
Aku tak ingin nyanyikan lagu Buat orang-orang yang tertindas Aku tak ingin orasi Untuk orang-orang yang terpinggirkan Aku dan kau sahabat-sahabatku Yang tengah terluka Jika mengadu pada hukum di negeri ini Tak mendapat tempat Aku dan kau sahabat-sahabatku Yang tengah tersayat Mari tengadahkan tangan Saat kecewa dan terluka dihantam badai penguasa Tangan-tangan mungil kita terkulai lemas Kita tak boleh putus harap Untuk bangkit di sepertiga malam ini Jauhkan lambung kita dari dipan Tunduk pada kantuk atau bangkit berdoa Hari ini kita terluka Esok akan lahir pemimpin dari rasa luka Buka untuk membalas luka diatas luka N a m u n . . . Agar saat kau memimpin Tahu bagaimana luka itu Menyayat jiwa Menampar hati Membuat isak dijantung Getir menahan perih tak ada yang menolong Kuharap kau bisa segera membalas pukulan ini, Membalas tamparan ini, Kelak . . . Ketika kita sudah satu suara satu jiwa Balaslah dengan cinta Balaslah dengan tegaknya hukum Balaslah dengan mendirikan keadilan Balaslah dengan berjuta maaf Aku, berdoa untukmu Sahabat-sahabtku di Kampung Pulo Suatu saat akan lahir Pemimpin dari Kampung Pulo Untuk Indonesia yang lebih adil dan sejahtera Maafkan aku Hanya bisa membersamaimu Dalam doa di sepertiga malam ini Tak bisa menemanimu Melawan dinginnya keangkuhan Sahabatmu, Bang Joy (Sabtu, 03:08, 22 Agustus 2015. Terjaga dan menata diri dalam doa. Dari #KramatJati untuk #KampungPulo. Pena diri untuk negeri)
Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1JqGdl5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar