Selasa, 16 Juni 2015

Ahok Ogah Tindak Penghuni Ilegal Rusun Kapuk Muara

Rusun Kapuk MuaraRumah susun (rusun) Kapuk Muara yang harusnya diperuntukkan untuk masyarakat bawah yang terkena relokasi, rupanya banyak diisi oleh pendatang warga keturunan dari luar Jakarta. Bahkan di area rusun tersebut banyak terparkir mobil-mobil mewah. "Bingung gue. Banyak ye, mobil mewahnye. Ada Mercy dan Fortuner segala loh," ujar Asisten Pemerintahan (Aspem) Kota Jakut, Rusdianto saat bersama Sudin Dukcapil Jakut beserta SKPD Pemkot Jakarta Utara menggelar operasi bina kependudukan (biduk), Sabtu (13 Juni 2015). Berdasarkan keterangan Ketua RT 01/09 Kapuk Muara, rusun yang diperuntukkan bagi warga Jakarta, korban gusuran kolong tol Penjaringan-Pejagalan, Jakarta Utara, 2004 lalu banyak dihuni oleh warga keturunan Tionghoa asal Panipahan, Bagansiapiapi, Riau, yang menghuni hingga 6 blok. “Kebanyakan asa Panipahan, Bagansiapiapi, ”ungkap Sulaeman. Status asal domisili tersebut diketahu setelah jajarann Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Utara, menggelar operasi pembinaan administrasi kependudukan di rusun tersebut. Saat memperlihatkan KTP yang dimliki, beberapa domisili warga memang tercatat berasal dari Bagansiapiapi, Riau. Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Ahok mengatakan tak bisa mengusir kalangan kelas menengah atas yang menempati rumah untuk orang miskin itu. Malah, Ahok berencana menawarkan KTP buat mereka. "Mana bisa kami usir, mereka itu beli unit rusun Rp 100 juta lebih lho. Kalau mereka tidak punya KTP DKI tetapi punya pekerjaan dan sudah tinggal di sana dalam waktu lama berdasar kesaksian tetangga, akan kami berikan KTP, itu solusi kami," kata Ahok. Urusan KTP sering menjadi potensi masalah dalam pemilu/pilkada. DKI Jakarta sendiri akan menyelenggarakan pemilihan gubernur pada 2017 mendatang. Relawan Ahok sudah mulai mengumpulkan KTP untuk mendukung Ahok maju melalui jalur independen.

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1QAzCJR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar