dimintai kwitansi kosong. Saya juga tidak kenal dengan terdakwa. Kwitansi itu yang tanda tangan ibu Vania. Saya lupa siapa yang minta kwitansinya, sudah lama soalnya,”ungkapnya.

Atas keterangan saksi, Harini tidak memberikan respon dengan alasan bahwa dirinya tidak mengenal para saksi. Sidag akan kembali digelar pada 3 Agustus mendatang. (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1Ib64t1

Dua Orang Bukan Anggota KONI Turut Cairkan Dana Hibah 2013

ILustrasi Korupsi

ILustrasi Korupsi

SEMARANG, Jowonews.com – Sidang pemeriksaan saksi kasus korupsi dana hibah Koni Kota Semarang 2012-2013, Kamis (30/7) kembali digelar. Dalam sidang tersebut terkuak fakta persidangan bahwa ada oknum di luar Koni yang mencairkan dana hibah tersebut.

Saksi, Abdul Muid yang merupakan salah satu anggota tim auditor internal Koni Kota Semarang mengatakan kalau ada orang lain yang turut mencairkan dana yang dimiliki Koni. Hal tersebut ditunjukkannya melalui rekening koran dan rekening koni yang menunjukkan adanya pengambilan uang dengan nama yang diduga bukan orang Koni.

“Orang tersebut adalah Mudzaqir dan Slamet yang mulia. Mereka ini saya duga bukanlah anggota Koni,”ungkap Abdul di hadapan hakim ketua Alimin R Sardjono didampingi Gatot Susanto dan Kalimatul Jumro.

Abdul juga memaparkan bahwa Mudzaqir telah mencairkan dana sebesar Rp 966 Juta pada 4 Juni 2013. Kemudian, lanjutnya, Mudaqir juga mencairkan dana lagi pada 10 Juni sebesar Rp 500 juta dan Rp 242 juta pada 1 Agustus 2013. “Selain itu, Slamet pada 31 Juni 2013 telah mencairkan dana sebesar Rp 1,2 miliar, yang mulia,”imbuhnya.

Abdul juga mejelaskan bahwa dirinya bertugas membantu bendahara menyiapkan laporan pertanggungjawaban. Dalam menjalankan tugasnya, Abdul mengaku sejak 2013 hingga persidangan ini digelar, belum pernah bertemu dengan bendahara secara langsung.

Pada sidang sebelumnya, Saksi yang dihadirkan dari Dinas Sosial Pemuda dan olahraga (Dinsospora)Ketua Dinsospora Kota Semarang Tri Supriyanto, Kasubag Keuangan Dinsospora Herman Santosa dan Kasi Kelembagaan Olahraga dinsospora Sugiyanto mengaku tidak tahu dengan kinerja Koni Semarang. Mereka mengatakan hanya mengetahui proses mekanisme selama proposal Koni diajukan hingga pencairan dana hibah saja.

“Kalau setelah dana dicairkan, kami sudah tidak tahu proses kerja Koni, yang mulia,”tukas Sugiyanto, di hadapan hakim ketua Gatot Susanto.

Sugiyanto juga mengatakan bahwa proses pencairan dana tersendat karena laporan pertanggungjawaban Koni belum diajukan.

Kasus korupsi dana hibah Koni Semarang tersebut menyeret 2 terdakwa, yakni Djody Aryo Seryawan selaku Bendahara Koni Semarang dan Sekertaris umum Koni Semarang, Suhantoro. Kasus ini bermula saat KONI dapat dana hibah 2 kali, dari APBD 2012 sebanyak Rp7 miliar dan APBD 2013 Rp12 miliar. Ternyata, penggunaannya diduga kuat diselewengkan. Hasil ekspos bersama BPKP perwakilan Jawa Tengah, diduga kerugian negara atas korupsi ini Rp 1,5 miliar. (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1Ib61NZ

Proyek Simpang Lima Boyolali dengan Dana Rp 9,8 M Dimulai

Bupati Boyolali Seno Samodro. (Foto : Soloraya online)

Bupati Boyolali Seno Samodro. (Foto : Soloraya online)

BOYOLALI, Jowonews.com – Proyek pembangunan simpang lima atau taman siaga di Boyolali mulai dikerjakan. Bupati Boyolali, Seno Samodro, Rabu (29/7) petang meresmikan dimulainya proyek yang menelan anggaran Rp 9,8 miliar itu.

Proyek yang menggabungkan lahan bekas kantor Bank Jateng dengan Taman Kota Sono Kridanggo itu diharapkan nantinya menjadi ikon Boyolali. “Di taman siaga ini dipasang patung arjuna wijaya,” ujar Bupati Seno Samodro dalam acara itu.

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Armada Hada Graha dari Magelang, dengan masa pengerjaan selama 150 hari kalender. Bupati mewanti-wanti kepada pelaksana proyek agar dapat selesai tepat waktu. “1 September (2015), pekerjaan ditengah harus sudah siap untuk dudukan patung arjuna wijaya dan kolamnya,” pinta Seno.

Menurut dia, patung arjuna wijaya nantinya akan berbeda dengan yang sudah ada selama ini disejumlah daerah lainnya. Seperti di Solo Baru (Sukoharjo), Monas maupun di Bali. “Patungnya lebih artistik dan akan menjadi ikon Boyolali. Kota kecil yang seksi,” kata Seno.

Jumlah kuda dalam patung arjuna wijaya tersebut juga akan menjadi yang paling banyak. Selain itu ukuran kudanya juga lebih besar dari aslinya. Patung arjuna wijaya saat ini juga telah dalam proses pengerjaan di Yogyakarta dengan nilai proyek Rp 6 miliar.  “Akhirnya, apa yang saya janjikan untuk membangun simpang lima bisa terwujud. Kami berharap kontraktor bisa mengerjakan proyek dengan baik dan selesai tepat waktu,” harapnya.

Dijelaskan, simpang lima nantinya disisi timur nantinya juga aka nada SPBU, area khusus pedagang kaki lima dan lahan parkirnya. Disisi timurnya lagi akan dibangun jembatan melintasi Kali Gede. Ini sekaligus untuk menghidupkan kawasan utara Kali Gede.

Dalam acara itu, Bupati juga menandatangani 18 prasasti pembangunan 18 proyek. Yaitu pembangunan pengaman jembatan Taring Desa Wonodoyo, Kecamatan Cepogo, menara Masjid Ageng, pembangunan embung di Lampar, Musuk, museum R.Hamong Wardoyo, Puskesmas Karanggede, Pembangunan Kecamatan Wonosegoro, Gedung Kantor Kecamatan Musuk, Gedung Kantor Kecamatan Sawit, pembangunan pospol dan koperasi, pembangunan gedung BPBD, Puskesmas Banyudono I, Puskesmas Ngemplak, Puskesmas Nogosari, rumah dinas wakil bupati, gapura identitas, gedung Sapi Ndekem, dan poliklinik terpadu RSUD Pandanarang.

Termasuk pembanguan simpang lima. General Manager (GM) PT Armada Hada Graha, Tri Hatmanto, menyatakan siap mengerjakan proyek simpang lima tepat waktu. Dalam pengerjaannya, juga lebih banyak menggunakan alat berat. Sehingga tidak perlu menggunakan tenaga kerja terlalu banyak. (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1Dd8vyt

Palsukan Ijazah, Mantan Ketua DPRD Kendal Ditahan

ijazahKENDAL, Jowonews.com—Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal melakukan penahanan terhadap mantan ketua DPRD Kendal, Anik Kasiani. Yakni atas kasus dugaan pemalsuan ijazah dalam pencalonan DPRD periode 2009-2014.

 Kepala Kejari Kendal, Yeni Andriyani mengatakan penahan dilakukan setelah Kejari menerima pelimpahan perkara dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng. Yakni setelah Kejati menyatakan berkas penyidikan dari Polda Jateng dinyatakan lengkap alias P21.

“Tersangka Anik akan ditahan selama di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Kendal selama 20 hari. Selanjutnya, akan kami susun dakwaan untuk kemudian kami limpahkan perkaranya ke Pengadilan Negeri (PN) Kendal,” ujarnya, Kamis (30/7).

Dikatakannya, jika Anik dijerat dengan dua pasal. Pasal 266 ayat 1 KUHP dan Pasal 263 ayat 2 KUHP tentang pamalsuan dan penggunaan keterangan dan surat palsu. Ancaman pidananya tujuh tahun penjara.

Yeni menjelaskan jika Anik diduga telah menyuruh atau melakukan pemalsuan ijazah SMA. Ijazah palsu tersebut kemudian digunakan Anik untuk mendaftarkan diri dalam pencalonan anggota legislatif DPRD Kendal periode 2009-2010.

Anik mendaftarkan diri sebagai anggota legislatif dari Partai Golkar. Akhirnya ia mendapatkan kursi cukup dan ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPRD. Bahkan karena Golkar meraih suara terbanyak dan Anik juga adalah peraih kursi terbanyak di DPRD Kendal, ia ditunjuk ditetapkan sebagai Ketua DPRD Kendal kala itu hingga akhir masa jabatan.

Anik saat mendaftar sebagai Anggota DPRD menggunakan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan nomor seri ijazah/STTB: 01.OC.Oh.0702038 dari SMA Karya Nasional, Kecamatan Pulogadung, Kotamadya Jakarta Timur, DKI Jakarta.

 Ternyata setelah diteliti, ijazah denga nomor dengan nomor yang dimaksud yang dikeluarkan di Jakarta pada 31 Juli 2008 ternyata milik orang lain. Yakni atas nama Suprayogi, siswa SMA Karya Nasional.

Bukti itu diperkuat dengan surat keterangan bernomor: 069/-1.851.622 tentang Peserta Ujian Nasional Menginduk di SMA Negeri 36 Jakarta. Surat keterangan itu dikeluarkan pada 26 Juli 2013 ditandatangani Imran Matroji AS selaku Kepala SMA Negeri 36 Jakarta.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Kendal, Amirudin mengatakan berkas dakwaan terhadap Anik akan segera dilimpahkan ke Pengadilan. “Segera dan secepatnya sebelum masa tahanan tersangka (Anik, Red) berakhir ,” katanya. (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1SP2xpi

Pemkab Pati Koleksi Sejumlah Penghargaan

pns patiPati, Jowonews.com – Jelang hari ulang tahunnya, Kabupaten Pati meraih sejumlah prestasi. Pertama, Juara III lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tingkat Nasional dan yang kedua dari tingkat provinsi yaitu Penghargaan Bakti Koperasi dan UKM. Hal itu diungkapkan Bupati Pati Haryanto saat membuka Pameran Hasil Karya Pemuda di Alun-Alun Pati, Kamis (30/7).

Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, Desa Medani Kecamatan Cluwak telah lebih dahulu masuk enam besar perlombaan serupa. Sebelum ditetapkan sebagai juara tiga, desa ini pun sempat dikunjungi oleh tim penilai tingkat nasional.

Sementara itu Penghargaan Bakti Koperasi dan UKM dari tingkat Provinsi diberikan kepada Bupati Pati Haryanto. Penilaian didasarkan pada keberpihakan Bupati pada koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Pada 18 Juni Tim Penilai Tingkat Provinsi telah melakukan visitasi. Kunjungan visitasi ini dilakukan setelah Pati masuk 15 besar berdasarkan hasil penilaian berkas yang dikirim oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati.

Dunia pendidikan pun tak ingin kalah memberikan tambahan kado Hari Jadi Pati. Tim penilai lomba tata kelola dana BOS tingkat Nasional kemarin pun turut mengadakan visitasi ke SMPN 4 Pati yang telah berhasil lolos seleksi hingga mewakili provinsi Jawa Tengah dalam perlombaan tata kelola dana BOS tingkat nasional.

Kepala Disdik Kabupaten Pati, Sarpan memaparkan bahwa tahun lalu Pati juga sempat menjadi juara 3 nasional lomba tata kelola dana BOS untuk tingkat SD. “Semoga melalui SMPN 4 Pati untuk tahun ini kita bisa meraih juara lagi dan kalau bisa menjadi juara 1 nasional biar jadi kado hari jadi Pati,” harapnya.

Masih dalam rangkaian Hari Jadi, setelah Bupati menyampaikan prestasi-prestasi kabupaten Pati dalam sambutannya di acara pembukaan pameran, Haryanto pun membocorkan salah satu nilai plus Kabupaten Pati hingga Pemprov memberikan penghargaan padanya.

“Salah satunya karena kita komitmen untuk pengembangan batik lokal. Mulai dari Perbup penggunaan seragam batik Mina Tani hingga keseriusan Pemkab mendorong tumbuhnya batik-batik khas di sejumlah kecamatan lain seperti Batik Langse dari Margorejo, Batik Pesantenan dari Tambakromo dan Batik Bumi Saridin dari Kayen. Selain itu pencanangan gerakan cinta produk lokal Pati dan pembangunan Pasar Produk Lokal di Jalur Pantura juga jadi nilai tambah tersendiri,”  ungkapnya panjang lebar.

Pameran Hasil Karya Pemuda yang akan berlangsung pada 30 Juli hingga 1 Agustus di Alun-Alun yang baru saja dibuka Bupati juga tak sepi dari para pengrajin Batik. Di samping itu, pameran yang diselenggarakan oleh Disbudparpora Kabupaten Pati ini juga membuka puluhan stan lain dari berbagai kelompok wirausaha muda.

Pengunjung pameran pun tak dipungut biaya untuk masuk ke stan pameran. Masyarakat pun kini dapat mengikuti malam final Duta Wisata yang digelar di Alun-Alun Simpang Lima Pati.

“Jika dulu terkesan eksklusif digelar di Hotel, kini sengaja diselenggarakan di Alun-Alun agar masyarakat luas bisa memberikan saran masukan untuk para peserta. Karena para kontestan ini pun nantinya akan menjadi wakil Pati di tingkat Provinsi,” terang Bupati Pati Haryanto. (JN04)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1SP2zxm

Gereja Kristen Muria Kudus Terbakar

Gereja terbakarKUDUS, Jowonews.com – Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Kudus, di Jalan Wahid Hasyim No.74, Desa Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus, mengalamai kebakaran, Kamis (30/7). Kebakaran menghanguskan gudang penyimpanan alat elektronik bekas di gereja tersebut.

Seorang saksi mata, Yusup, menceritakan peristiwa tersebut diketahui pertamaka olehnya sekitar pukul pukul 09.15. Saat itu, ia sedang mencuci peralatan dapur. “Saat mencuci peralatan dapur saya kaget melihat ada asap yang keluar dari pintu gudang,” ceritanya.

Ia pun berusaha membuka kunci untuk mengecek sumber asap. Namun, lanjutnya, pintu dalam keadaan terkunci. Segera, ia memanggil karyawan lainnya, Winardi, yang bertugas membawa kunci, untuk bersama-sama melihat ke dalam gudang. “Saat pintu dibuka, api ternyata sudah lumayan besar, kami pun berteriak meminta pertolongan,” katanya.

Tak lama kemudian, keduanya beserta karyawan lain di gereja itu berusaha memadamkan si jago merah menggunakan air dan alat pemadam api ringan (Apar). “Namun, karena api sudah membesar kami kewalahan,” ujar dia.

Lantaran itu, sambung Winardi, pihaknya menghubungi pemadam kebakaran dari Pemkab dan juga PT. Djarum. “Akhirnya petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api pada sekitar 09.35,” sambung dia.

Ditandaskan Winardi, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya, kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian materiil sekitar Rp10 juta. “Beberapa peralatan elektronik hangus terbakar,” ucapnya.

Diduga, kebakaran disebabkan oleh arus pendek listrik. Saat ini petugas Inafis dari Polres Kudus sedang melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP). (JN04)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1SP2wSm

Kaum Syiah di Teheran Hancurkan Mushalla Kaum Sunni di Teheran

serambiMINANG.com – Melalui aku media sosial facebook, Syaikh Muhammad Al-Arifi, seorang ulama asal Arab Saudi, mengunduh foto-foto sebuah mushalla yang biasa digunakan oleh orang-orang Sunni di Teheran, namun kini dihancurkan kaum Syiah . Ustadz Abdullah Haidir, LC menjelaskan status tulisan dari foto Mushalla yang dihancurkan oleh kaum Syiah yang telah diunduh di media sosial facebook ...

Posting Kaum Syiah di Teheran Hancurkan Mushalla Kaum Sunni di Teheran ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1SOVflp

Unnes Kirimkan 25 Mahasiswa di MTQ Mahasiswa Nasional

Kafilah MTQ Mahasiswa Nasional 2015 UnnesSEMARANG, Jowonews.com – Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengirimkan 25 mahasiswa dalam perhelatan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Mahasiswa ke XIV di Universitas Indonesia (UI).

Sejak bulan April Unnes menyiapkan diri menghadapi MTQ Mahasiswa Nasional 2015 yang diselenggarakan pada tanggal 1-8 Agustus 2015 itu. Unnes menyelenggarakan seleksi internal dalam berbagai kategori antara lain Tilawah, Tartil, Hifdil Quran, Qiro’ah Sab’ah, Khatmil Quran, Syarhil Quran, Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al Quran, serta Debat Bahasa Arab dan Inggris.

Ketua Tim Kafilah MTQ Mahasiswa Nasional 2015 Unnes Baidowi menyampaikan pihaknya akan berusaha maksimal dan berharap mendapatkan hasil terbaik dari usaha yang dilakukan.

“Terus berusaha dan berpikir positif,” ungkap Baidowi, seperti dikutip dari laman Unnes, Kamis (30/7/2015).

Harapan serupa juga disampaikan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Bambang Budi Raharjo MSi. Ia berharap mahasiswa Unnes dapat tampil maksimal di MTQ Mahasiswa Nasional 2015 yang digelar hanya dua tahun sekali.

“Apapun hasilnya, harus siap dan legowo untuk menerima. Semoga usaha dan persiapan yang sudah kita lakukan berbuah hasil manis,” pungkasnya.



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1JxQKv7

Inilah Tips Mendidik Anak Menjadi Anak Pintar

serambiMINANG.com – Memiliki anak yang cerdas dan pintar adalah impian setiap orang tua. Dengan memiliki anak yang pintar sudah pasti akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri oleh orang tua. Namun menjadikan anak Anda menjadi anak yang cerdas dan pintar bukanlah perkara yang mudah. Banyak tahapan yang harus dilalui oleh orang tua, tentu salah satunya adalah peran ...

Posting Inilah Tips Mendidik Anak Menjadi Anak Pintar ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1JxNXlm

Ahok Sebut Portal Resmi DKI Jakarta di Hack, Admin Jawab Sedang Lakukan Uji Coba

serambiMINANG.com – Sebelumnya serambiminang.com telah memberitakan bahwa dalam suasa umat islam masih merayakan Idul FItri, namun portal DKI Jakarta justru menampilkan gambar pohon natal dan topi sinterklas diantara tulisan portal resmi DKI Jakarta, www.jakarta.go.id. (Baca: Umat Muslim Masih Rayakan Id Fitri, Portal Resmi DKI Jakarta Justru Dihiasi Pohon Natal dan Topi Sinterklas). Menanggapi hal ini, ...

Posting Ahok Sebut Portal Resmi DKI Jakarta di Hack, Admin Jawab Sedang Lakukan Uji Coba ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1MvzyqK

Presiden Turki, Erdogan Hari Ini Mendarat di Indonesia

serambiMINANG.com – Presiden Turki, Erdogan dijadwalkan tiba hari ini di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta pukul 15.30 WIB. Dikutip dari kantor berita Turki, Anadolu, yang dilansir viva.co.id, Kamis (30/7/2015) begitu tiba, Presiden Erdogan akan langsung bertemu Presiden Joko Widodo. Kemudian, selama berada di Jakarta, akan mengikuti Forum Bisnis Turki dan Indonesia. Berdasarkan informasi yang dimuat ...

Posting Presiden Turki, Erdogan Hari Ini Mendarat di Indonesia ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1DRLiNo

Ahok Mengaku Portal Resmi DKI Jakarta di Hack, Adminnya Mengaku Sedang Dalam Uji Coba

serambiMINANG.com – Sebelumnya serambiminang.com telah memberitakan bahwa dalam suasa umat islam masih merayakan Idul FItri, namun portal DKI Jakarta justru menampilkan gambar pohon natal dan topi sinterklas diantara tulisan portal resmi DKI Jakarta, www.jakarta.go.id. (Baca: Umat Muslim Masih Rayakan Id Fitri, Portal Resmi DKI Jakarta Justru Dihiasi Pohon Natal dan Topi Sinterklas). Menanggapi hal ini, ...

Posting Ahok Mengaku Portal Resmi DKI Jakarta di Hack, Adminnya Mengaku Sedang Dalam Uji Coba ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1JT1pMu

Sebelum Merasakan Nikmatnya Ibadah…

Khusyuk BerdzikirMendatangi masjid untuk sholat zhuhur, saya terlambat sholat berjamaah rombongan pertama. Keperluan di kantor yang dilanjut makan siang membuat saya hanya bisa mengikuti rombongan sholat jamaah berikutnya. Lalu sempat terfikir untuk memperbaiki semangat beribadah. Saya harus membaca lagi artikel-artikel fadhilah amal, atau kalau perlu membaca khusyuknya ibadah para sufi yang lurus. Di dalam masjid, beberapa jamaah ada yang sudah beranjak meninggalkan tempat sholatnya, dan sebagian masih duduk meneruskan dzikir. Ada space kosong di tengah yang bisa diisi untuk sholat jamaah gelombang berikutnya. Kami yang belum menunaikan kewajiban segera menuju ke sana berkumpul membentuk shaf. Di dekat shaf pertama, ada seorang yang terlihat begitu asyik berdzikir. Menundukkan kepala, memejamkan mata, dan memutar tasbih dengan mulut komat-kamit. Entah ia mendengar iqomat yang dikumandangkan di dekatnya, atau tidak. Orang-orang makin berdatangan untuk bergabung. Sementara shaf pertama mentok oleh orang yang duduk itu. Ditunggu-tunggu, orang itu tak jua beranjak. Akhirnya dibuatlah shaf kedua. Peristiwa tadi menyentuh saya. Ada yang lebih penting dari merasakan nikmatnya beribadah, yaitu peduli dengan sesama. Teringat kisah Rasulullah saw mempercepat sholatnya saat ia sedang mengimami umat muslim, karena terdengar suara anak kecil menangis. Agar sang ibu yang ikut serta berjamaah bisa segera mengurusi anaknya. (Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim) Yusuf Qardhawi dalam Fiqh Aulawiyat pun menjelaskan bahwa hak hamba lebih prioritas atas hak Allah semata-mata. (Untuk mengerti duduk perkaranya dan menghindari salah paham, silakan langsung merujuk ke buku tersebut) Orang yang asyik duduk berdzikir tadi menyentil saya untuk introspeksi adakah perilaku saya yang kurang peduli dengan sekitar? Ya, saya tetap harus mencoba memperbaiki kualitas ibadah saya yang kurang ini, tapi yang utama adalah jangan sampai ibadah saya baik namun hubungan pada sesama manusia buruk. Atau malah ibadah saya membuat orang lain kesusahan. Allahua'lam bish showab   Zico Alviandri

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1LYZhZH

Rabu, 29 Juli 2015

Mendidik Anak Menjadi Cerdas dan Pintar, Itu Mudah!

serambiMINANG.com – Memiliki anak yang cerdas dan pintar adalah impian setiap orang tua.Dengan memiliki anak yang pintar sudah pasti akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri oleh orang tua. Namun menjadikan anak Anda menjadi anak yang cerdas dan pintar bukanlah perkara yang mudah. Banyak tahapan yang harus dilalui oleh orang tua, tentu salah satunya adalah peran orang ...

Posting Mendidik Anak Menjadi Cerdas dan Pintar, Itu Mudah! ditampilkan lebih awal di Serambi Minang.



Sumber : Serambi Minang http://ift.tt/1H4ZrGP

(MARET 2015) Ahok: “Siapa yang Dipanggil Bareskrim, Dialah yang Jahat.”

IMG-20150729-WA0072Mulutmu harimaumu. Kata itu tampaknya sangat tepat untuk menggambarkan Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama yang akhirnya dipanggil oleh Bareskrim Polri, Rabu (29/7). Ia diperiksa sebagai saksi terkait kasus pengadaan perangkat UPS (Uninterruptible Power Suply) tahun 2014. Mengapa demikian? Empat bulan lalu, tepatnya Selasa (24/3/2015) di Balaikota, dengan lantangnya Ahok berucap kepada media soal kasus UPS. "Nanti saya nunjuk siapa yang jahat dari (anggota DPRD) siapa yang dipanggil Bareskrim. (Anggota) DPRD yang dipanggil Bareskrim, dialah yang jahat," kata Basuki. Hal ini untuk menjawab tantangan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi yang meminta Basuki untuk menunjuk satu orang yang disebut sebagai maling. Sehingga tidak terkesan menuduh semua anggota dewan sebagai maling. "Kalau saya pakai oknum DPRD, dia (Prasetio) marah," kata Basuki. Basuki menyerahkan hal ini kepada pihak berwenang. Menurut dia, hukum yang akan membuktikan soal anggota DPRD yang terbukti "bermain" anggaran. Terlebih, Bareskrim Mabes Polri akan memanggil anggota DPRD terkait kasus pengadaan perangkat UPS (uninterrruptible power supply) tahun 2014. Di APBD-Perubahan 2014, sekolah-sekolah di Jakarta dianggarkan pengadaan UPS dengan nilai fantastis Rp 5,8 miliar tiap sekolah. Kini setelah Ahok diperiksa Bareskrim, pantaskah jika Ahok disebut sebagai penjahat?

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1Ia7Xq3

Terkait Bansos 2011, Kejati Akan Periksa 4 Dewan Jateng

kejaksaan_tinggi_jawa_tengahSEMARANG, Jowonews.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng, pekan depan tepatnya Selasa (4/8) akan memeriksa empat anggota DPRD Jateng. Pemanggilan itu terkait dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) tahun 2011, yang melibatkan tersangka mantan Kepala Biro (Karo) Keuangan Pemprov Jateng Agoes Soeranto alias Agoes Kroto.

Adanya rencana pemeriksaan itu disampaikan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, Johny Manurung SH saat dihubungi, Kamis (30/7). “Ya memang tangggal empat (empat agustus,red) itu banyak pemanggilan. Pemanggilan untuk anggota DPRD Jateng,”ungkapnya.

Aspidsus mengaku tidak hafal siapa saja empat anggota DPRD Jateng yang akan dipanggil tanggal 4 Agustus tersebut. Dia minta wartawan untuk menanyakan ke Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jateng, Eko Suwarni.

“Coba tanya ke bu Eko. Semua panggilan kita tembuskan ke sana mas. Jumlah yang dipanggil banyak. Jadi saya tidah hafal,”akunya.

Meski mengaku tidak hafal, Aspidsus memastikan pemanggilan itu terkait kasus bansos 2011 yang melibatkan mantan Kepala Biro Keuangan Pemprov Jateng Agoes Soeranto. Empat anggota dewan yang dipanggil statusnya masih saksi.

Lalu kapan tersangka Agoes Kroto akan dipanggil?. Aspidsus menyampaikan awal Agustus. “Ya dalam waktu dekat akan kita panggil. Karena yang kita panggil memang banyak,”tukasnya.

Sementara itu Divisi Monitoring KP2KKN Jateng Eko Haryanto juga mengaku mendapat informasi pekan depan ada kurang lebih empat anggota dewan akan dipanggil periksa Kejati.

“Ya mas, saya dapat info memang pekan depan akan ada pemanggilan saksi kasus bansos. Yang akan dipanggil anggota dewan Jateng,”akunya.

Sayang, meski mengaku sudah tahu akan ada pemanggilan. Dia bahkan menyebut nama satu dari empat anggota dewan yang akan dipanggil. Tapi dia minta tidak diberitakan dulu.

Dalam kesempatan, Eko membeberkan pemanggilan 4 anggota dewan adalah atas kicauan Agoes Kroto saat diperiksa penyidik Kejati. “Saya berharap Agoes Kroto juga segera diperiksa dan langsung ditahan. Statusnya sudah tersangka kan dia,”tukasnya. (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1OPXOTV

Sempat Muncul Gambar Bernuansa Natal di Web Provinsi Jakarta

Gambar Nuansa Natal di Web Provinsi JakartaJagad media sosial saat ini sedang gempar dengan gambar pohon natal di web Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang beralamat di "jakarta.go.id". Saat berita ditulis, Kamis (30 Juli 2015) gambar tersebut sudah tidak ada dan berganti tampilan "Sedang dalam perbaikan" sejak - kira-kira - pukul 10.40 pagi. Namun KabarUmat sempat mendokumentasikan tampilan sebelumnya yang dihebohkan. Pohon Natal Jakarta Dalam gambar itu, terlihat langit dan awan biru sebagai latar beserta kerlip bintang. Lalu di tengah-tengah gambar terdapat pohon cemara dengan kerlip bintang dan lampu-lampu kecil menghiasinya. Di pohon itu ada gambar ondel-ondel memanjat tangga, seperti sehabis mendesain pohon natal. Di sisi kanan gambar, tampak ondel-ondel bertopeng merah dan berbaju merah dengan tumpukan kado. Mengingatkan pada sosok santa clause. Di sisi kiri gambar juga terdapat gambar kado dan balon. Tulisan "jakarta.go.id Portal Resmi Provinsi DKI Jakarta" tertera pula pada gambar itu yang pada huruf "g" dihiasi topi santa clause. Desain web pemerintah provinsi Jakarta ini mendapat banyak komentar dari netizen. Anis misalnya, dalam status facebooknya menyatakan keheranan karena situasi sekarang masih terasa dalam suasana Idul Fitri, masih dalam bulan Syawal. Dan sebentar lagi umat Islam memperingati hari Idul Adha. Lalu mengapa ada pohon natal yang perayaannya masih lama? Andri, bertanya juga mengapa temanya bukan sambutan hari kemerdekaan Indonesia, malah hari Natal yang masih jauh? Ia juga mengkhawatirkan gambar itu sebagai provokasi terhadap umat Islam. "Ujung-ujungnya umat Islam dituduh SARA dan kelompok lain menikmati perannya sebagai korban," ujarnya. Sementara Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama saat ditanya wartawan, menjelaskan kemungkinan web tersebut sedang dihack.  "Di-hack kali, lagi diperbaiki sekarang," terangnya.

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1OPRCeA

Presidium Pemuda Djayakarta Desak Ahok Bertanggung Jawab Atas Korupsi UPS

Foto: rmol.coKasus korupsi pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyeret dua nama, yaitu Alex Usman dan Zaenal Soleman. Kedua orang tersebut diduga bertanggung jawab atas penggelembungan dana pembelian UPS dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja 2014 DKI Jakarta. Keduanya adalah anak buah Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok). Alex berperan sebagai pejabat pembuat komitmen pengadaan UPS di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat, sementara Zaenal Soleman di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat. Noval Abuzar, Ketua Presidium Pemuda Djayakarta (PPD) mendesak agar Ahok bertanggung jawab atas perbuatan anak buahnya. "Kasus UPS yg melibatkan pihak eksekutif di Pemda DKI harus di usut tuntas. Ahok sebagai Gubernur harus bertanggung jawab atas perbuatan anak buahnya. Ahok jangan hanya bisa menyalahkan anak buah dan lepas tanggung jawab, karena penyusunan APBD di bawah kendali Gubernur," ujar Noval melalui siaran persnya, Kamis (30 Juli 2015). Rabu lalu, Ahok telah dipanggil Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Ahok dicecar 21 pertanyaan menyangkut korupsi UPS ini. Menurut Noval, saat itu adalah kesempatan bagi Ahok untuk membuka kasus ini dengan terang benderang. "Ini momentum terbaik untuk Pak Ahok dalam upaya mengungkapkan dugaan-dugaannya terkait temuan beliau pada kasus penyimpangan dana anggaran UPS, seperti yg pernah beliau sering sebutkan ke media massa atau bahkan beliau adukan ke KPK beberapa waktu yg lalu," ujarnya menanggapi pemeriksaan Ahok di Bareskrim. Presidium Pemuda Djayakarta (PPD) tetap konsisten sejak awal dalam rangka Bersih-bersih di lingkungan Stakeholder DKI Jakarta dan tetap konsisten untuk mendukung aparat untuk menyeret begal-begal anggaran agar mendapatkan tindakan hukum yg layak sebagai bentuk adanya kepastian hukum.

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1DaEqjf

Syariat Islam Tak Halangi Pertumbuhan Pariwisata Aceh

Museum Tsunami AcehSyariat Islam sering digambarkan sebagai penghambat pembangunan dan kebebasan oleh orang awam atau para orientalis. Padahal dalam prakteknya, Syariat Islam tak menjadi penghalang kemajuan sebuah daerah. Seperti yang dibuktikan dalam penerapan Syariat Islam oleh Provinsi Aceh. Pembangunan, khususnya pengembangan pariwisata, justru semakin baik. "Aceh melaksanakan syariat Islam, tapi bukan sebagai batu sandungan dalam mengembangkan potensi pariwista yang ada," terang Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sudirman. Bahkan Pemerintah Aceh sendiri sedang menggalakkan program tahun kunjungan Aceh untuk menggenjot pertumbuhan sektor pariwisata. Karenanya, pemeran sosok Haji Uma dalam serial drama komedi yang populer di Aceh itu berharap kepada semua pemangku kepentingan dan masyarakat agar bisa bersatu mewujudkan program destinasi wisata di propinsi paling ujung pulau sumatera itu. Menurutnya, sektor pariwisata merupakan penyumbang pendapatan negara terbesar. Untuk itu, dengan terbitnya Undang-undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, Sudirman mendorong pembangunan sektor pariwisata di seluruh kabupaten/kota di Aceh. "Ini masa reses, kami hadir untuk melakukan monitoring terkait UU Kepariwisataan. Semoga Aceh bisa membangun destinasi wisata dan memberikan hasil positif terhadap pendatan asli daerah," tutur anggota Komite III DPD RI tersebut. Ditambahkan, jika potensi wisata di Aceh dikelola dengan baik pasti akan berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat di sekitar lokasi objek wisata dan akan bergeliatnya industri kreatif. Pun demikian, ia menekankan pentingnya keselarasan antara rencana pembangunan wisata daerah dengan pusat. Selain itu, lanjut dia, infrastruktur pendukung juga harus dibangun, di samping pengembangan produk wisata dan keterlibatan masyarakat. Tak kalah pentingnya menurut Haji Uma adalah jaminan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Aceh. Ayah Yusniar dalam serial komedi "Umpang Breuh" itu juga mengatakan masih ada beberapa kelemahan dalam menangani pariwisata di Aceh. Misalnya, sambung dia, masih terjadi pengkerdilan terhadap dinas dan minimnya anggaran yang tersedia. Selanjutnya, dia menilai bercampurnya bidang kepariwisataa dalam suatu dinas juga merupakan kendala lain yang harus segera diambil langkah konkrit oleh pemerintah daerah. "Bidangnya bercampur, bersatu dalam suatu dinas yang akhirnya gemuk. Padahal kementeriannya berbeda," imbuh dia dalam pertemuan santai penuh nuansa kekeluargaan itu. Sudirman juga mengutarakan pentingnya "blue print project" dalam pembangunan destinasi wisata di Aceh. Terlebih, kata dia, saat ini DPD RI sedang membahas Rancangan Undang-undang Perlindungan Kebudayaan dan Bahasa Daerah. Dalam kesempatan itu, senator asal Aceh itu berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat Aceh umumnya dan Kota Langsa khususnya, terkait dengan pembangunan kepariwisataan. "Segenap kemampuan pemikiran dan tenaga saya siap berjuang untuk kemasalahatan masyarakat Aceh," kata Sudirman. Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Langsa Syafrizal menyampaikan sejumlah program yang telah dan akan dilaksanakan pihaknya terkait dengan pencanangan Langsa destinasi wisata tahun 2017. Dibawah kepemimpinan Wali Kota Usman Abdullah, kata Syafrizal, pengembangan sektor pariwisata di daerahnya mulai berdenyut. Dimana, telah dibangun jalan setapak di kawasan hutan mangrove di Kuala Langsa dengan panjang 250 meter dan akan kembali dibangun sehingga mencapai 1 kilometer. "Pembangunan jalan setapak itu menyedot perhatian banyak pengunjung. Kami masih terus akan membangun sampai 1 Km panjangnya," sebut Syafrizal. Sedangkan untuk objek wisata lainnya terdapat ruang terbuka hijau atau lebih populer disebut hutan kota. Di kawasan itu, terang Syafrizal, telah dibangun beberapa fasilitas seperti mushalla, danau buatan, penakaran rusa dan juga infrastruktur penunjang seperti jalan sehingga memudahkan akses menuju lokasi objek wisata itu. Ditempat itu pula digelar acara Sapta Pesona yang merupakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwista dan Ekonomi Kreatif di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, serta sejumlah even lainnya yang terkait dengan kepariwisataan dan kebudayaan. Untuk menarik minat wisatawan, Syafrizal juga menyampaikan telah merenovasi gedung bersejarah peninggalan Kolonial Belanda yang berada di Jantung Kota Langsa sebagai gedung museum daerah. "Balai Juang yang merupakan saksi sejarah pemerintahan kolonial telah dipugar menjadi museum daerah yang kini masih dalam tahap pengerjaan dan pengumpulan benda-benda bersejarah yang akan diletakkan di museum itu," papar dia. Masih menurut Syafrizal, bidang kebudayaan juga terus digalakkan seperti dialog budaya, penggalian potensi seni generasi muda, festival piasan raya dan lainnya. "Tahun 20016 akan dilaksanakan Festival Budaya Melayu Raya, di mana, Langsa merupakan pusat peradaban tiga perkauman yakni Melayu (Tamiang), Aceh dan Gayo," jelasnya.(Antara/KabarUmat)

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1DaxGC3

Developer di Kudus Diadukan ke Pengadilan Karena Wanprestasi

pengadilanKUDUS, Jowonews.com – Salah seorang warga Kudus yang juga tuan tanah Edi Zakaria menderita kerugian hingga puluhan miliar karena patner kerja sama telah melakukan wanprestasi atas kesepakatan sebelumnya.

“Kami perkirakan, potensi pendapatan yang menjadi hak saya dan belum saya terima mencapai Rp25,740 miliar, sedangkan kerugian immateriil sekitar Rp2 miliar,” kata Edi Zakaria, didampingi kuasa hukumnya, Paulus, Selasa (28/8).

Kejadian tersebut, lanjut dia, berawal saat tanah miliknya seluas kurang lebih 44.799 meter persegi, dikerjasamakan dengan seorang developer bernama Masyhuri, untuk area perumahan Salam Residence, di Dersalam, Bae, Kudus.
Selanjutnya, kata dia, setelah ada surat perjanjian kerjasama, sertifikat tanah tersebut dibalik atas nama perusahaan milik Masyhuri. Lalu, sertifikat kemudian dijaminkan ke sebuah bank seharga Rp9 miliar.

“Yang Rp5 miliar untuk modal membangun, sedang sisanya Rp4 miliar diserahkan ke saya. Dalam perjanjian, nanti keuntungan dibagi rata 50:50,” kata warga Dersalam, Bae, Kudus itu.

Namun, menurutnya, hingga kini ratusan rumah yang telah dibangun sudah banyak yang laku, tak sepeser pun keuntungan yang didapatnya, sebagaimana termaktub dalam perjanjian. “Jangankan keuntungan, uang pembayaran tanah saja masih kurang beberapa miliar. Harga tanah segitu kalau sekarang sekitar Rp13 miliar,” ujar dia.

Ditandaskan, dari kekurangan pembayaran dan bagi keuntungan yang tak dibayarkan, Edi mengaku menderita total kerugian sebesar Rp27,740 miliar. “Kami sudah melaporkan pak Masyhuri secara pidana ke Polres, maupun menggugat secara perdata ke PN Kudus. Untuk gugatan di PN akan segera disidangkan,” tandas Paulus, selaku kuasa hukum Edi.

Terpisah, Masyhuri enggan menanggapi secara panjang lebar persoalan ini. Menurutnya, ia juga mengadukan pihak Edi Zakaria, secara pidana ke Polres Kudus. “Saya juga mengadukannya ke polisi. Sementara untuk guagatan di PN, kita ikuti saja prosesnya. Jika mau penjelasan lebih rinci, biar nanti kuasa hukum saya yang membeberkan,” kata Masyhuri. (JN04)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1Dc5gHx

Pemkot Salatiga Bebaskan Lahan Exit Tol

jalan tol semarang solo, foto: www.solopos.com

jalan tol semarang solo, foto: www.solopos.com

SALATIGA, Jowonews.com – Pemkot Salatiga menganggarkan dana dari APBD untuk pembebasan lahan jalan exit tol di Tingkir. Nilai anggaran tersebut nantinya akan disesuaikan dengan perhitungan lahan yang akan dibebaskan.

Wakil Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Kota Salatiga Tri Priyo Nugroho mengatakan, jalan menuju exit tol harus sesuai dengan konstruksi jalan nasional. Sehingga, pemkot memiliki kewajiban untuk menyediakan lahan dan membangunan jalan yang representatif di kawasan exit tol ( pintu keluar tol).

“Jalan di kawasan exit tol harus diperlebar dan konstruksinya juga harus standar nasional agar akses ke luar masuk jalan tol bisa lancar. Maka pemkot harus menyiapkan anggaran untuk pengadaan tanah dan pembangunan jalan,” ujarnya.

Dikatakan Tri, dinas teknis terkait, yakni Bina Marga dan PSDA Kota Salatiga dalam waktu dekat akan melakukan kajian dan penghitungan luasan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan kawasan exit tol. “Setelah diketahui luasan lahan yang dibutuhkan, baru kita menghitung anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan,” ujarnya.

Terkiat dengan pembebasan lahan jalan tol Semarang – Solo seksi III Bawen – Salatiga, Tri Priyo menambahkan, hingga saat ini masih ada enam bidang lahan yang belum terbebaskan. Tanah tersebut belum bisa dibebaskan lantaran terkendala masalah administrasi.

“Keenam bidang tanah tersebut belum bersertifikat. Status tanahnya masih leter D. Dan ada tanah yang telah diwariskan kepada anak pemiliknya dan yang bersangkutan berdomisili di luar daerah. Sehingga proses pembebasannya cukup sulit,” jelasnya.

Tri menjelaskan, kewenangan pembebasan lahan enam bidang tanah tersebut sekarang  ditangani oleh Kantor Pertanahan Salatiga karena P2T Kota Salatiga telah melimpahkan kewenangan pembebasan lahan tersebut.

“Sekarang aturannya pembebasan lahan lebih dari satu hektare ditangani oleh Kantor Pertanahan. Karena itu, kami melimpahkan pembebasan enam bidang tanah itu kepada Kantor Pertanahan,” ujarnya.Meski menjadi kewenangan Kantor Pertanahan, namun P2T Kota Salatiga tetap membantu Kantor Pertanahan dalam membebaskan lahan tersebut.

Sementara itu,  Ketua TPT  jalan tol Semarang – Solo seksi III Bawen – Salatiga Heru Budi Prasetya mengatakan, hingga saat ini progres pembebasan lahan jalan tol Semarang – Solo seksi III sudah mencapai 98%. “Pembebasan lahan sudah 98%. Tinggal enam bidang tanah yang belum terbebaskan. Dua bidang di Kauman Kidul, dan yang empat bidang di Tingkir Tengah,” katanya.(JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1MysHOj

Salatiga Teknopark Siap Dibangun

Ilustrasi TeknoparkSALATIGA, Jowonews.com– DPRD Salatiga dan Pemkot Salatiga menggandeng Biro Inovasi Riset UKSW Salatiga menggagas pendirian Salatiga Tecnho Park (STP) di Kampung Salib Putih. Lahan yang disiapkan sebesar 1,6 hektar ini direncanakan masuk dalam program 100 Science-Techno Park yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

Ketua Komisi A DPRD, Dance Palit mengatakan,  saat ini DPRD, Pemkot maupun UKSW tengah mematangkan konsep STP yang ditargetkan mulai dilaksanakan pada anggaran perubahan 2015 ini.

Terkait hal tersebut, Dance mengungkapkan sejumlah pihak yang berkepentingan telah sepakat dengan desain awal STP yang dibuat oleh siswa SMKN 2 Salatiga bernama Wahyu.

“Desain awal sudah jadi dan dibuat oleh siswa SMK N 2 kelas 3 bernama Wahyu. Nantinya STP ini akan dibuat dengan konsep Kota Modern dengan beberapa bangunan untuk pengembangan ilmu pengetahuan, pengembangan UMKM serta sarana wisata edukasi bagi warga masyarakat,” ujar Dance.

Terkait anggaran, Dance mengatakan, pos anggaran yang disiapkan untuk satu kawasan Techno Park adalah sebesar Rp100 miliar dari pemerintah pusat. Namun demikian, imbuhnya, untuk anggaran  STP yang direncanakan dibangun di Salib Putih sejauh ini mencapai Rp 51 miliar.

Dance menambahkan, nantinya setelah konsep matang, baik DPRD, Pemkot Salatiga dan UKSW akan melakukan presentasi ke Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenrisetdikti).

“Tentu setelah selesai dan konsepnya matang, kami akan melakukan presentasi ke pemerintah pusat agar STP dimasukkan dalam program 100 Science-Techno Park di Kemendikti. Namun demikian saat ini kami secara berkala terus melaporkan proses pematangan konsep ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Maret lalu, Pemkot Salatiga dan DPRD Salatiga mendapatkan penjelasan dari Kemenrisetdikti terkait program techno park tersebut. Sejumlah persiapan termasuk penganggaran kegiatan pematangan konsep telah disiapkan oleh Bappeda Salatiga guna menunjang kegiatan proyek tersebut. (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1MysFWB

Jateng Park Diambil Alih Perhutani Jateng

Jateng Park. (Foto : IST)

Jateng Park. (Foto : IST)

SEMARANG, Jowonews.com – Pengelolaan pembangunan dan pengembangan Jateng Park yang semula dipegang oleh Perum Perhutani pusat, per 29 Juli 2015 akan dilimpahkan ke Perhutani Divisi Regional (Divre) Jateng. Pelimpahan tersebut bersamaan dengan penyerahan seluruh aset wisata di Jawa Tengah.

“Sebelumya, aset-aset wisata dikelola oleh Perum Perhutani divisi wisata yang berkantor pusat di Bandung. Tidak hanya di Jawa Tengah, pengelolaan aset wisata di provinsi lain juga diserahkan ke masing-masing daerah,” kata Sekretaris Perhutani Divre Jateng, Arief Hidayat, baru-baru ini.

Menurut Arief, tujuan pelimpahan pengelolaan aset wisata agar lebih efisien. Diharapkan pengembangan aset wisata milik Perhutani menjadi lebih optimal.

Terkait rencana pembangunan Jateng Park, sampai saat ini baru tahap penyempurnaan master plan. Rencana bisnis akan segera disusun. Setelah rencana bisnis tersusun dan disetujui, maka akan dibuat klaster bisnis yang akan ditawarkan ke investor. “Sampai saat ini belum ada investor yang tertarik,” katanya.

“Kesannya memang agak lama, karena harus menyamakan visi dan misi empat pihak yang akan mengelola. Empat pihak tersebut adalah Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Perum Perhutani, Pemprov Jateng, dan Pemkab Semarang. Operator tetap dipegang oleh Perum Perhutani,” tuturnya.

Terkait soal akses keluar masuk ke Jateng Park melalui Tol Ungaran-Semarang, kewenangan tersebut ada di tingkat kementerian. Begitu pula dengan sistem penggunaan lahan apakah akan menggunakan sistem pinjam pakai atau tukar-menukar.

Pembangunan Jateng Park di Wana Wisata Penggaron Kabupaten Semarang akan dibangun dan ditata area wisata yang terbagi tujuh bagian seluas sekitar 200 hektare, dari luas total 500 hektare. Tujuh bagian tersebut adalah Theme Park 40 hektare, Water Park 39 hektare, Eco Safari 77 hektare, Eco Lodge 29 hektare, rest area 20 hektare dan sisanya adalah tempat penampungan air dan konservasi hutan.

Dana yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 2 trilun. Bahkan bisa lebih dari itu, jika pembuatan wahana permainan di lokasi wisata banyak yang harus impor.

Kepala Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai konsultan pembangunan Jateng Park, Budi Faisal menuturkan, guna menarik pengunjung yang pertama harus dibangun adalah rest area di ruas Tol Tembalang-Ungaran yang rencana awalnya akan dibangun di KM 22. Namun jika bisa dibangun di KM 20 yang berdekatan dengan pintu gerbang Jateng Park. Selanjutnya, pembangunan Theme Park yang cepat menghasilkan uang. (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1OD7wZa

Tiga Balon Wali Kota/Wakil Wali Kota Semarang Mengaku Sehat

balonSEMARANG, Jowonews.com- Tiga pasangan bakal calon (Balon) Walikota dan Wakil Walikota Semarang menjalani tes kesehatan jasmani yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Semarang. Selesai tes ketiga balon menyatakan yakin akan lolos tes kesehatan.

“Ada sembilan tahapan pemeriksaan yang berlangsung dua jam 30 menit yang harus dilalui,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Semarang dr Elang Sumambar, Rabu kemarin.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang berkoordinasi dengan IDI setempat dan rumah sakit yang ditunjuk untuk melakukan tes kesehatan, baik jasmani maupun rohani kandidat Kepala Daerah (Kada).

Untuk tahapan tes kesehatan tiga pasangan bakal calon Walikota dan wakil Walikota Semarang, IDI Kota Semarang menunjuk setidaknya sembilan dokter spesialis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan, meliputi penyakit dalam, syaraf, mata, gigi, telinga, radiologi, hingga pemeriksaan “pap smear” khusus untuk kandidat perempuan,” katanya.

Ketiga pasangan kandidat itu, yakni Soemarmo HS-Zuber Safawi, Sigit Ibnugroho Sarasprono-Agus Sutyoso yang mengusung slogan “Si Bagus”, dan Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Pemeriksaan kesehatan jasmani itu dilakukan terpusat di satu gedung, yakni Gedung Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Kota Semarang, dan masing-masing didampingi satu perawat untuk mempermudah pemeriksaan. “Hasil tes kesehatan keluar sekitar 2-3 hari mendatang. Hasilnya diserahkan langsung ke KPU Kota Semarang. Kalau untuk penentuan lolos tidaknya, itu kewenangan KPU Kota Semarang,” pungkas Elang.

Bakal Calon Walikota Sigit Ibnugroho mengaku sudah siap mengikuti serangkaian tes kesehatan dengan berpuasa dan menahan buang air kecil, namun semalam memang tidur di atas pukul 24.00 WIB. “Ya, ada beberapa hal yang kurang jadi harus tidur jam 12 malam lebih. Namun, saya yakin lancar,” kata Sigit didampingi Agus yang diusung Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Golkar itu.

Kandidat lainnya, Soemarmo-Zuber yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga mengaku sudah melakukan persiapan fisik dan nonfisik, termasuk berpuasa.

Demikian pula pasangan Hendi-Ita yang mengaku telah mempersiapkan diri dengan baik untuk tahapan pemeriksaan kesehatan, bahkan Ita sebagai satu-satunya kandidat perempuan harus menjalani pemeriksaan “pap smear”.

 “Yang berat itu menahan kencing sejak pukul enam pagi (06.00 WIB, red),” kata Hendi didampingi Ita yang diusung PDI Perjuangan, Partai Nasional Demokrat (Nasdem), dan Partai Demokrat itu.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono mengatakan hasil tes kesehatan akan menentukan pada proses verifikasi karena berkaitan dengan kemampuan menjalankan tugas kepala daerah.

Rencananya, tahapan tes kesehatan akan dilanjutkan pada Kamis (30/7) untuk pemeriksaan kesehatan rohani yang dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr Amino Gondohutomo Semarang. (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1VNSftT

Jika Kembali Terpilih, Seno Janji Lipatgandakan Aset Pemkab

senoBOYOLALI, Jowonews.com – Pasangan Seno Samodro-Muh Said Hidayat (Seno-Said) yang diusung PDIP, resmi mendaftar sebagai bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati ke KPU Boyolali Minggu (26/7). Jika terpilih kembali, Seno Samodro ingin melipatgandakan aset Pemkab Boyolali yang saat ini baru Rp 3,5 triliun.

Pasangan Seno-Said (SS) ini juga didukung sejumlah partai politik lainnya, baik yang memiliki kursi di parlemen maupun tidak. Saat mendaftar, didampingi Ketua DPC PDIP Boyolali, S Paryanto dan sejumlah jajaran pengurus lainnya serta anggota Fraksi PDIP. Puluhan pendukungnya juga mengiringi di belakangnya.

Hadir pula pengurus partai pendukung. Antara lain, Partai Golkar (PG) kubu Sutomo bersama sejumlah pengurus hadir langsung dalam pendaftaran tersebut. Kemudian Dwi Purwanto dan Santoso B Raharjo dari Partai Demokrat, Emi Lamsari dari Partai Nasdem, Nanang Herlani dari PAN, H Muhajirin dan Bambang Suwanto dari PKB.

Pasangan SS ini dideklarasikan dalam acara halal bihalal bersama Seno-Said, Sabtu (25/7). Sekitar 6.000 orang, baik pengurus parpol, tokoh masyarakat dan pendukung hadir dalam acara di Wisma Heritage, jalan Merbabu, Boyolali ini. Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto juga hadir, menggembleng semangat kader untuk memenangkan pasangan Seno-Said.

Ditemui wartawan usai mendaftar ke KPU, Seno Samodro, menyatakan telah menyiapkan visi misi untuk lima tahun ke depan. “Visi misi menyempurnakan Boyolali Pro Investasi, tetapi di dalamnya ada tambahan visi misi yang cukup penting. Visi misi sudah saya serahkan ke KPU, saat kampanye nanti akan saya jelaskan ke masyarakat,” kata Seno.

Saat deklarasi, Seno juga mengungkapkan akan melipatgandakan aset Pemkab Boyolali. Dari Rp 3,5 triliun saat ini menjadi Rp 35 triliun atau 10 kali lipat.

Sedangkan Ketua DPD PG Boyolali versi Agung Laksono, Sutomo, menungkapkan pihaknya mendukung penuh pasangan Seno-Said. Pihaknya memutuskan mendukung Seno Samodro maju kembali sebagai calon bupati karena melihat kinerjanya selama lima tahun ini cukup baik.

“Kami melihat kinerja Pak Seno baik dan perlu dilanjutkan, sehingga akan lebih baik dan mudah-mudahan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Boyolali,” kata Sutomo.

Sutomo juga memastikan dari internal Partai Golkar tak mencalonkan kadernya dalam Pilkada 2015.
Sementara itu sesepuh PDIP Boyolali, Seno Kusumoarjo, dalam deklarasi pasangan Seno-Said, menyatakan optimis bakal memenangkan Pilkada, 9 Desember 2015. Bahkan, dia mentargetkan raihan suara sah pasangan ini minimal 77 persen. (JN01)



sumber Jowonews.com http://ift.tt/1VNScOF