
Jatuhnya pesawat Hercules di Medan Sumatera Utara menjadi momentum bagi TNI untuk mengevaluasi alat utama sistem pertahanan atau alutista. Menurut Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, peristiwa itu ibarat menyibakkan aurat bangsa ini di hadapan dunia. "Ini kejadian besar, bagaimana sebuah negara dianggap kekuatan militer yang gagal. Ini fata sekali. Alutsista tidak boleh gagal, saya setuju mengevaluasi secara mendasar alutsista," ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (1 Juli 2015). Seperti diketahui, pesawat Hercules yang jatuh itu merupakan pesawat hibah yang didapat TNI dari Australia. Usia pesawat tersebut sudah sangat uzur. Yaitu sekitar 50 tahun. Karena itu Fahri Hamzah mendukung modernisasi alutista. "Kita perlu memodernisasi alat-alat persenjataan. Gagalnya alutsista kita, ini aurat bangsa. Masak semuanya berantakan dan tua? Jelas ini menganggu pertahanan," jelas politisi PKS tersebut. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengkonfirmasi tuanya usia pesawat ini. "Memang ini pesawat tua, sudah 50 tahun. Tapi ini mau diretrofit. Semua memang kita punya 20 Hercules. Tentara itu baru beli pesawat tahun 1950-1960, waktu zamannya Bung Karno dan zaman Jenderal Yusuf. Tahun 1960 itu awal-awal (beli) Hercules," terangnya pada hari Selasa (30 Juni 2015).
Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1Nyj8wF
Tidak ada komentar:
Posting Komentar