
Sebanyak 332 pengungsi Rohingya menempati shelter baru seharga 6 Milyar.Sebelumnya mereka menempati Gedung bekas BLK milik Pemerintah Aceh Utara, di Desa Blang Ado, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara. Direktur Eksekutif Lembaga Aksi Cepat Tanggap ( ACT) Sri Eddy Kuncoro, di Lhokseumawe, Senin, mengatakan, dana untuk pembangunan shelter bersumber dari sumbangan masyarakat dan dana yang dialokasikan dari luar negeri untuk penanganan masalah pengungsi Rohingya. Berdasarkan kesepakatan dengan Pemerintah Aceh Utara, untuk pembangunan shelter bagi pengungsi Rohingya menjadi tanggung jawab ACT dan International Organization for Migration (IOM)."Shelter dibangun sebanyak 120 unit, selain itu, dibangun Mesjid dan Poliklinik serta tempat bermain bagi anak-anak," ujarnya. Ketua Komite Nasional Solidaritas untuk Rohingya (KNSR),Dicky Sahputra mengatakan, desain shelter disiapkan sesuai kebutuhan, misalkan bagi mereka yang merupakan pasangan suami-istri diberikan shelter khusus dan akan dilakukan pemisahan bagi laki-laki dan perempuan. "Insyaallah kita mohon doa masyarakat Aceh, supaya kita dapat melayani pengungsi Rohingya dengan maksimal sebelum mereka kembali atau ditampung oleh negara ketiga.pungkas Dicky
Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1MZTNya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar