![[foto: 1080plus.com]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_tWlDXQwoKjlbWS3PK21CtCzAEuHpW-G3OSijysPFOE6BRz6ryFRbxQxWRUNu4plI2Rx47iF6rbYA=s0-d)
Kalau bulan bisa ngomong Tentu rembulan akan bertutur Tentang seribu bulan yang sudah dibagikan Sejak zaman Nabi hingga kiamat Seperti zam-zam yang tak pernah habis Bulan pun demikian Tiap tahun selalu membagikan seribu bulan Bulan bukan pemilik seribu bulan Rembulan hanya temani orang-orang Panjatkan pinta agar malam seribu bulan singgah di hati Rembulan masih dan terus setia Temani para pencari seribu bulan Adakah yang bosan ditemani rembulan? Ada! Mereka yang congkak Tanpa uzur syar'I Asyik menengkak minuman di siang bolong Mereka yang secara fisik mampu berpuasa Namun secara mental lemah kemauannya Kalau bulan bisa ngomong Pasti ia bertanya Mengapa tak ada suka cita di hatimu Akan datangnya malam seribu bulan? Mengapa tak ada air mata duka Bila malam seribu bulan tak singgah di jiwamu? Kalau bulan bisa ngomong Tentang seribu bulan. . . Sahabatmu, Bang Joy (Jumat, 10 Juli 2015. Masih di Kramat Jati, menembus malam yang sepi)
Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1Oc46Ng
Tidak ada komentar:
Posting Komentar