Minggu, 19 Juli 2015

Siapa di Balik GIDI?

wpid-website-giki.jpgTadi malam saya melihat ada banyak simpati datang dari muslim seluruh tanah air dengan memasang hashtag #savemuslimpapua dan #tolikara di beranda Instagram saya. Dan penemuan saya cukup mengejutkan ketika ada beberapa akun orang papua yang memasang gambar korban. Tapi, korban tersebut bukan korban Masjid Baitul Muttaqin, melainkan korban yang ditembak oleh TNI/Polri saat kerusuhan terjadi, mereka adalah para pelaku kerusuhan tersebut. Akun-akun tersebut marah kepada pemerintah, TNI, dan Polri karena telah menembaki 9 orang tersebut. Salah satu akun tersebut adalah Wene Media. Media ini sudah sangat lama menginginkan kemerdekaan untuk Papua Barat dengan organisasi "FWP, Free West Papua". Mereka sangat membenci aparat hukum kita. Di akun lain sebut saja AEP salah seorang fans Wene Media, mengatakan dengan mengatasnamakan pendeta GIDI, Dorman Wadikbo : "Untuk itu kami sudah keluarkan surat pemberitahuan sebelumnya dan diketahui semua pihak. Kapolres OK, Bupati, juga pihak gereja." Ucapnya. Memang hari ini adalah hari Idul Fitri, harinya mereka. Tapi, saya sebagai pimpinan (umat GIDI), di Toli sudah kasih surat tertulis, dalam rangka hari pemuda, tidak boleh lakukan kegiatan itu, karena ada kegiatan seminar dan KKR, tapi sekarang polisi dan tentara main tembak anak-anak" dikutip dari koran lokal papua tabloid Jubi. Padahal, kenyataannya tidak ada anak-anak yang tertembak. Dan saya mengacungkan jempol atas sikap TNI/Polri yang sudah berani tembak di tempat pelaku kerusuhan di Tolikara. Akan tetapi dalam akun wene media ini, mereka menyalahkan polisi, bahkan mereka ingin mengusut tuntas siapa saja yang sudah menembaki pelaku kerusuhan tersebut. Kenapa ada orang-orang Free West Papua di balik tragedi Tolikara ini? Apakah mereka menginginkan kerusuhan ini terjadi untuk menindas muslim semata dan menjadikan Tolikara bebas dari keturunan muslim sehingga mereka bisa memerdekakan diri? GIDI sendiri pun baru masuk di Indonesia di tahun 1955, tepatnya di Danau Archbold. GIDI ini dibawa oleh UFM (Milik Scotland) dan APCM (milik Amerika), diantara misionaris tersebut adalah Hans Veldhuis, Fred Dawson, Russel Bond. GIDI ini adalah kristen Evangelist, dimana disebut kristen radikal, tak hanya di Indonesia saja berbuat onar, melainkan di negeri asalnya Amerika pun, banyak kasus radikal yang dilakukan oleh kristen evangelist tersebut. Sebut saja Earl Paul, yang melakukan hubungan sex dengan anak-anak, dan ia mengatakan bahwa itu adalah "hubungan kerajaan" di tahun 2005. Dan masih banyak lagi tokoh kristen evangelist lainnya yang berbuat radikal. Jadi, adakah hubungannya antara radikalisme GIDI dengan ini memerdekakan dirinya dari NKRI? Jika kita sudah melihat paparan dari media-media lokal yang selalu memprovokasi untuk merdeka dari NKRI dan membela GIDI, maka ada kemungkinan bahwa mereka adalah satu kesatuan. Maka dari itu, saya harap media-media di Indonesia, jangan ceroboh membela GIDI dengan mengatakan bahwa "GIDI tak pernah menulis surat", "yang dibakar hanyalah musholla", dsb. NKRI kita dipertaruhkan disini. Cukup Timor Timur yang lepas dari NKRI.

Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1I4jsy4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar