
Suara dari gang-gang sempit Suara dari trotoar Suara dari speaker demonstran Suara dari anggota dewan Suara dari Sabang sampai Merauke Suara dari hati untuk nurani Suara dari bumi dan langit Suara yang menjerit Karena beban yang makin menghimpit Suara yang menangis Karena hidupnya terkikis Suara yang parau Ingin hilang rasa galau Suaraku suaramu tak perlu dibungkam Suaraku suaramu mari bernyanyi untuk Indonesia Raya Suaraku suaramu harus bersatu Suaraku suaramu untuk Indonesia jaya Suaraku suaramu bukan hanya untuk pencitraan Suaraku suaramu serukan keadilan Suaraku suaramu, bilakah bertemu? Apakah benar kau ingin bungkam kami? Demokrasi bukan hanya tertawa saat lolos menjadi pemenang Demokrasi juga cara menagih janji Demokrasi juga cara buktikan janji Demokrasi bukan hanya soal bagi-bagi nasi Demokrasi bukan barang dagangan, asal jualan laku, masa bodoh pada luka dan jeritan rakyat Merangkul bukan membungkam Begitulah ayah pada anaknya Merangkul bukan membungkam Begitulah pemimpin pada anggotanya Merangkul bukan membungkam Begitulah presiden pada rakyatnya Merangkul bukan membungkam Begitulah anggota dewan pada eksekutif Merangkul bukan membungkam Langit pada bumi Merangkul penuh cinta kasih Adalah jalan sang pemimpin yang terindah Membungkam dengan berbagai cara Adalah liku duka untuk demokrasi Sahabatmu, Bang Joy (Jum'at, 7 Agustus 2015. Kramat Jati pena diri untuk negeri)
Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1eZG3ok
Tidak ada komentar:
Posting Komentar