
Tak ingin umat agama lain menyelenggarakan acara bersamaan dengan acara komunitasnya, Gereja Injil di Indonesia (GIDI) kabupaten Tolikara Papua pun menyebarkan surat. Tak tanggung, pelaksanaan hari raya Idul Fitri berani mereka larang. Karena merasa bahwa mereka punya hak, umat muslim tetap menyelenggarakan sholat Idul Fitri dan takbiran yang dilaksanakan di halaman Koramil 1702 / JWY. Namun jemaat GIDI memaksakan kehendaknya. Penyerangan terjadi terhadap umat muslim tepat saat takbir ke-7, pukul 07.00 WIT, Jumat (17 Januari 20145). Organisasi GIDI memang punya banyak catatan. Saat ini sebuah dokumen milik GIDI beredar di dunia maya. Rupanya tak hanya umat Islam, umat satu agama namun beda aliran dengan mereka, yaitu Kristen Advent, juga diintimidasi. Kristen Advent tak boleh berkembang di mana GIDI berada di situ. Gereja Kristen Advent tak boleh berdiri dan pengikutnya wajib bergabung dengan GIDI. Menurut sumber kabarumat , GIDI seringkali terlibat kerusuhan di Papua. Bahkan mereka berani menyerang salah satu batalion TNI di Wamena. Teror mereka juga dilancarkan kepada para pejabat Wamena. Sumber kabarumat pun mensinyalir GIDI sebagai ekstrimis, lebih tepatnya lagi teroris, yang didukung oleh pihak asing beserta misionaris asing. Ada kepentingan anti NKRI di tubuh GIDI. Kalau benar begitu, tentu TNI tak bisa tinggal diam terhadap organisasi yang gemar melakukan kekerasan itu. Kehidupan beragama harus diamankan, karena konstitusi mengamanatkan hal tersebut.
Sumber : Kabar Umat http://ift.tt/1VchoOA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar